Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

PENTINGNYA MENGETAHUI AKUNTANSI KREATIF

06 December 2017
Category: ACCOUNTING
Penulis:         Dedik Irawan, S.E.
PENTINGNYA MENGETAHUI AKUNTANSI KREATIF

Adanya ilmu akuntansi pada dasarnya menjadi fasilitas terbaik bagi sebuah entitas bisnis dalam pola pertanggungjawab kinerja manajemennya. Dengan adanya ilmu akuntansi maka pembukuan lebih mudah untuk dipahami dan lebih akurat. Disamping itu sudah banyak standar ketentuan dalam penyusunan laporan keuangan sepertik PSAK dan lainnya. Akan tetapi, pada kenyataannya banyak sekali pembukuan yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada. Hal-hal seperti ini terjadi karena adanya kesalahan dalam pembuatan laporan keuangan atau adanya kecurangan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

Banyak perusahaan yang secara kreatif melakukan manipulasi data keuangan yang ada. Hal ini biasanya dilakukan untuk mendapatkan respon yang baik dari beberapa pemangku kepentingan. Perlakuan ini disebut dengan akuntansi kreatif. Akuntansi kreatif bukanlah hal yang baru, sudah banyak perusahaan yang melakukan akuntansi kreatif ini. Akuntansi kreatif bagi beberapa kalangan merupakan sesuatu yang tidak etis. Akan tetapi dalam pandangan yang positif, akuntansi kreatif boleh dilakukan sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip akuntansi yang ada.

Tujuan melakukan akuntansi kreatif ini bermacam-macam, diantaranya untuk tujuan tax planning, untuk mendapatkan pinjaman dari perbankan, mencapai target, atau memberikan kesan keberhasilan manajemen kepada para pemegang saham. Selain itu ada akuntansi kreatif terbagi atas :

    a.Recognizing Premature or Fictitious Revenue

    Bentuk premature revenue ini bisa berupa pengakuan penjualan pada saat barang dipesan tapi belum dilakukan pengiriman atau barang sudah dikirim akan tetapi belum dilakukan pesanan. Sedangkan praktik untuk fictitious revenue biasanya dilakukan dengan mekanisme backdated invoice, dimana tanggal pengiriman yang diubah atau kesalahan pencatatan penjualan yang disengaja.

    Cara mendeteksi penjualan premature atau fiktif ini adalah dengan memahami kebijakan pengakuan pendapatan termasuk perubahannya, mencermati piutang usaha termasuk penambahan dan pelunasannya, melakukan review terhadap hubungan-hubungan istimewa, dan memperhatikan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan.

    b.Aggressive Capitalization & Extended Amortization Policies

    Perusahan melaporkan biaya berjalan sebagai asset. Akibatnya pengakuan biaya tertunda dan laba naik, selanjutnya asset atau beban yang ditangguhkan tersebut diamortisasi selama beberapa tahun.

    Cara mendeteksi perlakuan ini adalah dengan memahami kebijakan kapitalisasi asset dan mencermati alasan mendasar pencatatan normal operating expense ke dalam asset.

    c.Misrepoted Assets & Liabilities

    Melaporkan asset overvalued atau liabilities undervalued dengan tujuan earning power menjadi lebih tinggi dan posisi keuangan lebih kuat. Beberapa akun asset yang potensial untuk dilaporkan overvalued adalah piutang usaha, inventori, investasi (yang terklasifikasi dalam trading, held to maturity, atau available for sale). Sedangkan untuk liabilitas yang biasanya dicatat undervalued adalah accrued expense payable, hutang usaha, dan hutang pajak.

    Cara mendeteksi perlakuan ini adalah dengan menandingkan prosentase perubahan piutang usaha dengan perubahan penghasilan, memastikan pembentukan cadangan piutang tak tertagih cukup untuk menutup risiko inkolektibilitas, mencermati apakah persediaan overvalued karena persediaan fiktif, mencermati trend accrued expense payable, melakukan review terhadap hutang pajak yang tercatat dineraca dengan beban pajak yang dibayarkan.

    d.Getting Creative with the Income Statement

    Penyajian laporan baik single step maupun multiple step memungkinkan perusahaan memainkan angka-angka subtotal, klasifikasi akun, dan catatan laporan keuangan. Misalnya pendapatan usaha dilaporkan sebagai pendapatan diluar usaha atau sebaliknya. Kemudian pengeluaran yang seharusnya masuk dalam komponen harga pokok dimasukkan dalam beban operasi atau sebaliknya.

    Cara mendeteksi perlakuan ini adalah dengan melakukan tracing atau penelusuran transaksi atau detail pengeluaran dan tujuan adanya transaksi pengeluaran.

    e.Problems with Cash-Flow Reporting

    Para investor akan tertarik pada perusahaan yang mempunyai earning power yang bagus dan sustainable. Dimana dalam praktiknya arus kas hanya diketahui oleh sebagian penguna laporan keuangan. Sedangkan para investor dan kreditur biasanya fokus pada kinerja keuangan perusahaan, sehingga mereka biasanya menganggap bahwa laporan arus kasnya sudah sesuai. Tetapi pada kenyataannya laporan arus kas tidak terlepas oleh kegiatan akuntansi kreatif. Yang umumnya dilakukan dalam akuntansi kreatif terhadap arus kas adalah arus kas operasi memasukan unsur pembayaran pajak penghasilan (PPh) dan biaya operasi yang dikapitalisasikan dimasukkan sebagai arus kas dalam aktivitas investasi. Perlakuan akuntansi kreatif terhadap arus kas merupakan imbas dari perlakuan-perlakuan akuntansi kreatif sebelumnya.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa banyak sekali perlakuan-perlakuan atau kebijakan-kebijakan manajemen termasuk dalam kegiatan akuntansi kreatif. Hal ini harusnya menjadikan para stakeholder untuk lebih teliti lagi dalam melihat laporan keuangan yang disajikan manajemen guna memperoleh informasi yang terbaik dalam pengambilan keputusan.

REFERENSI

http://blog-punyaelin.blogspot.com/2010/11/etika-dalam-akuntansi-creative.html

file:///D:/File/Kuliah/SEMESTER%20V/TA/Apakah%20Creative%20Accounting%20Itu%20..%20%20%C2%AB.htm

http://dhaniq.wordpress.com/2007/02/07/accounting-fraud/

http://diaryintan.wordpress.com/2010/11/21/etika-dalam-akuntansi-creative-accounting-fraud-auditing-accounting-dll/

http://en.wikipedia.org/wiki/Creative_accounting

www.fraud-magazine.com

http://konsultansolusipajak.blogspot.com/2009/01/creative-accounting-vs-tax-planning.html

http://myedensor.wordpress.com/2008/05/21/creative-accounting

http://www.buletinpillar.org/artikel/creative-accounting

http://www.ekasulistiyana.web.id/kuliah/bahan-kuliah/apakah-creative-accounting-itu/

   For Further Information, Please Contact Us!