Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

PENTINGNYA TES PSIKOLOGI DALAM PROSES SELEKSI DAN TIPS MENGHADAPINYA

09 November 2017
Category: HUMAN RESOURCE
Penulis:         Rizki Faradila, S. Psi
PENTINGNYA TES PSIKOLOGI DALAM PROSES SELEKSI DAN TIPS MENGHADAPINYA

Sebagian besar orang pasti pernah melakukan tes psikologi atau psikotes, baik untuk keperluan penjurusan saat sekolah dan kuliah maupun untuk keperluan mencari pekerjaan. Psikotes adalah Serangkaian metode tes psikologis yang terstandardisasi, menggunakan paper & pencil test untuk mengungkap profil potensi individu. Dimana hasil tes ini akan dapat memprediksikan keberhasilan seseorang dimasa mendatang. Dalam dunia pendidikan, biasanya tes psikologi digunakan untuk mengetahui gambaran minat dan bakat siswa-siswi mereka, sebelum nantinya mereka masuk ke penjurusan. Sedangkan dalam dunia kerja, selain untuk melihat minat dan bakat tes psikologi digunakan untuk melihat gambaran kapasitas intelektual, potensi yang dimiliki, dan kepribadian individu dalam menghadapi berbagai situasi di pekerjaan kelak. Sederhananya dengan tes psikologi kita dapat mengetahui karakteristik dan potensi seseorang untuk bidang pekerjaan tertentu.

Dalam melamar pekerjaan, tahap psikotes umumnya akan dilalui oleh para pelamar kerja karena tahapan ini merupakan salah satu prosedur dalam proses seleksi calon karyawan sebuah perusahaan. Pelaksanaan psikotes merupakan hal yang sangat bermakna dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan sebuah perusahaan. Mengapa demikian? Karena psikotes memudahkan perusahaan untuk mengenal para calon karyawannya sehingga perusahaan dapat menyesuaikan karakteristik calon karyawannya dengan kebutuhan dan menempatkannya pada posisi yang tepat (the right man on the right place). Selain itu, tes psikologi atau pemeriksaan psikologi juga membantu perusahaan untuk memprediksi performa kerja calon karyawan. Dengan diadakannya psikotes, perusahaan tidak hanya memperoleh data berupa kemampuan individu, melainkan juga potensi-potensi yang ada dalam diri seseorang. Oleh karena itu, pelaksanaan tes psikologi atau psikotes menjadi salah satu dari serangkaian proses rekrutmen dan seleksi calon karyawan suatu perusahaan.

Tidak sedikit pelamar yang mengaku tegang dan deg-degan dalam menghadapi tahap tes psikologi karena tahap tersebut seakan sebagai penentu baginya untuk memperoleh suatu pekerjaan. Pada dasarnya psikotes akan mengungkap potensi-potensi yang dimiliki individu, sehingga hasilnya akan merepresentasikan atau menggambarkan diri individu tersebut kemudian dicocokan dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Lantas, bagaimana cara menghadapi proses psikotes? Apa saja yang harus dipersiapkan?

Supaya dapat melewati proses psikotes, berikut ini terdapat beberapa tips dalam menghadapinya, baik untuk keperluan melamar pekerjaan ataupun keperluan klinis.

  1. Tetap tenang, jaga konsentrasi dan jaga kesehatan. Psikotes bukanlah tes prestasi belajar, seperti UNAS dan UAS saat sekolah, sehingga tidak perlu dipelajari. Cukup dengan menjaga konsentrasi, istirahat cukup agar fokus dalam melalui proses psikotes dan mengikuti instruksi yang diberikan oleh tester nantinya.
  2. Optimis dan percaya diri. Karena penampilan optimis dan PD membawa kita pada emosi dan pikiran yang positif sehingga kita dapat lebih maksimal dan menggambarkan diri kita dengan sebenar-benarnya.
  3. Perhatikan dan Dengarkan instruksi dengan baik. Ingatlah anda harus bisa menjaga sikap dan tidak mengganggu proses yang berlangsung. Oleh karena itu ikuti setiap instruksi yang disampaikan sehingga anda tidak tertinggal informasi. Jangan malu/ ragu bertanya jika ada yang kurang dipahami.
  4. Mengerjakan sesuai kemampuan, jangan memaksakan diri yang akhirnya mendorong berbuat curang. Apabila berhadapan dengan soal-soal yang Anda anggap sulit, biasanya pada tes inteligensi, jangan paksakan diri untuk dapat mengerjakan soal tersebut, apalagi dengan melirik atau mencontoh pekerjaan orang lain. Anda boleh melewatinya dan mengerjakan soal lain yang bagi Anda mudah, dengan catatan waktu pengerjaannya belum habis. Manfaatkan waktu yang ada seoptimal mungkin dan jangan membuang-buang waktu sehingga berhenti pada soal yang sulit dikerjakan.
  5. Menjawab setiap pertanyaan sesuai dengan kondisi pribadi. Jawablah sesuai dengan kondisi Anda sebenar-benarnya karena itu jawaban paling tepat. Karena perusahaan ingin melihat kesesuaian antara karateristik atau ciri khas diri Anda dengan kebutuhan dan kompetensi pada suatu posisi.
  6. Hindari sikap “faking good”. Jangan menjawab berdasarkan orang lain atau berdasarkan ‘seharusnya’ atau berdasarkan harapan lingkungan. Jawablah sesuai dengan perasaan, kondisi dan persepsi Anda sebenar-benarnya. Tidak perlu menjadi orang lain, karena ketika nantinya terjun ke sebuah perusahaan bukahkan diri Anda sendiri yang akan melakukan tanggung jawab Anda dan bukanorang lain?
  7. Jangan lupa berdoa. Setelah semua sudah dipersiapkan dengan baik, jangan lupa berdoa. Apa yang menjadi bagian Anda sudah anda lakukan, serahkan semua pada proses yang ada.

   For Further Information, Please Contact Us!