Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

BUDGET SEBAGAI SARANA PENILAIAN KINERJA PERUSAHAAN

09 November 2017
Category: ACCOUNTING
Penulis:         Stephanie Margareth Wiguna, S.E.
BUDGET SEBAGAI SARANA PENILAIAN KINERJA PERUSAHAAN

Sebelum melakukan suatu kegiatan atau hal tertentu biasanya kita merencanakan sesuatu terlebih dahulu. Agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan dan harapan kita. Begitu pula dengan sebuah perusahaan, merencanakan sesuatu di masa yang akan datang merupakan salah satu hal penting. Rencana merupakan sebuah penentuan terlebih dahulu mengenai aktivitas atau kegiatan yang akan dilakukan di masa yang akan datang. Rencana dibutuhkan untuk perusahaan start up maupun perusahaan yang sudah berjalan lama.

Budget juga merupakan salah satu rencana, karena dengan budget perusahaan dapat menentukan terlebih dahulu mengenai kegiatan perusahaan di masa yang akan datang. Hanya saja budget merupakan sebuah rencana yang memiliki spesifikasi khusus, seperti disusun secara sistematis, mencakup seluruh kegiatan perusahaan, dan dinyatakan dalam unit moneter. Jadi budget hanyalah salah satu bagian dari rencana perusahaan, sebab perusahaan masih memiliki banyak rencana selain budget, karena tidak memiliki spesifikasi seperti budget. Misalnya lembaga saluran distribusi, media promosi, rencana model, dan desain.

Mengapa perusahaan perlu menyusun suatu rencana untuk menghadapi masa yang akan datang?

Pertama, karena di masa yang akan datang penuh dengan ketidakpastian. Sehingga perusahaan perlu mempersiapkan diri sejak awal tentang kemungkinan terbaik dan terburuk apa yang akan terjadi, serta menentukan bagaimana cara menyelesaikan kemungkinan terburuk. Sebagai contoh, persaingan semakin berat atau tidak, harga jual akan meningkat atau tidak, harga bahan baku akan meningkat atau tidak.

Kedua, masa yang akan datang penuh dengan berbagai alternatif. Sehingga perusahaan perlu mempersiapkan sejak awal, alternatif mana yang akan dipilih. Sebagai contoh, sebuah pabrik garmen menentukan produk yang akan diproduksi lebih banyak pada bulan ini berupa baju kokoh karena bulan ini menjelang lebaran.

Ketiga, rencana menjadi sebuah pedoman kerja di masa yang akan datang. Sebuah rencana dapat dijadikan sebuah pegangan mengenai apa yang akan dilakukan nanti, sehingga apa yang dikerjakan oleh seluruh komponen perusahaan dapat sejalan dengan sasaran maupun tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.

Keempat, rencana diperlukan sebagai alat koordinasi kegiatan dari seluruh komponen atau bagian yang ada dalam perusahaan. Dengan adanya suatu rencana maka kegiatan – kegiatan seluruh komponen dalam perusahaan dapat saling menunjang, serta bahu membahu secara bersama untuk menuju pada sasaran maupun tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Kelima, rencana diperlukan sebagai alat pengawasan terhadap pelaksanaan atau realisasi dari rencana tersebut di masa yang akan datang. Dengan adanya suatu rencana, maka perusahaan memiliki tolak ukur untuk menilai atau mengevaluasi kegiatan – kegiatan perusahaan yang telah teralisasi apakah sudah sesuai dengan sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan.

Pada paragraf kedua disebutkan bahwa budget yang dibuat perlu mencakup seluruh kegiatan perusahaan. Secara garis besar, kegiatan – kegiatan di perusahaan meliputi kegiatan pemasaran, produksi, pembelanjaan, administrasi dan personalia. Sedangkan dinyatakan dalam unit moneter, artinya unit atau kesatuan yang diterapkan pada berbagai kegiatan perusahaan beragam. Unit moneter yang berlaku pada perusahaan di Indonesia adalah unit rupiah. Unit ini sangat diperlukan karena masing – masing perusahaan memiliki kesatuan unit yang beragam, sebagai contoh bahan baku menggunakan satuan kilogram, panjang satuannya meter.

Penyusunan budget memiliki jangka waktu tertentu, yaitu budget strategis dan budget taktis. Budget strategis berlaku untuk jangka panjang, yaitu jangka waktu yang lebih dari satu periode akuntansi (lebih dari satu tahun). Sedangkan budget taktis berlaku untuk jangka pendek, yaitu satu periode akuntansi atau kurang.

Budget yang disusun untuk satu periode akuntansi atau satu tahun penuh biasanya disebut sebagai budget periodik. Biasanya perusahaan menggunakan budget periodik, untuk menentukan anggaran biaya yang sudah biasa terjadi setiap tahun. Contoh budget untuk biaya listrik, air, dan gaji karyawan. Sedangkan budget yang disusun kurang dari satu periode akuntansi biasanya disebut sebagai budget bertahap. Contoh, pabrik kecap membuat budget untuk jumlah kecap yang akan diproduksi satu bulan ke depan.

Apa saja faktor yang mempengaruhi penyusunan budget dalam memilih jangka waktu berlakunya?

Pertama, luasan pasar penjualan produk yang dihasilkan. Perusahaan yang memiliki posisi stabil akan mempunyai kemampuan yang lebih besar untuk melakukan penaksiran dalam jangka panjang.

Kedua, posisi perusahaan dalam persaingan. Apabila memiliki posisi yang kuat akan lebih stabil sehingga memungkinkan untuk menyusun budget dalam jangka panjang.

Ketiga, jenis produk yang dihasilkan oleh perusahaan dapat dilihat dari elastisitas terhadap perubahan harga jual. Bagi produk yang menghasilkan produk in – elastis, posisinya akan lebih stabil karena tidak akan mudah tergoncang apabila terjadi perubahan harga di pasaran. Dengan demikian, perusahaan semacam ini memungkinkan dalam menyusun budget jangka panjang.

Keempat, tersedianya data dan informasi untuk melakukan penaksiran. Perusahaan yang memiliki data, informasi maupun pengalaman yang lengkap dalam bidangnya, akan lebih mudah untuk menyusun budget jangka panjang karena sudah mengetahui tren di masa yang akan datang bagaimana.

Kelima, keadaan perekonomian secara keseluruhan baik secara nasional dan internasional. Perusahaan yang hidup dalam perekonomian yang baik dan stabil akan lebih mudah menyusun budget jangka panjang.

Budget biasanya tidak langsung dibuat oleh pimpinan. Di perusahaan kecil biasanya bagian administrasi yang akan menyusun budget. Sedangkan pada perusahaan besar biasanya penyusunan budget diketuai oleh salah seorang pimpinan perusahaan misalnya wakil direktur, dengan anggota yang diwakili oleh bagian pemasaran, produksi, keuangan dan personalia.

Budget yang disusun oleh bagian administrasi atau panitia budget disebut rancangan budget atau draf budget. Kemudian diserahkan kepada pimpinan perusahaan untuk disahkan dan ditetapkan sebagai budget yang definitif. Budget inilah yang nantinya akan dijadikan sebuah pedoman kerja, sebagai alat koordinasi kerja dan pengawas kerja.

Dengan demikian, maka budget memiliki kaitan yang erat dengan manajemen, khususnya yang berkaitan denganperencanaan, koordinasi, dan kontrol. Budget merupakan alat bagi manajemen untuk membantu menjalankan berbagai fungsi dalam perusahaan. Sedangkan secara akuntansi, budget dapat dibuat secara sistematis dan teratur berdasarkan data historis. Pada akhirnya, data realisasi akan dibandingkan dengan data budget yang telah dibuat sebelumnya. Sehingga perusahaan dapat menilai kinerja perusahaan, apakah sudah mencapai sasaran dan tujuan yang tepat.

Berhasil atau tidaknya pelaksanaan budget tergantung pada manusia pelaksananya, tak lain adalah segala bagian atau komponen dalam perusahaan. Budget yang baik tidak dapat direalisasikan apabila pelaksananya tidak mempunyai keterampilan serta kecakapan yang memadai.

   For Further Information, Please Contact Us!