Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

Menghadapi Perselisihan Rekan Kerja Di Kantor

07 September 2017
Category: SECRETARY
Penulis:         Arin Dwi Puspita
Menghadapi Perselisihan Rekan Kerja Di Kantor

Kehidupan di dunia kerja mengharuskan kita berinteraksi dengan banyak orang dengan sifat yang berbeda-beda. Kita dituntut untuk mampu menyesuaikan diri di kantor dan bergaul dengan siapa saja. Namun tidak semua orang bersikap baik, terkadang ada saja rekan kerja yang menunjukkan sikap tidak menyenangkan, dan hal itu tidak dapat kita hindari.

Berdasarkan pengalaman banyak orang, di setiap kantor selalu saja dijumpai rekan kerja yang tidak menyenangkan. Persaingan di dunia kerja memang sering menjadi penyebab gesekan-gesekan antar sesama rekan kerja sehingga timbulah sikap-sikap yang tidak menyenangkan, salah satunya adalah sikap iri terhadap rekan kerja.

Sebenarnya rasa iri merupakan sikap yang wajar dimiliki setiap manusia. Hal ini bahkan dapat menjadi positif bila dikelola dengan baik, misalnya dapat menjadi motivasi kita untuk menjadi lebih baik. Namun sebaliknya, bila rasa iri ini tidak dapat dikendalikan maka akan menjadi dengki yang sifatnya destruktif.

Jika di kantor kita bertemu dengan orang semacam ini, memerangi si iri hati bukanlah solusinya, hal itu justru akan mengakibatkan perpecahan bahkan merusak iklim kerja di kantor lebih luas lagi. Lalu bagaimana kita menghadapi si iri hati?

    1.Hindari kompetisi.

    Rasa iri hati dapat muncul karena rekan kerja berada di tengah persaingan sehingga muncul adanya rasa insecure atau tidak aman yang menjadi pemicu sikap iri hati. Sebaiknya kita bersikap lebih rendah hati terhadap rekan kerja, tunjukkan bahwa kita menghargai hasil kerjanya dan tidak berniat bersaing.Berilah pujian jika hasil kerjanya bagus, dan berikan saran-saran positif jika diminta.

    2.Hindari pertengkaran.

    Si iri hati seringkali memancing emosi dengan menghubung-hubungkan perkerjaan dengan hal yang tidak relevan. Penting bagi kita untuk tidak menunjukkan sikap terpengaruh akan hal tersebut. Sebaiknya kita menghindari komunikasi yang tidak perlu, karena semakin sering bersinggungan dengan si iri hati maka akan meningkat pula potensi makin meruncingnya konflik.

    3.Bersikap hati-hati.

    Jika si iri hati mulai berlebihan, misalnya mencoba mensabotase pekerjaan rekan yang lain atau suka bergunjing dan menebar fitnah, maka kita perlu bersikap hati-hati terhadapnya. Perhatikan hal-hal yang dapat membahayakan kita.

    4.Bersikap netral dan profesional.

    Kita tetap harus bersikap netral dan profesional terhadap si iri hati. Jangan pernah mengurangi objektifitas kita atas hasil pekerjaannya, apalagi membalas perlakuannya dengan tidak baik juga. Contohkan pada si iri hati bahwa bersikap profesional adalah cara mencapai sukses.

    5.Berbicara pada atasan.

    Jika sikap si iri hati sudah keterlaluan dan tidak dapat ditoleransi, ada baiknya jika kita membicarakan hal ini dengan atasan. Kita tidak perlu seakan-akan mengadu atau mendramatisir keadaan yang justru akan memperuncing masalah. Namun sampaikan baik-baik kondisi yang sebenarnya pada atasan.

   For Further Information, Please Contact Us!