Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

MENGANALISA PERPUTARAN PERSEDIAAN

26 July 2017
Category: MANAGEMENT SYSTEM
Penulis:         Inge Kumalasari, S.E.
MENGANALISA PERPUTARAN PERSEDIAAN

Apa itu perputaran persediaan?

Perputaran persediaan merupakan cara untuk mengetahui berapa kali persediaan perusahaan terjual atau tergantikan dalam suatu periode tertentu.

Menggali lebih jauh mengenai ‘perputaran persediaan’

Perputaran persediaan mengukur kecepatan perusahaan menjual persediaannya dan dibandingkan dengan perusahaan lain yang sejenis. Perputaran persediaan yang rendah, menunjukkan penjualan yang rendah dan terjadi kelebihan persediaan. Perputaran persediaan yang tinggi, menunjukkan penjualan yang kuat atau adanya pemberian potongan penjualan yang tinggi.

Kecepatan perusahaan menjual persediaannya merupakan penilaian kritis mengenai performa bisnis. Perputaran persediaan juga salah satu dari komponen perhitungan retur on assets (ROA), komponen lainnya ada profitabilitas. Pengembalian yang didapatkan oleh perusahaan dari asetnya merupakan tanda seberapa cepat perusahaan menjual persediaannya.

Contoh perputaran persediaan

Perputaran persediaan dihitung dengan cara total penjualan dibagi dengan persediaan rata-rata.

Persediaan rata-rata dihitung dengan cara : (persediaan awal+persediaan akhir)/2

Perputaran persediaan juga dapat dihitung dengan membagi HPP (Harga Pokok Penjualan)/COGS (Cost of Goods Sold), yang merupakan total biaya dari persediaan. Menghitung dengan COGS menghasilkan data yang lebih akurat. Hal ini disebabkan oleh, total penjualan sudah termasuk mark-up harga. Membagi penjualan dengan persediaan rata-rata dapat menggelembungkan perputaran persediaan.

Pendekatan 1: Penjualan dibagi Persediaan rata-rata

Contoh perusahaan ABC memiliki penjualan Rp1 milyar. HPP sebesar Rp250 juta. Persediaan rata-rata adalah Rp25 juta.

Sehingga perhitungannya adalah = 1.000.000.000/25.000.000= 40

Perhitungan Days Inventory =365/40 =9,13 hari

Berati, dengan pendekatan pertama ini, inventory berputar sebanyak 40 kali dalam setahun dan berada di persediaan dari awal barang datang hingga terjual selama kurang lebih 9 hari.

Pendekatan 2: HPP dibagi Persediaan Rata-rata

Menggunakan pendekatan 2, perputaran persediaan dihitung berdasarkan HPP dibagi dengan persediaan rata-rata.

Sehingga perhitungannya adalah = 250.000.000/25.000.000= 10

Perhitungan Days Inventory = 365/10 = 36,5 hari

Berarti, persediaan mengalami perputaran sebanyak 10 kali dalam setahun atau persediaan di tangan dari awal datang hingga terjual selama kurang lebih 36 hari.

Pendekatan kedua ini, memberikan perhitungan yang lebih akurat, karena tidak termasuk mark-up.

Perputaran persediaan merupakan salah satu indikator terbaik untuk melihat efisiensi perusahaan dalam mengubah persediaan menjadi penjualan.

   For Further Information, Please Contact Us!