Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

PROPER Untuk Keunggulan Kompetitif

07 December 2016
Category: PRODUCTIVITY AND QUALITY
Penulis:         Fakhrorazi, SM
PROPER Untuk Keunggulan Kompetitif

PROPER dikembangkan dengan beberapa prinsip dasar, yakni: peserta PROPER bersifat selektif, yaitu diperuntukan bagi industri yang menimbulkan dampak besar dan meluas terhadap lingkungan dan mereka peduli dengan citra atau reputasi perusahaannya.

Karena itu, pendekatan strategi yang dipilih PROPER adalah memanfaatkan peran serta masyarakat dan pengaruh pasar untuk memberikan tekanan kepada industri agar meningkatkan kinerjanya dalam pengelolaan lingkungan.

Pemberdayaan masyarakat dan pengaruh tekanan pasar dilakukan dengan penyebaran informasi yang kredibel, sehinggadapat menciptakan naik atau turunnya citra perusahaan ataujatuh bangunnya reputasi suatu perusahaan/industri.

Informasi mengenai kinerja perusahaan, dikomunikasikan dengan menggunakan symbol warna untuk memudahkan penyerapan informasi oleh masyarakat. Berikut ini beberapa simbol warna yang diberikan sesuai dengan penilaian peringkat kinerjausaha/atau kegiatan dalam mengelola lingkungan.

Paradigma baru selalu berkaitan dengan proses inovasi. Dengan menggunakan 9 aspek kriteria penilaian dan melibatkan 3 Perguruan Tinggi dalam proses penilaiannya maka tim penilai mencatat terdapat 151 inovasi dari 323 perusahaan kandidat Hijau dan Emas. Inovasi terbanyak berasal dari upaya penurunan emisi 37 inovasi, 3R limbah B3 35 inovasi, efisiensi energi 31 inovasi, 3R limbah padat non B3 22 inovasi, konservasi dan penurunan beban pencemaran air 14 inovasi, pemeliharaan keanekaragaman hayati 6 inovasi dan upaya pemberdayaan masyarakat 6 inovasi. Secara kuantitatif hasil inovasi dan peningkatan kinerja pengelolaan lingkungan tersebut adalah sebagai berikut :

    1. Efisiensi penggunaan energi sebesar 919.098.110 Giga Joule meningkat 35 kali lipat dari tahun sebelumnya.

    2. Konservasi air sebesar 533.128.233 mmeningkat 8,4 % dari tahun sebelumnya.

    3. Penurunan emisi 48.076.583 ton dimana tahun sebelumnya karena perbedaan satuan belum dapat disajikan.

    4. Reduksi limbah padat non B3 sebesar 9.419.229 ton menurun 20,9% dari tahun sebelumnya.

    5. Reduksi limbah B3 sebanyak 4.786.034 ton meningkat 49,3% dari tahun sebelumnya.

Proper bertujuan mendorong perusahaan agar menerapkan sistem yang baik dalam pengelolaan lingkungan. Jika sistem yang dimiliki perusahaan sudah baik, maka perusahaan dapat meningkatkan efisiensi absolut dalam pengurangan limbah.

Setelah mempunyai data absolut, maka perusahaan dapat membandingkan hasil absolut yang diperoleh dengan hasil absolut perusahaan lain (benchmarking). Hal ini berguna untuk mengetahui posisi perusahaan, apakah sudah paling efisien atau belum. Dari situ diharapkan akan muncul inovasi-inovasi untuk melakukan perbaikan yang lebih lagi.

Memperhatikan kelestarian lingkungan ternyata dapat digunakan sebagai faktor pendorong bagi perusahaan untuk melakukan inovasi, menciptakan nilai-nilai dan membangun keuntungan kompetitif. Manajemen dapat mengurangi risiko berusaha dengan jalan mengontrol resiko lingkungan. Perusahaan juga dapat mengurangi biaya dengan menerapkan Eco-Efficiency, Eco-expense reduction dan Value chain eco-efficiency.

Di sisi lain, perusahaan dapat meningkatkan keuntungan atau menciptakan pasar baru dengan jalan menerapkan Eco design, Eco-sales and marketing, menciptakan pangsa pasar baru dengan mengusung isu lingkungan. Bahkan inovasi yang dilakukan bukan hanya untuk mendapatkan keuntungan dari efisiensi, namun juga menjadi passion terhadap perbaikan kualitas lingkungan, tidak peduli secara hitung- hitungan investasi rugi atau terdapat hambatan yang sulit. Hal ini disebut adisionalitas.

Kriteria penilaian PROPER didesain untuk mendorong perusahaan mencapai keuntungan kompetitif. Efisiensi penggunaan sumberdaya didorong dengan kriteria efisiensi energi, penurunan emisi, konservasidan penurunan beban pencemaran air,3R (reduce, reuse dan recycle) limbah B3 dan limbah padat non B3 serta perlindungan keanekaragaman hayati.

Dengan semakin efisiennya pemanfaatan sumberdaya, maka PROPER mendorong perusahaan untuk menyisihkan sebagian sumberdaya tersebut untuk masyarakat sekitarnya dengan program-program pemberdayaan masyarakat.

Jika dicermati, kriteria penilaian PROPER merupakan komponen-komponen dari Ekonomi Hijau. UNEP mendefinisikan ekonomi hijau sebagai rekonfigurasi bisnis dan infrastruktur untuk menghasilkan imbal balik yang lebih baik dari investasi sumber daya alam, manusia, modal ekonomi sembarimengurangiemisi gas rumah kaca, mengurangi limbah, mengurangi ekstraksi sumberdaya alam dan mengurangi kesenjangan sosial.Ekonomi hijau bermakna efisiensi pemakaian sumberdaya. Ekonomi hijau juga bermakna pengurangan pencemaran dan kerusakankerusakan lingkungan dan ekonomi hijau bermakna pemberdayaan masyarakat Hal-hal tersebut merupakan prinsip-prinsip dasar kriteria penilaian PROPER.

   For Further Information, Please Contact Us!