Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

Gugus Kendali Mutu (QCC) Sebagai Tool Dalam Peningkatan Bekelanjutan

07 November 2016
Category: PRODUCTIVITY AND QUALITY
Penulis:         Ainul Ghozi, S.T
Gugus Kendali Mutu (QCC) Sebagai Tool Dalam Peningkatan Bekelanjutan

Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas dan produktifitas serta kinerja suatu perusahaan diperlukan usaha dan terobosan yang mengarah kepada peningkatan kualitas kerja, efisiensi biaya, efektivitas waktu, keselamatan karyawan, lingkungan kerja yang nyaman, dan moral karyawan yang baik. Salah satu usaha yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk mewujudkan hal tersebut diatas adalah dengan menerapkan QCC/GKM yang implentasinya diharapkan dilakukan di seluruh departemen (divisi) dalam perusahaan tersebut. Pertama kalinya QCC/GKM diterapkan di Jepang oleh Kaoru Ishikawa. Dia adalah bagian dari pengembangan Total Quality Qontrol (TQC) atau pengendalian mutu terpadu (PMT) yang diprakarsai oleh Dr. J.M Juran dan Dr. E.W. Deming, yang merupakan salah satu konsep baru untuk meningkatkan mutu dan produktifitas kerja industri/jasa. Dan Hasilnya bisa dibuktikan bahwa salah satu faktor keberhasilan industrialisasi di Jepang adalah dengan penerapan QCC secara efektif. Karena keberhasilan ini, sejumlah negara industri maju dan yang sedang berkembang termasuk Indonesia, berlomba-lomba mencoba untuk menerapkan QCC di perusahaan-perusahaan guna meningkatkan mutu, produktifitas dan daya saing.

Menurut Direktorat Jenderal Industri dan Dagang Kecil Menengah Departemen Perindustrian dan Perdagangan QCC atau GKM adalah sekelompok kecil karyawan yang terdiri dari tiga saampai dengan sepuluh orang dari unit kerja yang sama, yang dengan sukarela secara berkala dan berkelanjutan mengadakan pertemuan kegiatan pengendalian kualitas di tempat kerjanya dengan menggunakan alat kendali mutu dan proses pemecahan masalah.

Konsep dasar GKM/QCC dianggap sebagai penyebab persoalan mutu atau produksi yang tidak diketahui oleh para pekerja dan manajemen, dan juga diibaratkan sebagai pekerja pabrik mempunyai pengetahuan yang handal, kreatif, dan dapat dilatih untuk menggunakan kreativitas yang murni dalam pemecahan persoalan pekerjaan. Untuk itu GKM/QCC merupakan pendekatan yang membina manusia, bukan pendekatan penggunaan manusia.

Adapun ciri-ciri GKM/QCC adalah sebagai berikut :

1. Tujuan

a. Untuk meningkatkan komunikasi, terutama antara karyawan yang berada di posisi staff dengan posisi puncak manajemen.

b. Mencari dan menyelesaikan masalah dengan cara dan metode yang objektif

2. Organisasi

a. GKM/QCC terdiri atas seorang kepala dengan delapan sampai sepuluh karyawan yang berasal dari satu bidang pekerjaan.

b. GKM/QCC juga mempunyai koordinator dan satu atau lebih fasilitator yang bekerjasama dengan gugus.kendali mutu

3. Latihan

Berlatih dengan kesungguhan dalam hal teknik pemecahan persoalan biasanya merupakan bagian dari pertemuan gugus kendali mutu yang biasa dikenal dengan istilah brainstorming.

Langkah-langkah actual dalam pelaksanaan GKM/QCC.

Menurut Crocker memaparkan secara ringkas langkah-langkah actual dalam proses pelaksanaan GKM/QCC adalah sebagai berikut:

1.Konsultan dari Luar

Permintaan bantuan dari luar bisa berupa pendampingan dari konsultan untuk membimbing langkah-langkah dalam proses pelaksanaan GKM/QCC sampai dengan penyelesaian.

2.Memperoleh Komitmen

Komitmen disini harus dimulai Top management yang merupakan penentu kelanjutan dari kegiatan GKM/QCC sampai dengan down level di bagian staff sebagai pelaksanaan dalam kegiatan tersebut.

3.Membentuk Struktur Gugus

Pembentukan struktur dimulai dari penujukkan leader dari top management selanjutnya di posisi anggota dari kesediaan karyawan tanpa paksaan.

4.Menempatkan Program dalam Tempat yang Tepat

Penempatan program didalam tempat kerja yang dimaksud disini adalah yang sesuai dengan lingkup di divisi masing-masing dan diidentifikasi potensi yang bisa dijadikan improvement. Untuk lebih mudanya bisa didapat dari pencapaian KPI yang cenderung menurun dalam 1 sampai 2 tahun sebelumnya.

Mekanisme Kerja GKM/QCC

Tahapan di dalam pelaksanaan GKM/QCC adalah sebagai berikut:

1.Pengumpulan masalah,

2.Pemilihan masalah,

3.Analisis masalah,

4.Pemecahan masalah,

5.Presentasi manajemen,

6.Implementasi,

7.Peninjauan ulang dan tindak lanjut.

Tahap-tahap pembentukan GKM/QCC secara garis besar terdiri dari :

1.Persiapan, pengenalan, dan sosialisasi

Persiapan, Pengenalan, dan Sosialisasi Langkah awal dalam pembentukan GKM/QCC adalah melakukan persiapan dengan dengan meminta bantuan konsultan dari luar perusahaan untuk mengadakan pelatihan dan memberikan konsultasi mengenai gugus kendali mutu.

2.Pembuatan struktur dan prosedur

Unsur-unsur organisasi dalam pengelolaan GKM/QCC terdiri dari fasilitator, ketua gugus, dan sekretaris, sedangkan steering comittee adalah Sekretariat OP&M.

3.Pelaksanaan

Proses pelaksanaan GKM/QCC diawali dengan pemilihan pimpinan GKM/QCC, untuk tahap pertama dipilih pimpinan formal sebagai pimpinan GKM/QCC. Selanjutnya, dilakukan identifikasi masalah di tempat kerja, kemudian mengevaluasi dan menentukan tema yang sederhana dan periode penyelesaian singkat. Pertemuan secara teratur dan berkala juga diselenggarakan untuk memecahkan masalah dengan teknik-teknik yang ada yang biasa dikenal dengan metode braindstrorming.

4.Pembudayaan

Budaya kerja merupakan bagian dari budaya perusahaan. Sasaran dan tujuan akhir dari kegiatan GKM/QCC di Perusahaan bukan semata-mata pada efisiensi biaya dan peningkatan keuntungan, tetapi lebih ditekankan pada peningkatan budaya kerja.

Penilaian Kinerja Gugus

Penilaian gugus memerlukan tiga jenis pengukuran, yaitu:

1.Ukuran produktivitas obyektif

Ukuran produktifitan objektif disini adalah seberapa banyak peran aktif anggota mulai dari proses pelaksanaan sampai dengan penyelesaian dan tema yang diangkat harus bener-benar permasalahan yang sebenarnya terjadi di divisi tersebut.

2.Ukuran sikap subyektif mengenai pengaruh gugus terhadap organisasi.

3.Analisa proses internal yang berlangsung dalam gugus.

Tema yang diangkat harus berasal dari masalah yang ada di divisi tersebut bukan dari divisi yang lain danmerupakan hasil analisa yang didapat dari internal divisi.

Demikian gambaran umum mengenai pelaksanaan implementasi GKM/QCC yang dapat diimplementasikan di instansi. Semoga uraian yang singkat ini dapat dijadikan sebagai referensi atau acuan dalam implementasi GKM/QCC.

   For Further Information, Please Contact Us!