Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

Pentingnya Kemampuan Relationship Bagi Profesi Sekretaris

25 July 2016
Category: SECRETARY
Penulis:         Arin Dwi Puspita
Pentingnya Kemampuan Relationship Bagi Profesi Sekretaris

Di negara modern saat ini, human relations semakin mendapat perhatian dari pihak manajemendalam organisasi apapun. Dalam dunia kerja kemampuan relationship ini sangatlah diperlukan, relationship dalam dunia kerja sangat berpengaruh terhadap diri anda karena orang-orang yang menghabiskan waktu bersama anda akan membentuk siapa anda sekarang dan nanti, karena kenyataannya waktu andasehari-hari lebih banyak dihabiskan dilingkungan kantor. Relationship sangatlah penting untuk dibangun,demi kelancaran pekerjaan, mulai dari dari top management hingga lini bawahnya. Tidak terkecuali pentingnya relationship bagi profesi sekretaris di sebuah perusahaan.

Human relation bertujuan untuk memperat rasa persaudaraan dan rasa saling membantu dalam bekerja untuk mendapatkan suatu kepuasan dari apa yang telah mereka kerjakan secara tim. Komunikasi adalah kunci utama yang dapat membangun tim yang kuat dan mendorong kinerja yang lebih baik lagi. Seorang sekretaris haruslah memiliki kemampuan relationship yang baik karena tugasnya adalah menjadi jembatan penghubung yang menghubungkan komunikasi antara atasan dan bawahan, bawahan dengan atasan
dan bawahan dengan bawahan, berhubungan dengan berbagai macam individu yang masing-masing berbeda latar belakang, berbeda status sosial, berbeda kepentingan, berbeda kedudukan, maka sekretaris dituntut mampu memahami pihak-pihak yang berhubungan dengannya, dimana seorang pimpinan akan lebih banyak mobilitas diluar kantor dan peranan sekretaris disini sangatlah diperlukan. Dengan kemampuan human relation yang baik sekretaris akan dipandang seorang pimpinan bahwa dapat dipercaya dan diandalkan.

Dalam suatu perusahaan dimana pekerjaannya tidak bisa dilakukan oleh satu orang saja, jadi mereka memiliki tim didalamnya, sebagai contoh relationship dengan tim jika anda tidak bisa membangun relationship yang baik dengan tim kerja anda, otomatis pekerjaan akan terhambat apalagi dalam hal pekerjaan yang memang harus dikerjakan dengan cepat.
Dalam teamwork sendiri bisa berhasil jika masing-masing anggota melakukan pekerjaan yang sesuai kompetensi yang dimiliki, selalu berkomunikasi dengan anggota timnya jika terjadi suatu masalah dalam menyelesaikannya, dan jika memang ada tim yang belum memiliki keahlian tertentu dapat dimungkinkan untuk mengikuti training atau perkembangan yang ada di internal. Untuk bekerja dalam tim jngan malu bertanya, jangan malu berpendapat, dan selalu komunikasikan setiap hal pada rekan kerja.

Hubungan kerjasama yang baik akan terbangun dengan kuat apabila kita memiliki karakter seperti, trust (percaya), saling menghormati, mindfulness (berhati-hati), membuka komunikasi.Untuk membina hubungan baik dengan orang lain tidak cukup hanya dengan karakter tersebut, namun dibutuhkan juga sentuhan lainnya seperti halnya keterampilan daya yang dapat membangun hubungan tersebut tetap kuat. Dengan beberapa hal yang dapat anda lakukan seperti berikut ini:

- Tenang dan optimis

    Tenang dan optimis dapat dicerminkan melalui cara berbicara dan cara kita dalam bersikap. Cara bicara yang tenang dan optimis membuat kesan yang mendalam bagi orang yang menjadi lawan bicara kita, sedangkan dalam sikap yang kita tampilkan, akan memberikan kesan atas kepribadian yang kita miliki, yang tentu saja disukai oleh orang lain.

    - Dengarkan dan mendengarkan;

    Mendengarkan adalah sikap hati. Dalam melakukan komunikasi dan interaksi, mendengarkan orang lain sangatlah penting, karena manusia cenderung suka bila orang lain bersedia mendengarkan segala perkataan dan curahan hatinya. Menjadi pendengar yang baik dapat memberikan tempat khusus bagi kita di dalam suatu relationship.

    - Merasa empati;

    Empati adalah proses kejiwaan seseorang individu larut dalam perasaan orang lain baik suka maupun duka, dan seolah-olah merasakan ataupunmengalaminya sendiri.
    Dalam suatu komunikasi dan interaksi, empati perlu dikembangkan untuk dapat memahami seseorang secara lebih mendalam.

    - Merespon dengan hati-hati;

    Bertindak hati-hati dalam melakukan respon terhadap segala sesuatu, memberikan kita ruang untuk bisa secara mawas diri berperilaku dalam suatu komunitas, sehingga tidak ada kesan buruk bahwa kita overacting ataupun overreacting, atau dalam bahasa modern saat ini adalah lebay.

    - Jangan malu bertanya.

    Malu bertanya sesat dijalan, demikian peribahasa yang selalu kita kenal sepanjang masa. Hal ini memang benar, karena jika kita tidak tahu akan sesuatu, kita tidak akan mampu mengetahuinya sendiri tanpa ada bantuan orang lain (dengan bertanya). Bertanya bukanlah tanda bahwa kita bodoh, namun bertanya juga termasuk dalam proses pembelajaran kita.

Dengan semakin berkembangnya suatu organisasi, sebagian tanggung jawab dan wewenang seorang pimpinan akan didelegasikan kepada sekretarisnya. Tanpa melihat dimana anda bekerja atau apa yang anda lakukan, komunikasi akan mempunyai peranan yang sangat penting bagi kemajuan karir anda. Kesuksesan seorang individu dan tim berpengaruh. “Saya” saja atau “Kita” saja adalah pilihan yang salah keduanya harus dimiliki. Kesuksesan karir anda tergantung pada kemampuan individu dan kemampuan jaringan yang anda miliki untuk memperbesarnya.


   For Further Information, Please Contact Us!