Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

Carbon Tax And Other Environtmental Mechanism

30 November 2015
Category: ACCOUNTING
Penulis:         Achmad Ridho, S.E.
Carbon Tax And Other Environtmental Mechanism

Karbon tax ini merupakan pajak yang dikenakan terhadap pembakaran dari pemakaian bahan bakar fosil yang dapat mengakibatkan emisi karbon. Tujuan utama dari karbon tax adalah untuk membantu mengurangi efek emisi karbon yang dapat menyebabkan green house efek dan global warming. Harapannya dengan melakukan pembebanan biaya terhadap karbon yang digunakan efek negative dari industry yang dapat mengancam lingkungan dalam jangka panjang dapat dikurangi. Apabila lingkungan tercemar akibat dari adanya emisi karbon tersebut maka pada masa mendatang akan mengakibatkan efek biaya yag lebih besar terutama bagi Negara dan lingkungan.

Saat ini Pajak Karbon sudah mulai diaplikasikan di berbagai negara yang menghasilkan karbon dalam jumlah besar. Beberapa negara yang menghasilkan karbon dalam jumlah besar tersebut antara lain yaitu Amerika, Cina, Afrika, dan beberapa negara lainnya. Amerika, Cina, dan Afrika adalah Negara dengan Negara yang luas arealnya, selain itu jumlah penduduknya banyak jika dibandingkan dengan benua dan Negara lainnya. Penerapan Karbon Tax di Negara tersebut diharapkan dapat berefek signifikan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus sebagai tindakan preventif untuk mencegah adanya pembebanan biaya yang lebih besar dari efek kerusakan lingkungan.

Karbon tax ini sebenarnya merupakan salah satu dari rangkaian pendukung dari kebijakan green accounting dan good coporate goverment. Kedua konsep tersebut memasukkan lingkungan sebagai salah satu variable yang dapat mempengaruhi profit dan kontinuitas dari usaha. Green Accounting adalah suatu kebijakan yang mengkalkulasikan adanya biaya yang lebih besar apabila sejak dini biaya lingkungan tidak dialokasikan. Bagaimana tidak, sebagai contoh adalah efek dari penggunaan bahan bakar yang terlalu berlebih dapat menyebabkan kelangkaan persediaan bahan bakar minyak. Tentunya bagi pengusaha minyak image perusahaan terhadap kepedulian terhadap lingkungan dan efek dari usahanya bagi lingkungan akan mempengaruhi profit dari perusahaan melalui biaya yag dikeluarkan dan penghasilan yang didapatkan dari penguasaan pasar yang juga dipengaruhi image positif perusahaan. Selain itu ketersediaan bahan bakar sebagai produknya tentunya akan mempengaruhi kelangsungan dari usaha tersebut.

Saat ini selain karbon tax juga terdapat beberapa mekanisme lingkungan yang juga ditujukan untuk menjaga kelestarian dari lingkungan. Beberapa mekanisme yang dilakukan untuk menjaga lingkungan antara lain : penilaian polusi udara, penilaian terhadap risiko kesehatan, penilaian terhadap regulasi dan kerangka institusonal, pelatihan akan kapasitas gedung dan regulasi lainnya, pemantauan kualitas udara, pengendalian polusi industry, insentif fiscal, penjamin kualitas dan pengendalian kualitas, dan mekanisme lingkungan lainnya.

Implikasi dari kebijakan lingkungan tersebut, perusahaan dihadapkan akan kebutuhan CFO dan Accounting yang paham akan regulasi lingkungan dan pemahaman lingkungan eksternal secara luas. CFO dan Accounting diharapkan dapat menjadi mediator bagi perusahaan untuk dapat menyajikan informasi dan alternative bagi perusahaan dalam penerapan kebijakan perusahaan bagi lingkungan. Seorang CFO ataupun akuntan untuk dapat menyajikan informasi dan alterntif bagi perusahaan dalam menjadi mediator harus melengkapi kemampuannya dengan pengetahuan dan keahlian yang bisa didapatkan dari pelatihan dan pendidikan dengan tingkat yang lebih tinggi.Kemampuan seorang akuntan yang standar untuk pembuatan laporan keuangan saja tidaklah cukup memadai dalam menjawab adanya kebutuhan tersebut. Setidaknya untuk membantu dalam penerapan kebijakan terkait karbon tax dan mekanisme lainnya dapat dilakukan dengan cara simple seperti dengan memahami dan membekali sendiri tentang ISO terkait lingkungan dan kebijakan-kebijakan domestik. Penerapan CSR dan Good Corporate Governance dan pemahaman yang cukup tehadap konsep tersebut akan membantu CFO, akuntan, dan perusahaan dalam mengambil kebijakan terhadap manajemen biaya lingkungan bagi perusahaan.

Sebagai implikasi terhadap kesadaran perusahaan, kemauan perusahaan dalam menerapkan pajak karbon, pemerintah dan regulator tetap akan dihadapkan dalam beberapa kendala seperti ;

    -Pajak karbon akan meletakkan biaya karbon pada limit terendah penurunan emisi

    -Pajak karbon mungkin tidak dapat diimplementasikan secara cepat di Negara berkembang dengan jumlah GDP rendah, padahal di Negara tersebut biasanya penggunaan bahan bakar fosil besar jumlahnya.

    -Penerapan karbon tax bagi perusahaan dengan penggunaan bahan bakar fosil yang besar akan berefek terhadap pembebanan biaya yang besar pula bagi perusahaan

    Bagaimanapun semua kebijakan akan menghadapi pro dan kontra. Kebijakan tersebut dibuat untuk menjaga keseimbangan kehidupan. Bagi para praktisi diharapkan data benar-benar memadang kebijakan tersebut secara obyektif dan bisa turut aktif dalam menerapkan kebijakan tersebut.

   For Further Information, Please Contact Us!