Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

Sekretaris Dalam Menghadapi Tekanan Beban Pekerjaan

30 November 2015
Category: SECRETARY
Penulis:         Devi Aprilia, A.md
Sekretaris Dalam Menghadapi Tekanan Beban Pekerjaan

Dalam setiap pekerjaan pastinya akan ada beban mental. Tetapi ketika kita menyadari bahwa beban mental tersebut berat, apakah langsung putus asa dan berhenti begitu saja? Terkadang hanya berpikir untuk menghadapi semua itu dengan biasa saja. Tetapi, sebenarnya hal yang paling penting dalam pekerjaan adalah memiliki mental baja. Ketika seseorang yang mempunyai beban pekerjaan, mental baja menjadi modal yang bagus untuk bisa menjalani hidup di dunia tanpa merasa dan menjadikan seseorang tertekan dalam bekerja. Terkadang seseorang sering mengabaikan kesempatan emas, padahal pepatah mengatakan bahwa kesempatan emas tidak akan datang dua kali dalam hidup. Terlebih lagi seorang sekretaris yang notabene mempunyai load pekerjaan yang banyak dan pekerjaan yang monoton. Jika bermental lemah, maka akan sibuk melemahkan diri dan berusaha melawan tantangan tersebut.

Jika seorang sekretaris sudah memasuki tahap tersebut dan merasa tidak mampu untuk menghadapi beban pekerjaan yang dimiliki, maka harus muncul dari dalam diri ketahanan menta. Langkah-langkah untuk membangun mental yang kuat yaitu:

    1.Singkirkan Keraguan Diri

    Terkadang seorang sekretaris akan merasa bahwa dirinya tidak mampu dalam menjalankan suatu pekerjaan ketika beban pekerjaan itu datang. Ketidakyakinan pada diri sendiri adalah pikiran awal yang melemahkan mental diri sendiri. Pastinya setiap orang mempunyai kelemahan dan kelebihan yang tidak sama satu sama lain. Untuk mengatasinya, harus mempunyai rasa percaya diri dan menyingkirkan keraguan diri tersebut, karena ketika Tuhan sudah memberikan suatu pekerjaan, maka dirasa Tuhan merasa mampu untuk kita mengerjakannya. Sekretaris harus mempunyai rasa untuk mempercayai diri sendiri bahwa mampu dalam mengerjakan pekerjaan tersebut.

    2.Jangan Membandingkan Dirimu Dengan Orang Lain

    Ketika seorang sekretaris junior dibandingkan dengan sekretaris senior, akan terasa tidak seimbang. Mengapa? Bukan karena usia, tapi juga karena pengalaman yang sudah dilalui oleh seorang sekretaris senior. Tapi apakah seorang junior tidak ingin maju melangkah dan bisa berprestasi seperti senior? Seseorang harus mau membuka diri untuk belajar dan berkembang, tidak hanya membandingkan diri dengan orang lain. Karena tidak akan pernah sama jika kita tidak mau belajar. Dan juga jangan hanya meniru pekerjaan seseorang. Jadikan diri sendiri mempunyai trademark kerja yang beda dari orang lain.

    3.Tetap Tenang Walaupun di Bawah Tekanan

    Ketika situasi mulai memburuk, seseorang pasti akan merasakan emosi yang meluap. Tapi seorang sekretaris tidak boleh membiarkan emosi tersebut mempengaruhi pekerjaan. Karena pekerjaan seorang sekretaris memerlukan ketelitian yang tinggi. Biarkan diri sendiri untuk bisa mengendalikan emosi dan tetap tenang. Berpikirlah ketika bekerja dengan emosi, pasti hasilnya tidak bagus dan dapat mengulang pekerjaan yang sama. Ada cara untuk menghilangkan emosi ketika sudah merasa tertekan dan memuncak. Coba untuk berhitung dari satu sampai sepuluh. Sepuluh detik adalah waktu yang lama untuk menahan emosi, dan coba menghirup nafas yang dalam dan berhitung sambil berfikir.

    4.Jadwalkan Setiap Hari Apa Yang Akan Kamu Lakukan

    Seorang sekretaris tidak lepas dari jadwal. Tidak hanya membuatkan jadwal atasan, tetapi juga membuat jadwal atau to do list setiap hal yang akan dilakukan. Sekretaris juga sangat lekat dengan hal perencanaan. Mencobalah untuk berlaku disiplin dalam hal-hal yang sudah direncanakan.

    5.Renungkan apa yang Terjadi

    Di akhir hari, ketika sudah melakukan langkah-langkah diatas maka untuk mengkoreksinya, renungkan apa yang sudah terjadi pada hari itu ketika tertekan dengan beban pekerjaan. Renungkan sisi positif apa yang diperoleh ketika bermental kuat. Bandingkan dengan hal negatif saat menghadapi masalah dengan mental yang lemah.

Seorang sekretaris harus memiliki tekat yang kuat dan bermental baja untuk menyelesaikan masalah dan jangan berpikir untuk menyerah di tengah jalan. Ingatlah bahwa sudah berjalan separuh jalan dan akan sia-sia untuk kembali ke awal untuk memulai dengan rencana baru.

   For Further Information, Please Contact Us!