Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

Menapaki Faktor-Faktor Pemicu Kinerja Karyawan

29 August 2015
Category: HUMAN RESOURCE
Penulis:         Dian Khalisha Dwi Nurhadi, S.M.
Menapaki Faktor-Faktor Pemicu Kinerja Karyawan

Pernahkah anda melihat kinerja karyawan mengalami posisi stagnan tanpa ada perkembangan signifikan? Atau bahkan mengalami penurunan yang mengkhawatirkan?

Kita perlu mewaspadai dampak yang lebih krusial ketika mengalami hal-hal tersebut, misalnya meningkatnya jumlah karyawan resign dari perusahaan, hingga terjadinya penurunan performance perusahaan yang pada akhirnya berdampak pada kemerosotan income perusahaan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Depary (2010) disebutkan bahwa keberhasilan perusahaan dapat dinilai melalui 4 dimensi, yaitu kinerja manajemen sumber daya manusia, kinerja manajemen operasi-produksi, kinerja manajemen pemasaran, serta kinerja manajemen keuangan. Namun, keseluruhan dimensi tersebut tentunya juga bergantung pada bagaimana kinerja dari orang-orang pada masing-masing bagian. Berbagai sumber daya yang dimiliki perusahaan, seperti modal, metode, maupun mesin tidak akan berguna atau memberikan hasil yang optimal apabila tidak didukung oleh sumber daya manusia yang unggul.

Sebagai salah satu bagian dari perusahaan, karyawan memiliki peran penting dalam pembangunan keberhasilan perusahaan. Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan membuktikan bahwa sumber daya manusia merupakan sebuah asset berharga bagi perusahaan (Tjokro, 2012). Premis utama dari sumber daya manusia adalah manusia bukan sekedar sumber daya namun merupakan modal (capital) yang menghasilkan pengembalian (return). Setiap pengeluaran yang dilakukan perusahaan dalam rangka mengembangkan kualitas dan kuantitas modal tersebut merupakan sebuah kegiatan investasi.Perusahaan harus dapat mengelola sumber daya yang dimiliki hingga mampu berkembang dan pada akhirnya akan menciptakan value bagi perusahaan sebagai wujud hasil yang dituai dari kegiatan investasi. Apabila sumber daya manusia tidak dikelola dengan baik, maka perusahaan pun akan kesulitan dalam menggapai keberhasilan bisnis.

Apa saja faktor-faktor pemicu kinerja karyawan?

Terdapat beberapa faktor penting yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan secara signifikan antara lain: Pertama, kepemimpinan. Faktor kepemimpinan menggambarkan hubungan antara pemimpin (leader) dengan karyawan yang dipimpin. Bagaimana seorang pemimpin mengarahkan karyawan-karyawan yang dipimpinnya sangat menentukan sejauhmana karyawan mencapai tujuan dan harapan pimpinan atau bahkan perusahaan (Locander et al, 2002). Pemimpin yang baik adalah seorang pemimpin yang bijaksana, selalu terbuka terhadap hal-hal yang ingin disampaikan bawahannya, mampu memberi contoh dan mengarahkan karyawan bagaimana melakukan pekerjaan dengan benar, serta dapat mengayomi karyawan layaknya partner kerja, bukan sekedar bawahan yang bisa diperintah sekehendak hati. Hal ini dapat mendorong karyawan untuk bekerja dengan baik, hingga mencapai tujuan perusahaan. Ketika karyawan merasakan kenyamanan dengan gaya kepemimpinan atasan, maka dengan sendirinya ia akan berusaha memberikan kinerja terbaik yang dimiliki bahkan melampaui ekspektasi pimpinan. Namun apabila karyawan tidak cocok dengan kepemimpinan dari atasannya, merasa tidak dihargai, atau disepelekan, tentu ia akan bekerja dengan terpaksa dan tidak sepenuh hati. Pada akhirnya tidak akan menghasilkan kinerja terbaik yang dimiliki karyawan tersebut.

Kedua, faktor yang juga dapat mempengaruhi kinerja karyawan adalah budaya di dalam perusahaan. Menurut Gold et al (2001), budaya perusahaan merupakan nilai-nilai, kebiasaan, dan sikap terhadap pembelajaran serta aktivitas manajemen yang dianut bersama oleh segenap anggota perusahaan. Budaya perusahaan ini pada dasarnya merupakan sebuah pendekatan yang digunakan anggota perusahaan dalam melaksanakan pekerjaan dan mengatasi permasalahan yang dihadapi. Ketika budaya dalam perusahaan mengondisikan karyawan untuk terus melakukan continuous learning, menyediakan wadah untuk berkembang dan menyuarakan segala ide-ide gemilang yang dimiliki tanpa ada batasan senioritas, tentu mendorong karyawan untuk semakin maju, sehingga menghasilkan kinerja yang unggul. Pada penelitian yang dilakukan Ogbonna dan Harris (2000) ditemukan adanya hubungan positif yang kuat antara budaya kompetitif dan inovatif dengan kinerja perusahaan. Fakta ini perlu menjadi sorotan penting bagi perusahaan untuk menciptakan budaya yang kompetitif dan inovatif guna mencapai mimpi-mimpi perusahaan.

Faktor kritikal ketiga adalah motivasi kerja. Motivasi akan mendorong karyawan untuk lebih berprestasi dan produktif. Dengan adanya motivasi kerja, karyawan akan melakukan pekerjaan atas dasar keinginan untuk berprestasi dan memperoleh jabatan lebih tinggi di perusahaan. Motivasi kerja yang dapat mendorong karyawan untuk memberikan kinerja terbaik didasari oleh kebutuhan akan prestasi serta kebutuhan akan kekuasaan (Purwati, 2011). Perusahaan perlu memberikan motivasi kepada karyawan untuk memiliki prestasi yang lebih tinggi serta memperoleh umpan balik atas pelaksanaan tugas yang telah diselesaikan. Selain itu, perusahaan juga perlu memberikan motivasi kepada karyawan agar bersemangat untuk memperoleh kekuasaan. Dengan adanya motivasi tersebut, karyawan akan terdorong untuk berlomba-lomba memberikan kinerja terbaik agar memperoleh kebutuhan-kebutuhan yang mereka harapkan.

Bagaimana dengan perusahaan Anda? Sudahkah tersedia ketiga faktor pemicu unggulnya kinerja karyawan tersebut? Sudah saatnya kita bersiap siaga terhadap penyediaan faktor-faktor pemicu kinerja karyawan terutama di masa krisis ekonomi seperti saat ini. Awali dengan belajar memahami orang lain. Bukan hanya sekedar ingin dipahami namun tidak mau memahami (try to understand and be understood). Kemudian, bangun budaya yang kompetitif dan inovatif, karena hal ini dapat memacu karyawan untuk semakin maju, berprestasi, dan menggali potensi yang dimiliki untuk kemajuan perusahaan. Serta fasilitasi kinerja karyawan dengan penyediaan jenjang karir yang menjanjikan, maupun tunjangan atas prestasi unggul yang diberikan karyawan untuk kemajuan perusahaan. Dengan hal tersebut karyawan dapat terpacu untuk memberikan excellent performance guna memenuhi kebutuhan akan prestasi dan kekuasaan. Pada akhirnya, dengan adanya dukungan dari sumber daya manusia yang unggul dan berkeinginan untuk terus maju, maka keberhasilan perusahaan akan semakin mudah untuk diraih.

   For Further Information, Please Contact Us!