Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

DEFINE YOUR COMPETITIVE ADVANTAGE TO WIN A RIVALRY

07 September 2019
Category: SECRETARY
Penulis:         Nova Wuisan
DEFINE YOUR COMPETITIVE ADVANTAGE TO WIN A RIVALRY

Pada umumnya setiap bisnis memiliki kompetitor, baik dari sesama penjual produk ataupun penjual produk yang bisa menggantikannya atau biasa disebut sebagai produk substitusi. Semakin banyak pemain bisnis di bidang yang sama tentu akan semakin besar pula persaingan yang harus dihadapi. Berbeda halnya jika melakukan bisnis yang benar-benar baru, di tempat baru, tanpa pesaing dan bisnis yang dijalani menjadi bisnis perintis, maka persaingan akan lebih mudah karena kendala bisnisnya berbeda. Namun perubahan dapat terjadi kapan saja seiring perkembangan ekonomi global meskipun perusahaan atau bisnis tersebut telah mampu menjadi market leader.

Competitive Advantage sebenarnya telah diperkenalkan sejak tahun 1985 oleh Michael E. Porter dalam buku “Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance”, yang menyebutkan bahwa keunggulan kompetitif adalah sebuah kemampuan/kelebihan yang dimiliki oleh perusahaan karena memiliki karakteristik untuk mendapat kinerja lebih tinggi dibanding perusahaan lain pada pasar yang sama. Bisa dikatakan keunggulan kompetitif adalah jantung dari kinerja perusahaan dalam menempatkan strategi-strategi generik ke dalam praktik”. Sebagai jantung perusahaan tentu hal ini harus dimiliki dan dilakukan oleh semua perusahaan. Jika dalam perusahaan besar mengenal istilah ini sebagai keunggulan kompetitif, sedangkan dalam bisnis skala lebih kecil UKM lebih dikenal melakukan inovasi agar unggul di pasaran.

Untuk lebih memahami persaingan bisnis yang sedang terjadi saat ini. Pakar ekonomi Philip Kotler menyebutkan setidaknya ada 3 jenis persaingan dalam bisnis yaitu; Pertama, persaingan merk ataubrand yang pada umumnya cenderung menawarkan produk atau jasa yang sama pada konsumen dengan kualitas dan harga yang hampir sama. Semua pilihan produk ataupun jasa yang ada di pasaran itu pada akhirnya memberikan pilihan kembali ke customer karena belum tentu produk yang memiliki brand lebih bagus atau dengan harga lebih mahal dapat menguasai pasar. Kedua, persaingan industri, dimana persaingan ini timbul ketika produk yang dihasilkan akan bersaing dengan produk yang dihasilkan oleh perusahaan lainnya dalam skala kompetitor yang lebih banyak lagi. Misalnya produk minuman dan makanan akan memiliki pesaing-pesaing lain yang juga menghasilan produk yang sama. Dan yang masih dimungkinkan juga persaingan akan semakin bertambah bila ada produk sama yang dihasilkan oleh perusahaan baru lainnya. Inilah bentuk persaingan industri yang terbuka dan tidak terbatas.Ketiga, persaingan bentuk, dimana persaingan ini timbul karena bersaing dengan perusahaan lain yang membuat produk dengan fungsi sama. Meskipun jenis produknya berbeda.Keempat, persaingan umum perusahaan yang menganggap semua penjual lainnya adalah pesaing. Karena penjual lain juga bisa mempengaruhi konsumen untuk membeli produk lain.

Menghadapi berbagai persaingan bisnis tersebut ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Seperti yang disampaikan oleh Michael E Porter di Harvard Business School melalui bukunya “Competitive Strategy” memaparkan bahwa ada ‘5 kekuatan strategi bisnis’ yang sangat penting menjadi penentu intensitas persaingan dan daya tarik pasar. Pertama, ancaman pendatang baru (threat of new entrants) yaitumunculnya ancaman pendatang baru dalam bisnis bisa menjadi masalah besar jika tidak diantisipasi dengan peningkatan competitive advantage sejak awal. Inovasi produk dan harga yang lebih murah saja tidak cukup, tapi harus dengancara lebih kreatif. Kedua, kekuatan tawar menawar pemasok (bargaining power of supplier). Jika perusahaan memiliki pesaing bisnis yang menggunakan supplier sama, tentu cukup berbahaya bagi kelangsungan bisnis. Hal yang bisa saja terjadi adalah menjadi tersaingi jika harga yang mereka dapatkan jauh lebih murah. Hal ini bisa diatasi sejak awal dengan menjaga hubungan baik perusahaan dengan semua supplier dan memastikan bahwa pemasok/supplier akan selalu menjaga integritas bisnis sesuai dengan kesepakatan bisnis bersama.Ketiga, kekuatan strategi bisnis yaitu ancamanproduk pengganti. Produsen harushati-hati dengan barang pengganti di pasaran yang bisa menggeser produk yang telah ada. Meskipun produk tersebut berbeda jenis tapi fungsinya sama. Jika biaya lebih murah tapi nilai fungsional sebanding bisa jadi akan membuat konsumen akan berpindah ke produk lain tersebut. Dengan memiliki competitive advantage tentu akan meningkatkan value dan mampu membuat daya tawar lebih tinggi. Keempat, kekuatan tawar menawar pembeli (bargaining power of buyers). Apabila persaingan sudah menuju pada bagian ini, maka yang harus dilakukan adalah meningkatkan metode marketing yang lebih efektif. Upaya yang dapat dilakukan dengan menjaga hubungan baik dengan konsumen dan memberikan edukasi positif yang membangun konsumen dan membuat mereka percaya pada kita. Kelima,persaingan kompetitif diantara anggota industri (rivalry among competitive firms) bahkan dari perusahaan besar pun bisa jadi harus bersaing dengan produk sejenis dari pabrik yang sama. Hanya beda brand dan cara pemasaran. Meski demikian hal ini bisa diatasi dengan bekerja sama diantaranya membagi segmen pasar dengan membagi area/lokasi atau segmen market yang berbeda untuk setiap area/lokasi market.

Agar dapat bersaing baik secara skala nasional maupun internasional, memiliki competitive advantage merupakan kunci utama perusahaan yang tetap ingin bertahan. Dengan memiliki competitive advantage akan menghasilkan produk yang tidak dapat digantikan (non substitute product) karena tidak ada kompetitor yang dapat dengan mudah meniru produk tersebut secara utuh. Dengan tidak adanya barang substitusi atau pengganti tentu akan memberikan peluang yang lebih besar bagi produk/jasa itu untuk dapat menjadi market leader. Permintaan terhadap produk/jasa pun akan bersifat inelastic (peningkatan harga tidak mempengaruhi jumlah permintaan produk).

Agar competitive advantage tersebut berjalan berkelanjutan, maka perusahaan harus menciptakan pembatas yang membuat kompetitor mengalami kesulitan untuk masuk dalam area bisnis kita, dengan demikian kita bisa tetap melenggang sendirian di area market tersebut. Hal lain dapat dilakukan dengan melakukan riset dan pengembangan produk yang didasarkan pada survey yang dilakukan mendalam, terutama ke pelanggan utama produk kita. Selanjutnya dengan melakukan adaptasi pengembangan produk yang sesuai dengan keinginan dan harapan pelanggan, terutama untuk area keunggulan kompetitif.

Perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi menghadapkan perusahaan pada keharusan untuk dapat mengembangkan keunggulan kompetitifnya competitive advantage dengan menggabungkan pengembangan produk, inovasi, pengetahuan, ketrampilan dan sumber daya perusahaan yang dimiliki agar dapat meningkatkan nilai lebih pada kualitas produk yang sebelumnya sudah ada seperti layanan pelanggan, dukungan logistik, sistem informasi dan branding produk menjadi lebih kompetitif dan mampu bersaing. Berbagai strategi bisnis harus dilakukan agar keunggulan produk/jasa yang telah dimiliki tidak mudah tergerus dengan persaingan yang ada dan tetap dapat bersaing dengan para pesaing/kompetitor. Memenangkan persaingan bisnis memang tidak mudah tetapi bila perusahaan tetap konsisten dengan competitive advantage dapat bersaing dan menjadi pemenang diantara pesaing-pesaing pelaku bisnis lainnya.

   For Further Information, Please Contact Us!