Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

PENTINGNYA PEMAHAMAN PERBEDAAN ANTARA ERROR DAN FRAUD BAGI AUDITOR DALAM MENGKLASIFIKASIKAN TEMUAN

06 September 2019
Category: INTERNAL AUDIT
Penulis:         Ricky Richard Bua, SE., MM.
PENTINGNYA PEMAHAMAN PERBEDAAN ANTARA ERROR DAN FRAUD  BAGI AUDITOR DALAM MENGKLASIFIKASIKAN TEMUAN

Untuk dapat menjalankan fungsi assurance dan consulting yang dapat memberikan nilai tambah bagi suatu perusahaan, departemen internal audit sangat memerlukan sumber daya auditor yang berkualitas. Salah satunya adalah kemampuan berpikir kiritis atau analitis. Hal ini didukung oleh survei yang pernah dilakukan oleh Institute Of Internal Audit (IIA) tahun 2015 terkait kompetensi utama auditor internal yang dibutuhkan oleh Chief Audit Executive (CAE) diseluruh dunia yang menetapkan kemampuan berpikir kritis atau analitis diurutan pertama dari 7 skill yang dibutuhkan oleh seorang CAE. Kemampuan berpikir kritis tersebut akan membantu seorang auditor saat menjalankan tugas. Misalnya dalam hal mengklasifikasikan sebuah temuan. Apakah temuan tersebut timbul karena faktor ketidaksengajaan (error) atau karena faktor kesengajaan (fraud)?

Dengan memiliki pemahaman yang baik terakit error dan fraud, auditor internal diharapkan bisa melakukan pencegahan sedini mungkin dengan memberikan respon yang cepat dan tepat misalnya berupa teguran, atau bahkan melaporkan yang bersangkutan ke top management untuk ditindak lanjuti.

Perbedaan error dan fraud

    ØError atau kesalahan terjadi karena dua faktor. Manusia (human error) dan kesalahan teknis Contoh Kesalahan yang terjadi dari faktor manusia seperti kesalahan pencatatan, penginputan, dan dokumentasi,. Sedangkan contoh kesalahan karena faktor teknis adalah computer hang, kesalahan pemograman, dll

    ØFraud adalah tindakan curang yang dilakukan dengan sengaja untuk memperkaya diri sendiri. Ada tiga hal yang mendorong terjadinya sebuah upaya fraud, yaitu dorongan (pressure), peluang (opportunity), dan pencarian pembenaran atas tindakannya (rationalization).

    Fraud dikelompokan menjadi 3 kelompok menurut Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) :

    ·Fraudterhadap asset. Penyalahgunaan asset dibagi menjadi dua yaitu asset berupa kas dan non kas.

    ·Fraud terhadap laporan keuangan

    ·Korupsi tindakan ini menjadi dua yaitu konflik kepentingan (conflict of interest) dan menyuap atau menerima suap (briberies and excoriation)

Indikator yang digunakan untuk menentukan penyebab terjadinya error dan fraud:

Ada dua indikator yang digunakan untuk menentukan penyabab terjadinya error dan fraud:

    1.Kompetensi dan integritas klien.

    Kompetensi disini mengacu pada kemampuan klien dalam memahami dan menjalankan tugasnya. Sedangkan integritas berbicara tentang kepatuhan klien terhadap standar prosedur perusahaan dan kejujuran klien

    2.Gaya cognitive auditor.

    Cognitive berarti kemampuan berpikir rasional. Mengacu pada perbedaan karakteristik individu auditor dalam mengidentifikasi error dan fraud. Gaya cognitive harus didukung oleh kuat tidaknya bukti audit atau informasi yang diperolehnya juga

Cara mencegah terjadinya error dan fraud.

Luasnya potensi kemungkinan terjadinya error dan fraud menjadikan perusahaan harus berusaha esktra untuk mengantisipasiya. Karena kedua hal tersebut akan memberikan kerugian bagi perusahaan. Tidak hanya dari segi keuangan tapi juga waktu dan tenaga. Oleh sebab itu top management perlu berpikir cara yang tepat untuk menghindari terjadinya error ataupun fraud dalam perusahaan. Misalnya:

    1.Pelajari background calon kandidat karyawan

    Dalam melakukan proses perekrtutan calon karyawan baru, departemmen HRD atau yang tarkait perlu memperlajari background calon kandidat karyawan. Apakah kandidat pernah terlibat kasus kriminal atau tidak? Dan juga mencari informasi terkait karyawan tersebut pada perusahaan tempat dia bekerja sebelumnya

    2.Kontrol Internal Perusahaan.

Tetapkan jadwal pengontrolan internal perusahaan secara periodik untuk dilakukan pengecekan baik itu stock ataupun administrasi pada setiap departemen

    3.Gunakan Jasa KAP / Pihak Ekstern Independen

    Perlu dilakukan kerjasama dengan KAP ataupun pihak ekstern yang independen untuk melakukan audit secara rutin demi menguji integritas dan kinerja dari auditor internal dan juga akan membantu perusahaan dalam melakukan kontrol terhadap operasional perusahaan.

   For Further Information, Please Contact Us!