Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

MASA DEPAN SUMBER DAYA MANUSIA TERLETAK DI ANALISIS DATA

12 July 2019
Category: HUMAN RESOURCE
Penulis:         Elfara Rafida Zahra, S.M.,M.M
MASA DEPAN SUMBER DAYA MANUSIA TERLETAK DI ANALISIS DATA

Seiring dengan modernisasi dan tantangan pekerjaan yang semakin kompleks, employee dihadapkan dalam sebuah perubahan yang mengharuskan mereka untuk berubah serta mengembangkan diri. Selain dari segi employee itu sendiri, perusahaan juga harus memiliki cara lain agar mampu memiliki employee yang memang kompeten dan mau berkembang bersama. Peran HC penting dalam mengelola dan mengembangkan kemampuan employee untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi secara kinerjanya. Sehingga Individu (employee) menghasilkan pengetahuan dan keterampilan (human capital) serta menciptakan modal intelektual (intelektual capital). Pengetahuan ditingkatkan melalui interaksi dengan individu lain (social capital) sehingga dapat menghasilkan pengetahuan untuk mendukung pengembangan organisasi (organizational capital).

Agar HC membantu organisasi mencapai sasaran strategisnya, konsep dari HC tidak hanya mengelola orang, dan mengembangkan bakat yang ada, tetapi menentukan kebutuhan perekrutan dan melihat tren tenaga kerja untuk memungkinkan keberhasilan di masa depan. Agar dapat merekrut orang yang tepat, pekerjaan yang tepat, dan pada waktu yang tepat,HC dapat didukung oleh analitik data sebagai alat untuk mengatasi berbagai tantangan bisnis termasuk dalam merekrut, diikuti oleh pengukuran kinerja, kompensasi, tenaga kerja perencanaan, dst.

Analisis data memiliki peluang untuk berkembang dalam perekrutan, analisis data sangat dimungkinkan untuk dikembangkan dan diterapkan oleh HC. Analisis data juga bisa berperan sebagai perangkat untuk membantu karyawan menemukan talenta yang tepat di waktu yang tepat. Dengan analisis data atas bisnis perusahaan, Departemen HC bisa mengetahui kapan harus membuka lowongan, posisi apa yang paling dibutuhkan, dan juga kompetensi apa yang harus dimiliki calon karyawan. Hal ini mengantisipasi terlalu banyak menumpuknya karyawan di satu posisi atau membuka lowongan atas jabatan yang sebenarnya tidak begitu diperlukan.

Berdasarkan global talent trends report 2019, “wrong hires are almost never a matter of hard skills alone; and talent professionals are aware. In fact, 89% of respondents feel that “bad hires” typically have poor soft skills”.Inilah sebabnya mengapa semakin memprioritaskan soft skill bersama hard skill selama proses perekrutan. Merekrut orang yang memiliki keterampilan spesifik memang sulit dan merupakan banyak masalah yang dihadapi oleh CEO namun, dapat diatasi dengan dukungan data analisis sehingga CEO dapat menemukan, merekrut, dan mempertahankan orang yang tepat secara efektif dan efisien.

Dalam membantu pekerjaan HC, data analitik tidak hanya memiliki manfaat saat perekrutan namun juga untuk mengetahui :

  • Kinerja karyawan. Idealnya perusahaan atau bisnis mengidentifikasi karyawan yang membutuhkan pelatihan untuk mengoptimalkan performa mereka dan menyukseskan bisnis. Analisis data memungkinkan menawarkan wawasan kepada HC mengenai program inisiatif yang bisa membantu meningkatkan SDM, misalnya seperti program penghargaan dan pelatihan. Salah satu contoh, jika tim penjualan mengalami tantangan mengenai kinerja, data bisa digunakan untuk menentukan sesuatu yang salah kemudian memperbaikinya untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik.
  • Mempelajari perilaku karyawan. Data analitik dapat membantu menganalisa perilaku karyawan sehingga dapat mengidentifikasi pola turn over karyawan. Dari berbagai informasi yang disajikan untuk seorang karyawan dari big data, perilaku karyawan tersebut dapat lebih mudah untuk diketahui. Turn over pun bisa diprediksi sejak dini dan bisa diantisipasi, misalnya dengan menangani secara personal atau menyiapkan pengganti yang sesuai.

   For Further Information, Please Contact Us!