Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

Pentingnya Pemahaman 6 Dasar Akuntansi

04 May 2019
Category: MANAGEMENT SYSTEM
Penulis:         Angelina Hutomo Chandra, S.E.
Pentingnya Pemahaman 6 Dasar Akuntansi

Dalam menjalankan usaha, pastinya setiap pebisnis ingin mengetahui hasil kinerja perusahaan. Hasil kinerja perusahaan dapat disajikan melalui laporan keuangan. Dalam membuat sebuah laporan keuangan, maka perlu dimulai dari pencatatan administrasi dan paham mengenai akuntansi. Untuk dapat memahami dan menguasai akuntansi, perlu terlebih dahulu mempelajari dasar-dasar akuntansi.

Dasar-dasar akuntansi adalah proses atau tahap-tahap akuntansi yang merupakan poin-poin penting dari akuntansi yang harus dipahami agar bisa menjadi seorang ahli di salah satu bidang-bidang akuntansi. Dasar Dasar Akuntansi yang perlu diketahui tersebut adalah sebagai berikut :

    1.Nama dan Nomor Akun (kode perkiraan)

    Akun merupakan catatan aktifitas yang disusun secara kronologis berdasar sistem urut tertentu. Sedang kode akun adalah simbol atau nomor tertentu yang melekat pada tiap-tiap akun. Kode akun digunakan untuk memudahkan pengelompokkan akun yang tercatat pada jurnal untuk kemudian dimasukkan ke dalam buku besar.

    Keberadaan akun sangat diperlukan. Hal ini terkait dengan informasi keuangan dalam bentuk laporan keuangan yang harus mudah dipahami. Karena itu perlu disajikan secara sistematis, logis dan mudah dianalisa. Di sinilah fungsi akun. Jadi informasi keuangan harus tersusun dan terklasifikasi sedemikian rupa sesuai dengan jenis dan karakter usaha masing-masing perusahaan.

    Kelompok besar akun terbagi menjadi 2 yang terdapat pada laporan keuangan, yaitu :

    ØAkun Temporal (Temporary Accounts)

    yaitu kelompok akun yang memiliki nilai saldo bersifat sementara atau temporal. nilai saldo akun-akun kelompok ini hanya ada selama satu periode saja, karena akan ditutup di akhir periode akuntansi. Kelompok ini disebut juga sebagai Akun Nominal (Nominal Accounts). Yang masuk dalam kelompok akun ini adalah akun-akun yang tersaji dalam Laporan Laba-Rugi, yaitu Pendapatan dan Biaya. Contoh : Pendapatan Sewa, Penjualan Barang, Biaya Listrik, Biaya Sewa, Biaya Penyusutan, dsb

    ØAkun Permanen (Permanent Accounts)

    yaitu kelompok akun memiliki nilai saldo bersifat tetap atau permanen. Nilai saldo akun kelompok ini tidak pernah ditutup untuk satu periode tertentu. Jadi nilai saldonya selalu tersedia atau tersaji selama perusahaan beroperasi atau melakukan kegiatan usaha. Kelompok ini sering disebut juga dengan Akun Riil (Real Accounts). Yang masuk dalam kelompok ini adalah akun-akun yang tersaji dalam Neraca, yaitu :

    -Aset lancar, adalah harta yang mudah dicairkan, seperti Kas, Piutang, Sewa dibayar di muka.

    -Aset tetap, adalah harta yang memiliki nilai manfaat jangka panjang atau lebih dari 1 tahun, seperti Bangunan, Mesin, Kendaraan, Peralatan.

    -Hutang, adalah kewajiban perusahaan pada pihak tertentu. Utang terbagi menjadi utang lancar dan utang jangka panjang.

    -Modal, adalah hak pemilik atas kekayaan perusahaan, jumlahnya dapat dilihat di neraca dengan menjumlahkan semua aset dikurangi total utang.

    2.Konsep Debet dan Kredit

    Debet dan kredit adalah 2 sisi yang berlawanan namun harus ada keseimbangan. Debet adalah posisi akun yang bersaldo normal untuk aset dan biaya.

    -Maksud saldo debet adalah jika ada aset atau biaya mengalami penambahan harus didebet di sebelah kiri dan harus dikredit di sebelah kanan jika terjadi pengurangan.

    -Kredit adalah posisi akun yang bersaldo normal untuk utang, pendapatan dan modal yang letaknya di sisi kanan pada jurnal. Maksud saldo kredit yaitu jika akun utang, pendapatan maupun modal mengalami penambahan harus dikredit atau ditambah di sebelah kanan dan didebet di sisi kiri jika terjadi pengurangan.

    3.Penjurnalan

    Penjurnalan adalah proses mencatat transaksi-transaksi dari bukti-bukti yang ada ke dalam jurnal. Ada beberapa jenis jurnal yaitu :

    a.Jurnal umum, adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi secara rinci. Jurnal ini juga dibuat untuk mencatat penyusutan aset tetap perusahaan. Kolom yang wajib ada dalam sebuah jurnal umum adalah nomor, tanggal, jurnal atau akun, nomor referensi, kolom nominal (rupiah) debet, dan kolom nominal kredit.

    b.Jurnal khusus, adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi khusus yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan perusahaan.

    c.Jurnal penerimaan dan pengeluaran kas, adalah jurnal yang berkaitan dengan keluar-masuknya kas perusahaan.

    d.Jurnal penutup, adalah jurnal yang disusun untuk menutup akun-akun laba-rugi (pendapatan dan biaya).

    e.Jurnal pembalik, adalah jurnal yang disusun pada awal periode akuntansi baru untuk membalik akun jurnal penyesuaian tertentu. Fungsinya untuk menyesuaikan akun-akun yang telah dibuat jurnal penyesuaian pada akhir periode (tutup buku). Jurnal ini dibuat sebelum perusahaan mencatat transaksi baru pada periode buku baru.

    4.Pemostingan Jurnal ke Buku Besar

    Buku besar atau Ledger adalah kumpulan transaksi suatu akun. Teknis dalam pemostingan atau pemindahan jurnal ke buku besar adalah setelah semua transaksi tercatat ke dalam jurnal, selanjutnya dilakukan transfer atau posting atau memindahkan jurnal ke dalam buku besar sesuai dengan tiap-tiap nama akunnya. 1 nama akun memiliki 1 buku besar. Jadi transaksi yang terkait dengan 1 jenis akun akan masuk dalam 1 buku besar.

    5.Membuat Neraca Percobaan (Trial Balance)

    Neraca percobaan sama seperti neraca biasa. Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui apakah pencatatan telah benar sesuai debet-kreditnya. Jika sudah sesuai, nilai nominal pada sisi debet akan sama dengan nilai nominal pada sisi kredit. Hal itu yang disebut dengan balance (seimbang).

    Itulah mengapa neraca disebut dengan Balance Sheet. Jika tidak balance antara sisi debet dan kredit, berarti terdapat kesalahan dalam pencatatan, misal : salah jenis akun, salah nilai nominal atau salah masuk buku besar. Yang membedakan dengan neraca, teknis neraca percobaan adalah dengan memasukkan semua jenis akun ke dalam 1 neraca baik akun neraca atau pun akun laba-rugi.

    6.Penyajian Laporan Keuangan

    Penyajian laporan keuangan merupakan salah satu fungsi akuntansi. Maka jika telah dibuat neraca percobaan dengan hasil balance, selanjutnya dapat dilakukan penyajian laporan keuangan. Proses ini adalah tahap terakhir karena laporan keuangan adalah output dari serangkaian proses akuntansi. Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan perusahaan pada satu periode tertentu yang menggambarkan aktifitas atau kinerja suatu entitas usaha atau perusahaan yang disajikan dalam bentuk mata uang tertentu. Laporan keuangan terdiri dari :

    -Neraca (Balance Sheet), adalah laporan yang menyajikan posisi keuangan atau aset perusahaan pada periode tertentu.

    -Laporan Laba Rugi (Profit and Loss Report), adalah laporan yang menyajikan perhitungan atas keuntungan atau kerugian perusahaan. Terdiri dari semua pendapatan yang diperoleh perusahaan dikurangi biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut. Jika hasilnya lebih besar pendapatan (nominal positif) berarti perusahaan mengalami untung atau laba. Namun jika sebaliknya, biaya lebih besar dari pendapatan (nominal negatif) berarti perusahaan mengalami kerugian.

    -Laporan Perubahan Modal / Ekuitas (Equity Report), adalah laporan yang menyajikan penambahan atau pengurangan investasi dari pemilik modal perusahaan, yang kemudian ditambah dengan laba atau dikurangi kerugian. Hasil akhirnya dapat diketahui posisi atau berapa total modal perusahaan pada akhir periode tertentu.

    -Laporan Arus Kas (Cash Flow Report), adalah laporan yang menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas pada investasi atau operasional perusahaan dalam 1 periode tertentu.

Itulah Dasar Dasar Akuntansi yang sangat penting untuk mengetahui dan memahaminya agar kita bisa menguasai akuntansi dan mampu membuat Laporan Keuangan.

   For Further Information, Please Contact Us!