Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

Accounting As A Foundation For Startup Business (Part 2)

20 April 2019
Category: MANAGEMENT SYSTEM
Penulis:         Inge Kumalasari, S.E.
Accounting As A Foundation For Startup Business (Part 2)

Di kesempatan yang lalu Saya sudah menjelaskan mengenai tahapan-tahapan awal yang harus dipikirkan oleh pemilik startup bisnis. Pada kesempatan kali ini akan Saya bahas apa saja fungsi dari Laporan Keuangan.

Laporan Keuangan : Senjata Rahasia Perusahaan Startup

Ini saat di mana accounting berperan. Dengan adanya laporan keuangan perusahaan dapat mengambil keputusan dengan lebih baik. Beberapa cara perhitungan yang dapat digunakan:

    1.Runway

    Runway adalah metriks yang paling sederhana, yaitu dengan menghitung berapa uang yang dimiliki perusahaan saat ini dibandingkan dengan pengeluaran setiap bulan. Contoh, jika perusahaan memiliki saldo bank Rp100 juta, dan pengeluaran per bulan rata-rata adalah Rp10juta. Maka perusahaan memiliki Runway selama 10bulan meskipun tidak mendapatkan pendapatan apapun.

    2.Net Profit Margin Ratio

    Biasanya hanya dikenal sebagai “profit margin”. Angka ini menunjukkan berapa keuntungan yang didapatkan dari seluruh pendapatan perusahaan. Dengan kata lain, apakah pengeluaran perusahaan terlalu besar? Apakah perusahaan membutuhkan adanya kenaikan harga barang atau memotong pengeluaran? Mungkin perusahaan memiliki banyak dana kas di bank, namun Net Profit Margin Ratio menunjukkan apakah perusahaan mencatat keuntungan atau tidak.

    Ketika perusahaan mencatat dengan detail segala transaksinya, maka perusahaan dapat mendapatkan beberapa informasi tambahan sbb:

    -Di mana saja customer perusahaan?

    -Siapa customer terbesar perusahaan?

    -Siapa supplier terbaik perusahaan?

    -Barang apa saja yang paling laku terjual?

    -Barang apa saja yang menghasilkan keuntungan paling tinggi?

    -Bagaimana performa perusahaan periode ini dibandingkan dengan periode sebelumnya?

Bagaimana Mengelola Laporan Keuangan yang dapat Diandalkan?

Laporan Keuangan tersusun dari berbagai macam informasi yang tercatat dari transaksi, dicatat pada Jurnal Umum, dikategorikan pada Buku Besar, Di susun dalan Neraca Saldo, dan dilaporkan pada Laporan Laba/Rugi dan Neraca perusahaan.

Dalam proses penyusunan tersebut perlu diperhatikan pada pencatatan setiap transaksi harus dilakukan secara benar, lengkap dan tepat waktu. Sehingga data-data tersebut dapat menghasilkan laporan yang dapat diandalkan. Selain pencatatan, juga perlu diperhatikan pengendalian internal perusahaan, sehingga tidak terjadi kebocoran. Ketika perusahaan sudah berkembang, namun masih ada kebocoran di sana sini, maka hal ini akan menghambat perkembangan perusahaan pada jangka waktu yang panjang. Sehingga hal-hal tersebut sebaiknya diperhatikan sejak dini, sehingga meminimalisir kecurangan yang mungkin terjadi.

Disinilah juga ada peran Akuntan, khususnya akuntan yang ahli dalam pembuatan sistem administrasi perusahaan untuk membuat fondasi yang baik untuk pengendalian internal perusahaan. Fondasi yang baik akan sangat menunjang pengembangan perusahaan secara jangka panjang.

Accounting : DIY or Outsource?

Sebagai seorang startup founder, Anda perlu untuk menentukan apakah perusahaan akan menyediakan waktu untuk pekerjaan accounting dan sistem administrasi atau untuk melakukan outsource dari pihak ahli. Berikut ada beberapa pilihan:

    1.Mempekerjakan seorang Akuntan, pada tahap awal pembentukan perusahaan

    Tidak pernah terlambat untuk duduk dan berdiskusi dengan seorang Akuntan. Bahkan ketika perusahaan memilih untuk mengerjakan sendiri pencatatan harian dan mingguan bahkan bulanannya, seorang Akuntan dapat memberikan arahan pada masa awal pembentukan perusahaan startup, seperti “metode accounting apa yang harus di pilih?”, “pengeluaran apa yang dapat diefisiensikan?”, “bagaimana cara kontrol keuangan yang baik?”. Perusahaan juga membutuhkan bantuan seorang Akuntan pada masa pelaporan pajak. Karena perpajakan WP badan lebih kompleks daripada perpajakan WP pribadi.

    2.Melakukan pembukuan sendiri

    Ketika perusahaan startup baru ada di masa awal berdiri, mungkin perusahaan memiliki budget yang masih terbatas. Sehingga dalam kasus ini, Anda sebagai pemilik perusahaan mempertimbangkan untuk melakukan sendiri pencatatan-pencatatan perusahaan.

    Kelebihannya, jika Pemilik sendiri yang memegang keuangan, sistem administarsi dan pencatatan, maka Anda akan mengetahui betul asrus kas perusahaan. Pemilik akan lebih percaya diri dengan keuangan perusahaan sehingga dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat.

    3.Anda dapat melakukan Outsource untuk Pembentukan Sistem Administrasi, Pencatatan dan Pembuatan Laporan Keuangan Perusahaan

    Ketika perusahaan startup semakin besar, maka besar kemungkinan Pemilik sudah tidak ada cukup waktu untuk mengerjakan sendiri manajemen internal seperti sistem administrasi dan pembukuan perusahaan.

    Sehingga perusahaan dapat melakukan outsource tenaga ahli yang telah berpengalaman di bidangnya untuk membantu perusahaan melakukan pembuatan sistem administrasi yang baik, pembuatan laporan keuangan, analisa laporan keuangan. Manajemen perusahaan pun dapat melakukan diskusi dan mendapatkan banyak masukan dari tenaga ahli tersebut sehingga dapat mendukung perkembangan perusahaan startup Anda secara jangka panjang.

   For Further Information, Please Contact Us!