Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

TOP EMPLOYEE ENGAGEMENT TRENDS IN 2019

06 April 2019
Category: HUMAN RESOURCE
Penulis:         Rizki Faradila, S. Psi
TOP EMPLOYEE ENGAGEMENT TRENDS IN 2019

2019 menjadi tahun yang challenging bagi para professional Human Resources (HR), bersamaan dengan masuknya revolusi industri 4.0. Artinya, era teknologi terkini dan serba canggih akan menguasai dunia. Josh Bersin, pendiri Bersin by Deloitte mengemukakan bahwa 2019 akan menjadi tahun ketika praktisi HR harus lebih memperhatikan dan mempertimbangkan produktivitas daripada automatisasi. Salah satu kunci keberhasilan suatu perusahaan adalah employee engagement atau keterlibatan karyawannya. Istilah tersebut merujuk pada komitmen secara emosional seorang karyawan terhadap peran dan perusahaannya secara keseluruhan.

Sementara itu, penelitian oleh Gallup menyebutkan bahwa hanya 8% karyawan di Indonesia engaged di pekerjaannya. Artinya sebagai besar karyawan Indonesia merasa tidak terlibat (feeling disengaged) terhadap pekerjaannya. Padahal karyawan disengaged cenderung mengantarkan pada penurunan produktivitas perusahaan. Oleh sebab itu, penting bagi praktisi HR di perusahaan untuk mulai berinvestasi dalam menciptakan dan meningkatkan kadar keterlibatan karyawannya agar mendorong kemajuan bisnis perusahaan. Berikut adalah beberapa tren strategi employee engagement yang dapat menjadi pertimbangan untuk mendorong pengembangan bisnis perusahaan Anda.

    1.Purpose at Work

    Setiap profesi atau peran di masyarakat tentu ada karena suatu alasan. Dan ketika karyawan memahami alasan tersebut, dan merasa bahwa pekerjaan yang dilakukan itu penting serta bermakna bagi dirinya sendiri, tentu mudah bagi mereka untuk menentukan upaya-upaya untuk mencapai goals perusahaan. Oleh sebab itu, perusahaan perlu memberikan penghargaan dan pengakuan terhadap setiap upaya mereka -sekecil apapun itu- memengaruhi keberhasilan perusahaan. Pengakuan dari perusahaan erat kaitannya dengan sense of puporse. Ketika perusahaan mengakui dan menghargai setiap upaya-upaya karyawannya, maka akan memengaruhi peningkatan employee engagement.

    2.Focus on Employee Experience

    Budaya perusahaan, teknologi, ruang kerja, dan sistem penunjang kerja merupakan faktor-faktor pengalaman karyawan. Semakin baik experience yang dirasakan karyawan, semakin meningkat pula rasa keterlibatannya terhadap pekerjaan. Selain itu, dengan meningkatkan customer service di internal perusahaan mengarah pada employee experience yang lebih baik. Ketika perusahaan memperlakukan setiap karyawannya seperti pelanggan, maka dapat dipastikan karyawan Anda akan memperlakukan pelanggan eksternal dengan lebih maksimal.

    3.Professional Development

    Kemajuan teknologi yang semakin cepat, munculnya kecerdasan buatan, dan software yang semakin canggih cukup signifikan mengubah dunia kerja. Kondisi ini membuat karyawan merasa keterampilan (skills) yang dimiliki menjadi ‘ketinggalan zaman’. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa karyawan milenial khususnya, merasa pengembangan professional penting untuk dilakukan karena ketika perusahaan menyediakan hal tersebut, menumbuhkan keyakinan bahwa perusahaan memperhatikan mereka. Untuk itu, memberi peluang bagi setiap karyawan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan baru termasuk salah satu strategi dalam meningkatkan employee engagement.

    4.Performance Management-Real-time Feedback

    Beberapa tahun lalu, pemberian feedback hanya sekadar mengumpukan data-data terkait kinerja karyawan. Namun zaman sekarang, perusahaan perlu mengadakan sesi atau program khusus untuk pemberian feedback secara real-time dengan cara memberikan masukan atau corrective action yang perlu dilakukan untuk memaksimalkan produktifitas kerja karyawannya masing-masing. Manajemen kinerja yang efektif, dalam hal ini pemberian real-time feedback akan membantu karyawan menyelaraskan tujuan pribadi mereka dengan tujuan organisasi yang lebih besar, membantu karyawan dan perusahaan berkembang dan tumbuh lebih optimal.

    5.Diversity & Inclusion

    Komitmen perusahaan terhadap keberagaman mendorong tumbuhnya kepercayaan karyawan dalam suatu perusahaan. Karyawan merasa nyaman dan aman secara psikologis ketika mengetahui perusahaan tempat mereka berkarir memiliki komitmen terhadap keadilan dan kesetaraan, tidak memandang secara subyektif terhadap ras/etnis tertentu, agama tertentu, maupun gender tertentu. Ketika karyawan merasa nyaman dan aman di lingkungan pekerjaan, tentu menjadikan mereka lebih bahagia dan lebih produktif dalam bekerja.

Keterlibatan karyawan (employee engagement) memang bukan merupakan praktik yang dapat diciptakan dalam semalam, melainkan merupakan serangkaian strategi perusahaan untuk merekrut, melibatkan dan mempertahankan karyawan terbaiknya. Karena pada masa mendatang, suatu perusahaan cenderung berpusat pada karyawan. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk mulai terdorong dalam meningkatkan keterlibatan karyawannya. Karena ketika karyawan Anda merasa terlibat secara emosional terhadap pekerjaannya, tentu akan mengantarkan pada produktivitas perusahaan. Karyawan yang highly engaged dapat mendorong kesuksesan, baik dalam skup individu, tim, maupun pada seluruh aspek perusahaan.

   For Further Information, Please Contact Us!