Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

COSO ERM Framework: Hubungan Antara Strategi Dengan Risiko Strategisnya

15 March 2019
Category: INTERNAL AUDIT
Penulis:         Yovita Susetio, B.A.B.Acc (Bachelor Of Arts In Business Accounting)
COSO ERM Framework: Hubungan Antara Strategi Dengan Risiko Strategisnya

Pengelolaan dan pencegahan risiko secara efektif akan selalu menjadi tantangan bagi perusahaan. Dalam lingkungan yang penuh dengan risiko saat ini, tidak diragukan lagi akan sangat susah bagi Dewan Eksekutif untuk memiliki keyakinan bahwa rencana dan strategi mereka akan berjalan sesuai yang diharapkan, atau bahkan di atas ekspektasi mereka. Memang hampir tidak ada yang namanya 100% dalam hal apapun. Apalagi datangnya risiko seringkali secara tiba- tiba dan tidak terduga. Perusahaan yang tertinggal dan tidak sempat mengantisipasi risiko dapat dengan cepat menjadi mangsa dari kefatalan inovasi. Itulah salah satu alasan mengapa pengelolaan risiko strategis telah menjadi prioritas tinggi bagi banyak eksekutif

Apa itu Risiko Strategis?

Risiko strategis adalah risiko yang dapat merusak model bisnis dan keunggulan kompetitif suatu perusahaan. Risiko strategis dapat muncul dalam berbagai bentuk, termasuk peristiwa ekonomi (seperti krisis keuangan) atau pergeseran preferensi konsumen.

Keberhasilan suatu strategi dapat dikatakan terkait erat dengan pemahaman mengenai risiko strategis perusahaan. Berdasarkan Deloitte’s Exploring Strategic Risk, risiko strategis telah menjadi fokus utama dengan 81% perusahaan yang disurvei sekarang menyatakan mereka lebih fokus untuk mengelola risiko strategis dibandingkan membatasi fokus mereka pada bidang-bidang risiko tradisional, seperti risiko operasional, keuangan, dan kepatuhan. Selain itu, penting bagi perusahaan untuk tidak hanya fokus pada tantangan yang dapat menyebabkan strategi tertentu gagal, tetapi juga pada risiko besar yang dapat memengaruhi posisi dan kinerja jangka panjang perusahaan.

Pengintegrasian risiko dan strategi dari tiga perspektif tertanam dalam draft pembaruan ERM Framework COSO, yang disebut Enterprise Risk Management; 3 perspektif tersebut mencakup: risiko yang datang ke arah strategi, risiko yang berasal dari strategi, dan risiko strategi itu sendiri.

    1.Risiko yang datang ke arah strategi

    Risiko ini dapat diartikan sebagai risiko yang muncul pada saat kita mengeksekusi strategi. Salah satu contoh ialah risiko Talent Management. Kita memasuki era di mana baby boomers sudah saatnya menyerahkan kepemimpinannya kepada generasi baru, yaitu para millennials. Oleh karena itu, timbullah risiko baru kurangnya tenaga kerja ahli. Berdasarkan Deloitte’s 2018 Global Chief Audit Executive research survey, salah satu risiko yang paling sering ditemukan dan berdampak yang besar dalam organisasi adalah keterampilan atau bakat yang hilang (mencapai 37%).

    Beberapa tahun lalu, mungkin hal ini bukanlah suatu risiko signifikan bagi perusahaan. Namun, sekarang Talent Management (pengelolaan talenta) bisa dikatakan merupakan salah satu topik terpanas yang sering dibahas dalam ruang rapat. Risiko ini penting, sehingga seringkali dewan harus mempertimbangkan untuk meninjau kembali strategi. Sebagian besar proses pemilihan strategi mempertimbangkan risiko dan dampak mereka terhadap perusahaan.

    2.Risiko yang berasal dari strategi

    Risiko ini merupakan risiko yang muncul akibat implikasi dari strategi. Tiap- tiap strategi pasti datang dengan seperangkat risiko. Untuk itu, manajemen dan dewan direksi harus mempertimbangkan bagaimana masing-masing strategi berperan dalam mencapai tujuan bisnis, mengalokasikan sumber daya, mengembangkan kemampuan, dan menambah nilai kompetitif perusahaan. Baru kemudian, manajemen dan dewan memilih dan menyetujui strategi manakah yang paling cocok dan tepat.

    Contohnya dalam Talent Management, suatu perusahaan dapat mempertimbangkan banyak strategi dalam pemilihan sumber daya. Untuk menghadapi risiko- risiko yang mendatang, perusahaan dapat memilih untuk memanfaatkan tenaga kerja yang sudah ada di perusahaan dengan cara melatih dan memotivasi mereka atau perusahaan dapat memilih untuk outsource tenaga kerja dari luar yang lebih professional. Tiap- tiap strategi memiliki risiko dan kelebihan dan kekurangannya sendiri. Apabila perusahaan memilih untuk melatih karyawan internal mereka, kelebihannya ialah pelatihan tersebut menghasilkan bakat dengan tingkat awareness terhadap perusahaan yang tinggi dan pengetahuan tentang bisnis yang kuat. Akan tetapi, perusahaan akan menghabiskan waktu yang cukup banyak untuk pelatihan tambahan keterampilan audit dan hasilnya belum tentu memuaskan. Sedangkan, apabila perusahaan memutuskan untuk outsource tenaga kerja, kelebihannya ialah kualifikasi mereka pasti tinggi dan pemahaman mereka terhadap Professional Standards sudah tidak perlu diragukan lagi. Namun, kekurangannya ialah perusahaan membutuhkan lebih banyak persiapan untuk membantu personel eksternal memahami bagaimana perusahaan tersebut beroperasi dan seringkali biayanya cukup besar.

    Dewan dan manajemen perlu memahami implikasi dari strategi sebelum mereka menyetujui strategi. Karena jika mereka memeriksa semua strategi dengan implikasinya secara teliti, bisa jadi mereka akan memilih strategi yang berbeda dari yang seharusnya mereka miliki.

    3.Risiko strategi itu sendiri

    Inti permasalahan terpenting dalam pemilihan strategi adalah kemungkinan strategi yang telah dipilih tidak selaras dengan misi dan visi perusahaan. Setiap perusahaan memiliki misi, visi, dan nilai-nilai yang menentukan tujuan mereka, apa yang ingin dicapai dan bagaimana menjalankan bisnis. Strategi yang tepat dan dipilih nantinya itu harus mendukung visi misi dari perusahaan. Strategi yang tidak selaras meningkatkan kemungkinan bahwa organisasi mungkin tidak mewujudkan misi dan visinya.

    Sumber kehancuran nilai terbesar yang diakibatkan oleh strategi itu sendiri ialah apabila strategi tersebut tidak sejalan dengan misi dan visi. Untuk menghindari hal ini terjadi, perusahaan dapat menggunakan pendekatan risk-centric, suatu pendekatan dimana perusahaan mengidentifikasi, memahami, membahas dan bertindak atas risiko yang dihadapi dan diambil oleh organisasi. Setelah sukses mengimplementasikan pendekatan risk-centric ini, baru kemudian perusahaan dapat memilih strategi dengan keyakinan yang lebih besar.

Kesimpulannya, ketiga perspektif di atas dapat membantu suatu perusahaan lebih memahami bagaimana strategi dengan risiko strategisnya saling terkait dan bagaimana pemilihan strategi dapat ditingkatkan lagi. Memang proses pemilihan strategi biasanya memakan waktu cukup lama dan di tengah- tengah proses pengambilan keputusan terkadang muncul risiko- risiko baru yang mungkin dapat merubah keputusan tersebut. Oleh karena itu, strategi harus sering- sering dievaluasi untuk menghindari errors dan ketertinggalan.

   For Further Information, Please Contact Us!