Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

TIPS PERKECIL RISIKO PIUTANG

02 March 2019
Category: ACCOUNTING
Penulis:         Stephanie Margareth Wiguna, S.E
TIPS PERKECIL RISIKO PIUTANG

Pada umumnya, perusahaan yang bergerak di bidang dagang maupun industri menginginkan pembayaran atas penjualan nya secara tunai. Namun pada kenyataannya, banyak pula perusahaan yang melakukan penjualan secara kredit. Ada beberapa alasan yang mendasari hal tersebut, terutama masalah keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Sehingga banyak yang menerapkan pembayaran kredit dengan jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian. Padahal, sebagian besar pengusaha tentu lebih menginginkan penjualan tunai, sehingga tidak perlu dipusingkan dengan piutang tidak lancar.

Tak bisa dipungkiri penjualan secara kredit ini dapat mendongkrak omzet penjualan bisnis, sehingga bisa meningkatkan keuntungan dalam bisnis. Disisi lain, sistem penjualan kredit ini dapat menghambat cash flow yakni penerimaan kas perusahaan. Tidak menutup kemungkinan, risiko penjualan kredit yang dilakukan bisa tidak tertagih dan macet sehingga mengakibatkan kerugian dalam bisnis perusahaan. Sebelum kita membahas langkah-langkah yang harus dilalui untuk memperkecil risiko piutang, kita pelajari terlebih dulu ciri-ciri piutang berikut ini:

    a.Terdapat nilai jatuh tempo

    Nilai jatuh tempo adalah beban yang harus di bayar oleh konsumen karena terlambat membayar, sehingga nilainya akan semakin besar jika semakin lama tidak dibayar.

    b.Adanya tanggal jatuh tempo

    Umumnya piutang menggunakan dua jenis pengukuran yaitu hari dan bulan. Dengan adanya tanggal jatuh tempo ini harapannya pelanggan bisa membayar tepat waktu, jika terlambat maka konsumen berisiko terkena denda.

    c.Adanya bunga yang berlaku

    Piutang bisa terjadi karena pembeli memilih transaksi penjualan secara kredit sehingga menimbulkan bunga. Bunga ini merupakan salah satu bentuk konsekuensi dari pembeli yang meminta tenggat waktu tertentu untuk melunasi pembayaran. Kebijakan presentase bunga yang diberikan ke konsumen ditentukan oleh penjual.

Setelah memahami ciri-ciri piutang di atas, kini saatnya Anda mengetahui jenis-jenis piutang, berikut adalah pembahasannya:

    a.Piutang Usaha merupakan piutang yang terjadi karena penjualan barang atau jasa secara kredit dengan waktu jatuh tempo sekitar 30-60 hari.

    b.Wesel Tagih adalah dokumen piutang yang dikeluarkan oleh perusahaan lain dengan tujuan karena belum bisa membayar saat penyerahan barang, umumnya wesel tagih mempunyai waktu jatuh tempo 30-60 hari atau sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

    c.Piutang Lain-Lain adalah piutang selain piutang dagang seperti piutang gaji, piutang bunga, uang muka karyawan, dan sebagainya.

Setelah kita mengetahui ciri-ciri piutang dan jenis-jenis piutang, langkah selanjutnya adalah mempelajari hal-hal yang dapat diantisipasi agar risiko piutang bisa ditekan sekecil mungkin. Berikut tips yang dapat dilakukan untuk memperkecil risiko piutang:

    a.Melakukan penentuan besarnya risiko yang akan ditanggung perusahaan atau biasa disebut sebagai piutang yang dicadangka. Presentase risiko tersebut diambil dari pengalaman tahun sebelumnya. Contoh: jika risiko yang ditetapkan adalah 15% dari piutang, dan perusahaan ingin melakukan scale up penjualan dengan harga Rp200.000 dan mengakibatkan tambahan biaya sebesar Rp100.000, maka perhitungan tambahan keuntungannya adalah (200.000 – 100.000 – (15% x 200.000)) = Rp70.000,00.

    b.Mengukur kemampuan debitur untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya seperti hutang jangka pendek yang harus segera dibayar atau bisa disebut likuiditas.

    c.Mengukur kemampuan debitur untuk bisa menghasilkan keuntungan selama periode tertentu atau bisa disebut rentabilitas.

    d.Membuat klasifikasi kredit pada setiap pelanggan untuk menganalisa secara lengkap agar diketahui sejarah kredit setiap pelanggan apakah ada permasalahan atau lancar.

    e.Melakukan seleksi kepada konsumen dengan mengecek histori kredit yang telah dilakukan sebagai dasar penentuan jumlah maksimum yang diterima debitur, apakah ada penambahan, pengurangan ataukah tetap.

Demikianlah pembahasan mengenai tips untuk memperkecil risiko piutang dalam bisnis. Perlu diketahui piutang adalah salah satu hal yang penting dan krusial untuk dikelola dengan baik oleh perusahaan, sebab hal tersebut dapat berpengaruh pada cash flow perusahaan. Anda dapat menggunakan jasa konsultan Strategic Management Accounting kami untuk menganalisa lebih detail pengelolaan piutang maupun komponen laporan keuangan lainnya, serta memberikan saran terbaik bagi perusahaan Anda. Semoga bermanfaat.

   For Further Information, Please Contact Us!