Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

Due Audit Care Untuk Meningkatkan Kualitas Laporan Audit

11 February 2019
Category: AUDIT
Penulis:         Bramianto Mochamad, S.Ak.
Due Audit Care Untuk Meningkatkan Kualitas Laporan Audit

Laporan audit adalah produk utama yang dibutuhkan perusahaan dari rangkaian proses pengauditan yang dilakukan oleh auditor. Pengguna laporan audit yang terdiri atas pengguna eksternal seperti calon investor, pemberi kredit, atau pihak ba1nk, maupun pihak internal yaitu pemilik, manajemen dan pemegang saham mengandalkan laporan yang mereka anggap adalah kondisi sebenarnya dari sebuah perusahaan dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, dalam menjalankan pekerjaannya seorang auditor harus memiliki standar agar pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pengguna jasa audit.

De Angelo (1981) mendefinisikan kualitas audit sebagai probabilitas dimana seorang auditor menemukan dan melaporkan tentang adanya suatu pelanggaran dalam sistem akuntansi kliennya. Probabilitas penemuan suatu pelanggaran tergantung pada kemampuan teknis dan independensi auditor tersebut. Beberapa penelitian umumnya mengasumsikan bahwa auditor dengan kemampuannya akan dapat menemukan suatu pelanggaran dan kuncinya adalah auditor tersebut harus independen. Tetapi tanpa informasi tentang kemampuan teknik (pengalaman, pendidikan, profesionalisme, dan struktur audit perusahaan), kapabilitas dan independensi akan sulit bagi auditor untuk melakukannya.

Untuk dapat melakukan pekerjaannya dengan mutu yang baik, seorang auditor harus memiliki dan menerapkan due audit care. Due audit care atau kehati-hatian audit merupakan pusat kegiatan profesi yang cukup penting yang harus diterapkan setiap akuntan publik dalam melaksanakan jasa/pekerjaan profesionalnya agar dapat mencapai mutu pekerjaan yang baik. Hal ini juga dinyatakan dengan tegas dalam Standar Profesional Akuntan Publik dalam standar umum ketiga yang berbunyi:“Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama.”

Standar ini menuntut auditor untuk menjalankan rangkaian proses audit dengan cermat dan seksama. Cermat dan seksama dapat diartikan juga bahwa auditor harus mampu bertanggung jawab atas semua yang dilaporkannya sehingga auditor diwajibkan untuk selalu berpikir kritis atas apa yang ditemuinya dalam menjalankan proses audit. Dengan kata lain, auditor harus selalu mematuhi dan menjalankan proses audit sesuai dengan standar teknis dan etika profesional yang berlaku sehingga pengguna jasa mendapatkan jasa profesional yang kompeten berdasarkan pelatihan, perundang-undangan, dan teknik terkini.

Mautz dan Sharaf (1993) membagi konsep due audit care menjadi dua bagian yaitu:

1.Pelaksanaan ide praktik yang berhati-hati

2.Menunjukkan kecakapan dalam bermacam-macam kondisi

Sedangkan dalam petunjuk pelaksanaan kode etik Ikatan Akuntan Indonesia dijelaskan bahwa Due Audit Care dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama yaitu tahap perolehan due audit care dan tahap kedua adalah peningkatan due audit care (IAI dalam Agoes, 1996).

a.Tahap Perolehan Due Audit Care

Untuk memperoleh due audit care tidaklah sulit. Due audit care dapat diperoleh dengan cara mengikuti pendidikan formal dibantu dengan pendidikan khusus, pelatihan, atau ujian dalam subyek profesional yang relevan dan pengalaman kerja.

b.Tahap Peningkatan Due Audit Care

Peningkatan due audit care membutuhkan kesadaran diri dari auditor itu sendiri untuk selalu mengikuti perkembangan yang ada terutama perkembangan dalam profesi sebagai akuntan termasuk penerbitan Standar Akuntansi Keuangan, standar profesi, pengendalian mutu sesuai dengan standar audit yang relevan, serta bidang-bidang lain yang terkait dengan penugasan yang diterima oleh auditor.

Selanjutnya, seorang auditor melaksanakan due audit care jika:

1.Menetapkan langkah-langkah tindakan yang akan dilakukan

2.Memperluas pengalaman auditnya

3.Merencanakan dan melakukan pengujian

4.Mencegah kesalahan pengukuran atas situasi yang tidak dikenalnya

5.Menentukan langkah-langkah yang cukup untuk menjawab keraguannya

6.Mengikuti perkembangan dalam area kompetensinya

7.Mereviu pekerjaan asistennya

Kecermatan dan keseksamaan audit dapat mendeteksi adanya kesalahan dan kecurangan. Dengan diterapkannya due audit care, pemberi kerja atau pengguna jasa akan menerima jasa audit yang optimal karena kemungkinan untuk terjadi kesalahan dalam laporan telah diminimalisir. Sehingga laporan yang dikeluarkan oleh auditor menjadi lebih berkualitas dan dapat diandalkan oleh penggunanya sebagai dasar pengambilan keputusan. Selain itu, penerapan due audit care juga dapat meminimalisir risiko tuntutan hukum yang dapat dihadapi oleh seorang auditor karena semua pekerjaan yang dilakukan sudah mengikuti prosedur dan memiliki bukti yang kuat.

   For Further Information, Please Contact Us!