Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

Manajemen Aset, Seberapa Pentingkah Bagi Perusahaan?

08 February 2019
Category: ACCOUNTING
Penulis:         Arief Dharmawan, S.E.
Manajemen Aset, Seberapa Pentingkah Bagi Perusahaan?

Manajemen Aset didefinisikan menjadi sebuah proses pengelolaan aset (kekayaan) baik berwujud dan tidak berwujud. Aset (kekayaan) tersebut harus memiliki nilai ekonomis, nilai komersial, dan nilai tukar yang mampu mendorong tercapainya tujuan dari individu dan organisasi. Untuk mencapai tujuan tersebut individu/organisasi harus melalui proses manajemen planning, organizing, leading dan controlling. Hal ini bertujuan mendapat keuntungan dan mengurangi biaya (cost) secara efisien dan efektif.

Aset merupakan hal terpenting bagi sebuah perusahaan yang harus dikelola dengan baik untuk mendapatkan manfaat bagi perusahaan, sekaligus tercapainya tujuan perusahaan. Alasan perlunya dilakukan manajemen aset, adalah sebagai berikut:

    1.Menjaga Nilai Aset

    Manajemen aset yang telah dilakukan oleh perusahaan dapat menjaga kondisi aset, dan menghindari kerusakan terhadapat aset. Dengan menjaga kondisi aset tersebut, maka output yang akan dihasilkan oleh aset tersebut tetap tinggi, dan sesuai dengan tujuan perusahaan.

    2.Memonitor Penyusutan Aset

    Manajemen aset dapat memonitor penyusutan aset yang dapat memberikan gambaran kondisi aset., seperti apakah umur aset tersebut sebanding dengan produktivitasnya?

    3.Menghindari Pembelian Berlebih

    Dengan melakukan manajemen aset, perusahaan dapat menentukan kondisi suatu aset. Tanpa adanya manajemen aset, perusahaan mengalami kesulitan untuk menentukan aset mana yang menjadi prioritas dalam produksi, dan seberapa banyak kebutuhan bahan baku. Dalam hal ini perusahaan dapat menghindari pembelian berlebih bahan baku yang dibutuhkan.

    4.Memudahkan Pembuatan Anggaran

    Dengan adanya manajemen aset, perusahaan dapat melakukan perencanaan pendanaan untuk pembelian, pemeliharaan, maupun pengahapusan suatu aset.

    5.Menciptakan Manajemen Risiko

    Manajemen risiko sangat penting karena dapat menciptakan kesadaran perusahaan tentang adanya bahaya dan risiko dari aset yang dimiliki oleh perusahaan, sehingga perusahaan dapat mengurangi risiko dengan menambah langkah pengendalian yang diperlukan serta membuat langkah untuk pencegahan.

Siklus dalam melaksanakan manajemen aset dibagi menjadi beberapa tahapan, adalah sebagai berikut:

    1.Perencanaan Kebutuhan Aset

    2.Pengadaan Aset

    3.Legal Audit Aset

    4.Penilaian Aset

    5.Pengoperasian, dan Pemeliharaan Aset

    6.Penghapusan Aset

    7.Pembaharuan / Rejuvinasi Aset

Jika siklus ini dilaksanakan, maka beberapa temuan yang terjadi atas suatu aset harus dilakukan pembenahan agar tidak ada kendala atas aset tersebut. Salah satu contoh temuan dan solusi yang dilakukan melalui tahapan siklus manajemen aset, adalah sebagai berikut:

No

FINDINGS

SOLUTIONS

1

Pencatatan aset di accounting dan di bagian aset berbeda, sehingga data tidak bisa dikomparasi.

Register aset menggunakan nomor aset, sehingga pelacakan aset lebih mudah dilakukan.

2

Beberapa aset di daftar aset accounting tidak dirinci. Contoh: 4 Unit Mobil Ford Ranger Double Cabin LT 2.2 MT.

Setiap aset harus dicatat secara terpisah berdasarkan nomor aset.

4

Terdapat aset yang sudah tidak ada namun masih terdaftar di daftar aset accounting.

Setiap terjadi kehilangan, penjualan, atau pelepasan aset harus melakukan penghapusan aset secara pencatatan.

5

Terdapat kesalahan pada penggolongan aset oleh accounting dan oleh bagian aset.

Ketika melakukan pencatatan harus mengikuti panduan prosedur Asset Management untuk penggolongan aset.

Dari penjabaran manajemen aset tersebut, maka manfaat manajemen aset sangat besar bagi perusahaan. Manajemen aset dapat memberikan gambaran kondisi aset saat ini, dan perusahaan dapat melakukan perencanaananggaran yang dibutuhkan untuk pemeliharaan aset tersebut. Selain itu, dengan adanya laporan manajemen aset, perusahaan dapat membuat skala prioritas kebutuhan bahan baku untuk produksi sehingga dapat meminimalisir pembelian bahan baku yang berlebihan. Peremajaan aset juga dapat dilakukan sesuai dengan kondisi aset, maupun umur aset yang telah ditentukan tingkat penyusutannya sehingga produksi tetap berjalan secara efektif dan memberikan hasil yang tinggi bagi perusahaan.

Untuk memudahkan, pihak manajemen juga dapat bekerja sama dengan pihak professional yang dapat melakukan penyusunan manajemen aset perusahaan. Selain itu, dapat memberikan edukasi kepada pemilik bisnis dan juga membaca laporan manajemen aset tersebut. Dengan bekerja sama dengan professional, tentu saja pemilik perusahaan akan terbantu dan tidak salah jalan dalam melakukan pengambilan keputusan perusahaan.

   For Further Information, Please Contact Us!