Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

SEMBILAN SOFT SKILL YANG DIBUTUHKAN DALAM DUNIA KERJA

11 January 2019
Category: HUMAN RESOURCE
Penulis:         Rizki Faradila, S. Psi
SEMBILAN SOFT SKILL YANG DIBUTUHKAN DALAM DUNIA KERJA

Berhasil dalam dunia kerja tentu menjadi harapan seluruh karyawan. Meski banyak yang mampu merealisasikannya, tak sedikit yang mengalami kekecewaan lantaran mengalami kegagalan. Bukan karena kurang pandai (kurang berwawasan) atau tidak memiliki ketrampilan kerja, melainkan karena minimnya soft skill yang dimiliki. Untuk dapat bertahan menghadapi persaingan kerja yang demikian ketat serta serba unpredictable, soft skill merupakan hal penting yang perlu dimiliki oleh setiap karyawan.

Definisi soft skill secara umum merupakan suatu istilah yang biasa digunakan oleh para karyawan untuk mendeskripsikan kemampuan diluar kemampuan non-teknis. Kemampuan ini lebih menekankan pada kemampuan intra dan interpersonal sehingga tidak kasat mata (intangible) dan hanya dapat diketahui melalui komunikasi secara langsung atau melalui sebuah tes psikologi. Zaman sekarang para praktisi Human Capital menyadari bahwa kemampuan teknis saja tidak cukup bagi seorang karyawan untuk dapat bersaing dalam dunia kerja tanpa adanya soft skill yang menunjang. Penelitian Harvard University Amerika Serikat menemukan bahwa sekitar 20% keberhasilan seseorang ditentukan oleh kemampuan akademis dan teknis, sedangkan 80% ditentukan oleh soft skill.

Terlebih lagi perkembangan teknologi beberapa tahun belakangan ini secara tidak langsung memaksa para karyawan untuk terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Belum lagi beberapa pekerjaan sudah dapat dipastikan akan terdisrupsi atau hilang dalam beberapa tahun mendatang. Artinya dapat dikatakan bahwa semakin sengit pula persaingan antar individu untuk bertahan dalam ‘peperangan’ dunia kerja, kecuali bagi mereka yang memiliki kelebihan serta keunikan (soft skill). Untuk itu, kiranya setiap karyawan perlu mengembangkan soft skill guna meningkatkan kesempatan untuk tetap bertahan dalam persaingan dunia kerja. Berikut beberapa bentuk soft skill yang dibutuhkan

  1. Kemauan untuk belajar. Menjadi pribadi yang haus akan ilmu pengetahuan dan memiliki mental pembelajar sehingga dapat terus menambah pengetahuan yang dimiliki. Melakukan pembelajaran disini tidak selalu harus relevan dengan bidang keahliannya namun dapat juga diluar keahlian yang dimiliki. Seperti halnya bila memiliki latar belakang Manajer dengan keahlian tertentu karena dituntut berpikir strategis dapat juga belajar tentang manajemen bisnis. Menutup diri dan kurangnya kesediaan mau belajar, justru merugikan diri sendiri dan juga perusahaan.
  2. Berpikir kritis. Soft skill ini merupakan salah satu dasar yang sebaiknya dimiliki oleh setiap karyawan. Dengan berpikir kritis, Anda dapat melihat gambaran besar suatu persoalan dan menangkap akar penyebab yang menjadi latar belakang suatu permasalahan tersebut muncul. Tidak berhenti disana, pemikiran kritis dan sikap proaktif juga akan sangat berguna dalam menemukan solusi atas persoalan yang ada.
  3. Terbuka akan keberagaman. Di setiap perusahaan tentu Anda akan menemui rekan-rekan kerja dari berbagai suku, ras, agama, dan golongan yang berbeda. Maka dari itu bertoleransi akan adanya keberagaman menjadi sangat penting untuk dapat membantu Anda dalam berkolaborasi dan bekerjasama dalam mencapai goals. Termasuk menerima setiap kelebihan dan kelemahan masing-masing anggota team sehingga dapat diberdayakan secara optimal.
  4. Public speaking. Public speaking merupakan soft skill yang cukup sulit bagi sebagian orang. Banyak sekali orang memiliki keterbatasan akan hal ini disamping karena kesulitan berbicara secara terstruktur serta sistematis. Apalagi jika dituntut harus berbicara di depan publik. Alternatif yang dilakukan seringkali adalah mengabaikan atau justru memilih untuk tidak melakukannya. Namun, jika Anda ingin sukses sebagai seorang profesional, Anda perlu berlatih untuk mengasah kemampuan ini. Karena memang kemampuan public speaking dapat mendorong seseorang untuk dapat dengan mudah mengutarakan hal-hal yang menjadi pemikiran-pemikirannya termasuk mengatasi sejumlah keberatan dengan cara yang lebih diterima. Mengingat komunikasi adalah suatu esensi yang penting dalam menjalin relasi dengan banyak orang.
  5. Kepemimpinan. Bekerja dalam tim dan ditunjuk sebagai pemimpin memang bukan tugas mudah. Tidak semua orang mau dan suka untuk menjadi seorang pimpinan kelompok. Apalagi jika dalam proses penempatannya juga dibarengi dengan sejumlah konsekuensi atau resiko yang melekat. Tapi dalam berkarir, soft skill ini tetap harus dimiliki. Dengan memiliki jiwa kepemimpinan, seseorang dapat dengan mudah menginspirasi orang lain untuk lebih berpikiran maju. Disamping juga mengarahkan dan memotivasi teamnya pada apa yang menjadi tujuan perusahaan.
  6. Kecerdasan Emosional. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kecerdasan emosional dua kali lipat lebih penting daripada kecerdasan intelektual dalam menentukan kesuksesan seseorang. Melalui kecerdasan emosional, seseorang mampu mengelola dirinya dan orang lain, serta dapat berinteraksi secara positif dengan sesama. Dengan kematangan emosional yang dimiliki, karyawan tersebut dapat berprestasi serta menunjukkan performa kinerjanya dengan baik tidak hanya sebagai individu namun juga sebagai bagian dari anggota tim.
  7. Networking. Memiliki networking atau relasi sosialyang luas sangat membantu dalam membangun sebuah karir. Semakin luas networking maka akan semakin membuka banyak kesempatan dan peluang yang datang bagi keberlangsungan karir Anda kedepannya.
  8. Kreatif dan Inovatif. Seseorang yang kreatif dan mampu berpikir out of the box adalah sosok karyawan yang dicari oleh setiap perusahaan. Karyawan kreatif cenderung berani memulai sesuatu yang berbeda, sehingga dapat menciptakan inovasi baru bagi perusahaan.
  9. Gigih. Orang yang ulet sangat diperlukan dalam tim, apalagi jika tim tersebut sedang dihadapkan pada sebuah masalah yang harus diselesaikan. Sosok yang terus berjuang dan tidak mau menyerah biasanya akan terlihat menonjol dibandingkan dengan team yang prestasinya biasa-biasa saja (Khususnya pada individu yang hanya bekerja secara standar mengikuti ketentuan rutin serta tidak berani bekerja diluar kebiasaan).

Dari pembahasan soft skill diatas memang tidak semua dapat dilakukan secara langsung. Meski demikian dapat dilakukan secara bertahap. Melatih soft skill memang tak semudah menguasai hard skill atau kemampuan teknis, karena cenderung melekat pada kepribadian seseorang. Maka dari itu perlu upaya kuat serta dorongan untuk dapat mengubahnya. Kemampuan ini dapat terus dikembangkan dan diasah seiiring dengan pengalaman kerja. Ada banyak cara meningkatkan soft skill, yaitu dengan learning by doing saat bekerjasama dengan team serta klien atau mengikuti sejumlah pelatihan-pelatihan maupun seminar-seminar manajemen. Membiasakan diri beraktivitas serta berinteraksi terus dengan orang lain juga dianggap sebagai salah satu cara ampuh untuk meningkatkan soft skill kita.

   For Further Information, Please Contact Us!