Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

HOW TO LEAD MILLENIAL GENERATION IN THE COMPANY

09 November 2018
Category: HUMAN RESOURCE
Penulis:         Suryatni Handayani, M. Psi, Psikolog
HOW TO LEAD MILLENIAL GENERATION IN THE COMPANY

“Harapan saya pada generasi muda : kalau mau sukses tidak apa pilihan, hidup harus DISIPLIN.

(Basuki Tjahaja Purnama)

Ungkapan di atas mungkin cukup menggambarkan situasi saat ini....

Atau justru Anda kurang setuju dengan pernyataan tersebut??

Mengutip kalimat tersebut,kita melihat pada sebuah fenomena dimana seorang pemimpin merasa kesulitan menghadapi cara kerja dari generasi millenial yang dianggap semaunya sendiri, serta terkesan individualistis dan gaya hidup hedonism (hura-hura). Begitu pula dalam urusan pekerjaan, millennial lebih tertarik memiliki pekerjaan yang bermakna ketimbang sekedar bayaran yang besar. Lalu, bagaimana memimpin dan mengelola millennial?. Pertanyaan ini mungkin sangat relevan, mengingat saat ini mereka baru lulus dari universitas. Beberapa dari mereka adalah talent terbaik yang ada dan cara yang harus kita lakukan untuk membuat mereka tertarik, untuk kemudian dapat di rekrut dan kelola.

Perlu disadari bahwa para generasi millennial ini membawa karakter tersendiri yang tidak mudah untuk dikelola, karena beberapa dari mereka adalah asset penting bagi perusahaan. Banyak millenial yang mempunyai ide cemerlang untuk mengatasi masalah yang ada di komunitas sekitar. Namun, sedikit yang dapat mengubah ide tersebut ke dalam eksekusi. Oleh sebab itu, ide tidak berarti apa-apa tanpa adanya eksekusi. Bagaimana cara kita dapat memimpin generasi ini?.

Sebelum kita membahas tentang cara memimpin generasi millennial, kita perlu mengenal mereka terlebih dahulu. Pencetus penamaan millennial adalah William Strauss dan Neil Howe (1987), yang menyatakan bahwa generasi millennial lebih terkesan rentang perhatiannya semakin singkat,memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap dunia digital, mereka bekerja “dengan” perusahaan dan bukan “untuk” perusahaan tren bekerja sebagai entrepreneur atau bekerja di start-up company, serta think global-act global. Hal ini akan tampak terlihat apabila mereka dibandingkan dengan generasi X dan generasi baby boomer ketika berada pada usia yang sama. Studi ini sendiri berdasarkan analisa terhadap dua database dari 9 juta orang yang duduk di bangku SMA atau yang baru masuk kuliah.

Jadi, bagaimana cara memimpin generasi ini?

Mari lihat satu persatu karakter mereka dan bahas bagaimana menangani mereka. Kemampuan memimpin generasi ini akan menjadikan keuntungan kompetitif untuk menarik dan mempertahankan mereka. Cara menangani generasi millennial :

    1.Persingkat waktu mereka dalam menjalankan peran

    Dengan cara membuat mereka tetap termotivasi dan tertantang. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan mencoba selalu berpikir dari sudut pandang mereka, dan memantau seberapa jauh yang sudah mereka pelajari dari peran itu. Jika sudah cukup, sebaiknya Anda berpikir untuk memindahkan mereka ke peran yang lain.

    2.Perluas peran mereka

    Beri mereka rentang tugas yang lebih lebar, serta memberikan proyek yang lintas fungsi, lintas negara, atau lintas wilayah. Jangan khawatir mereka akan senang melakukannya sebagai tambahan dari pekerjaan mereka, sepanjang mereka bisa belajar banyak dan banyak lagi.

    3.Yakinkan para generasi millennial bahwa mereka akan belajar jauh lebih banyak di perusahaan Anda

    Keinginan mereka untuk berkompetisi, dan mudah “tergoda” untuk dapat bekerja di perusahaan e-commerce atau start-up, bahkan untuk memulai bisnis mereka. Oleh sebab itu, pastikan agar para generasi millennial akan banyak belajar dari karyawan senior, dengan berbagi pengalaman dan membimbing mereka sehingga akan menjadi pembeda yang unik di perusahaan Anda, serta tidak akan mereka dapatkan di perusahaan lain.

    4.Go Digital

    Gunakan tren digital untuk keuntungan Anda. Mereka tak bisa lagi duduk manis di dalam kelas selama dua hari. Maka, coba gunakan kecanggihan perangkat e-approval, e-learning, e-collaboration guna menunjang perfoma kerja mereka.

    5.Go Global

    Sambungkan mereka dengan jaringan global. Gunakan perangkat kolaborasi untuk menghubungkan mereka dengan rekan mereka di negara atau benua lain. Jika memungkinkan, Anda dapat mempermudah mereka dengan belajar dari orang-orang di negara lain, bahkan wilayah lain.

    6.Belajarlah dari mereka

    Mereka cerdas dan talent yang berprestasi. Oleh karena itu, tak jarang ada beberap bidang yang lebih mereka ketahui daripada kita, dan mereka belajar jauh lebih cepat daripada kita.

Untuk talent-talent berbakat seperti mereka Anda harus paham cara mengelola dan memimpin mereka, agar memiliki keuntungan kompetitif yang kuat.

   For Further Information, Please Contact Us!