Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

MENYIKAPI FENOMENA TALENT SHORTAGE

03 November 2018
Category: HUMAN RESOURCE
Penulis:         Ketut Dewi Pramadiningtyas, S. Psi
MENYIKAPI FENOMENA TALENT SHORTAGE

The World Is Facing a Growing Talent Shortage

Kutiapan kalimat tersebut sempat menjadi headline dalam harian Daily Sun-UK baru-baru ini. Karena memang, fenomena talent shortage tengah menjamur dan dialami perusahaan di segala penjuru. Bahkan survei yang dilakukan PwC Annual Global CEO tahun 2014 mendapati bahwa sebanyak 63% eksekutif dan top management merasa khawatir dalam hal menemukan dan mempertahankan talent yang tepat guna memastikan pergerakan dan kemajuan perusahaan. Belum lagi munculnya skill mismatch, yaitu ketidaksesuaian antara kemampuan yang dimiliki calon pekerja dengan kebutuhan perusahaan. Terjadinya peningkatan skill mismatch ini memicu terjadinya talent shortage, yaitu kondisidimana tingginya gap dan kesenjangan antara keahlian yang diperlukan perusahaan dan keahlian yang dimiliki oleh calon pekerja.

Talent shortage ini menjadi tantangan bagi banyak perusahaan. Survei yang dilakukan oleh Manpower pada tahun 2014 melansir bahwa sekitar 36% perusahaan di seluruh dunia merasakan adanya talent shortage, dan ini merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah.Bahkan dalam tiga tahun terakhir, Jepang merupakan negara yang memiliki tingkat talent shortage tertinggi. Empat dari lima perusahaan Jepang berupaya keras untuk mengisi lowongan pekerjaan yang dibutuhkan karena adanya kekosongan talent dengan keahlian tertentu. Terjadinya talent shortage di Jepang ini terjadi akibat pertumbuhan ekonomi yang lemah selama dua dekade terakhir

Indonesia pun tidak terlepas dari adanya talent shortage. Banyak perusahaan di Indonesia yang kerap mengeluhkan sulitnya mendapat talent berkualitas, terutama untuk penempatan di Indonesia timur. Tidak hanya negara Asia yang mengalami fenomena talent shortage, pada kenyataannya Negara Eropa seperti Amerika Serikat, Hongaria, Swedia telah mengalami talent shortage terlebih dahulu dibandingkan dengan negara di Asia lainnya. Hal tersebut mengambarkan, bahwa industri tenaga kerja masih mengalami kondisi yang akut dalam hal pemenuhan tenaga kerja yang sesuai dengan kualitas yang dibutuhkan perusahaan.

Menyikapi fenomena talent shortage, tentunya perusahaan tidak hanya bisa tinggal diam. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam rangka memerangi kekurangan talent yang berkualitas :

    1.Menciptakan talent pool secara mandiri. Ketika mendapatkan top talent menjadi tantangan bagi perusahaan, pada saat itu perusahaan dapat mendirikan suatu program yang dinamakan Management Trainee. Kegiatan Management Trainee telah banyak diadopsi oleh banyak perusahaan besar seperti Unilever Group. Melalui Management trainee, tidak hanya pelatihan mengenai skup kerja yang didapatkan, tetapi juga mencakup pengembangan karakter, sehingga dapat menghasilkan the best talent untuk dipromosikan ke jenjang yang lebih strategis pada level manajemen di perusahaan

    2.Jeli dalam merekrut the best talent. Menghadapi situasi talent shortage, dibutuhkan adanya komitmen dari perusahaan untuk tidak hanya menerima seluruh kandidat yang melamar, tetapi dengan jeli dalam menemukan dan memperkerjakan talent yang berkualitas. Tidak hanya berkualitas, tetapi juga orang yang memiliki keterampilan hebat dan selaras dengan value yang dimiliki perusahaan. Dalam hal ini, apabila perusahaan merasa belum memiliki waktu atau kesulitan dalam menemukan the best talent, perusahaan dapat mengunakan jasa konsultan dalam rangka menjadi business partner serta menerjemahkan segala keinginan perusaan untuk mendapatkan kandidat sesuai dengan kebutuhan

    3.Hire the “who” not “what”. Untukdapat menemukan kandidat yang sesuai,tidak hanya berfokus terhadap hal-hal yang telah biasa dilakukan perusahaan untuk menemukan kandidat yang berkualitas, tapi harus benar-benar memahami peran Anda didalam tim dan bagaimana komposisi karyawan yang dimiliki oleh perusahaan. Pada point ini, perusahaan dapat melakukan penilaian atau assessment yang bertujuan maping demi mengetahui the best men in the best competence. Selain itu, dengan melakukan assessment diharapkan perusahaan mendapati kompetensi yang dirasa belum dimiliki, namun dibutuhkan oleh perusahaan, sehingga dapat dijadikan sebagai tautan dalam merekrut karyawan

Rangkaian pemaparan diatas mengambarkan bahwa memang fenomena talent shortage tengah menjamur dikalangan perusahaan. Maka perlu dilakukan strategi agar perusahaan tetap dapat bersiang di pasar tenaga kerja. Dengan melakukan talent pool, merekrut karyawan terbaik, serta melakukukan assessment diharapkan dapat menjadi wadah bagi perusahaan untuk mendapatkan the best and the right talent

   For Further Information, Please Contact Us!