Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

TEKNIK PENDETEKSIAN FRAUD

04 October 2018
Category: INTERNAL AUDIT
Penulis:         Ahmad Safiudin, S.E
TEKNIK PENDETEKSIAN FRAUD

Seiring dengan perkembangan ekonomi saat ini yang merupakan hasil dari proses pembangunan, membuat dunia usaha semakin semarak, kompleks, variatif dan dinamis. Masing-masing perusahaan berusaha untuk menggali segala potensi yang ada agar tetap bertahan dan memenuhi kebutuhan pelanggannya. Namun, seperti juga dialami oleh negara-negara maju maupun negara berkembang setiap pencapaian kemampuan di bidang ekonomi, cenderung diiringi pula dengan munculnya bentuk-bentuk kejahatan baru.

Para pelaku kejahatan tersebut cenderung untuk mencari dan memanfaatkan berbagai kelemahan yang ada dalam prosedur, tata kerja, perangkat hukum, kelemahan para pegawai maupun pengawasan yang belum sempat dibenahi. Berbagai cara dan usaha telah dilakukan oleh hampir seluruh perusahaan untuk mencegah terjadinya kecurangan baik dengan cara mempromosikan integritas, maupun pengenaan sanksi yang sepadan dengan perbuatan yang dilakukannya. Namun risiko kecurangan tetap mungkin saja terjadi dalam suatu perusahaan. Berikut merupakan beberapa teknik yang dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kecurangan

Critical point auditing

Critical point auditing adalah suatu teknik pendeteksian fraud melalui audit atas catatan pembukuan yang mengarah pada gejala atau kemungkinan terjadinya fraud, yang mengarahkan auditor untuk melakukan penyelidikan lebih rinci. Cara ini dapat digunakan pada setiap organisasi. Makin akurat dan komprehensif suatu catatan, semakin efektif pula teknik ini. Pendekatan yang sering digunakan dalam critical point auditing, antara lain:

    A.Analisis Trend

    Pengujian ini terutama ditujukan untuk menilai kawajaran pembukuan dalam rekening buku besar, dan menyangkut pola perbandingannya dengan data sejenis untuk periode sebelumnya (historical data). Perbandingan dengan data sejenis dari cabang perusahaan, maupun perbandingan dengan data periode sebelumnya untuk:

    -Mendapatkan gejala manipulasi yang dilakukan oleh pihak intern perusahaan

    -Mendeteksi kemungkinan adanya fraud baru yang terjadi

    B.Pengujian Khusus

Pengujian khusus biasanya dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan yang berisiko tinggi terhadap fraud, antara lain:

    -Fraud pembelian pada umumnya dilakukan dengan cara meninggikan nilai yang terdapat dalam faktur atau pembelian fiktif

    -Verifikasi buku besar, terutama tekening hutang yang muncul setelah penunjukan pejabat baru, khususnya yang menangani pembelian

    -Tidak jarang pejabat baru memilih atau “membawa” supplier yang telah dikenalnya dan mengganti supplier yang selama ini banyak berhubungan dengan instansinya

    -Fraud dalam penjualan dapat berupa penjualan fiktif, lapping dan lain-lain

Teknik Analisis Kepekaan (Job Sensivity Analysis)

Teknik analisis kepekaan pekerjaan (job sensitivity analysis) pada prinsipnya didasarkan pada analisis, jika seorang pegawai bekerja pada posisi tertentu, peluang/tindakan negatif (fraud) apa saja yang dapat dilakukannya. Dengan kata lain, teknik ini merupakan analisis dengan memandang “pelaku potensial”. Sehingga pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya fraud dapat dilakukan, misalnya dengan memperketat audit internal pada posisi-posisi yang rawan

a.Metode Pendekatan

Langkah awal yang dilakukan adalah dengan mengidentifikasi semua posisi pekerjaan di dalam suatu instansi/organisasi yang rawan terhadap fraud. Untuk itu auditor harus mempelajari:

    -Struktur organisasi

    -Uraian tugas masing-masing pejabat

    -Manual akuntansi dan formulir-formulir

    -Pendelegasian wewenang

Langkah berikutnya adalah memperoleh spesifikasi pekerjaan setiap pejabat/pegawai dan mencatat perbedaan antara akses yang diperbolehkan atas suatu rekening dan akses yang direncanakan. Misalnya, petugas bagian pembelian/pengadaan tidak diperbolehkan memiliki akses atas catatan pembelian. Tetapi kalau dia berbagi ruang dengan pegawai bagian pembelian, adalah suatu hal yang tidak realistis bila menganggap bahwa petugas pembelian/pengadaan tersebut tidak mungkin membaca, mengubah atau menyembunyikan catatan

b.Pengawasan Rutin

Mudah bagi pencuri untuk beroperasi, bilamana manajer/pimpinan sibuk dengan tanggung jawab lain. Maka tingkat pengendalian yang dilakukan juga harus dipertimbangkan jikalau bawahan lebih pandai dari atasannya, atau apabila atasan memiliki bawahan yang mempunyai latar belakang pendidikan berbeda

c.Karakter Pribadi

Karakter pribadi pegawai harus dipertimbangkan. Gejala-gejala tersebut termasuk:

    -Kekayaan yang tidak dapat dijelaskan

    -Pola hidup mewah

    -Pegawai tidak puas (tidak naik pangkat)

    -Egois (mementingkan diri sendiri)

    -Sering mengabaikan instruksi/prosedur

    -Ingin dianggap paling penting

Meskipun ada pengecualian, jangan abaikan indikasi diatas

d.Tindak lanjut

Hasil analisis akan menunjukkan jenis pekerjaan yang berisiko tinggi, dan metode fraud yang mungkin dilakukan. Pengujian secara rinci harus dilakukan guna menentukan apakah kesempatan yang ada telah digunakan

   For Further Information, Please Contact Us!