Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology.

.

27 April 2022
Category: INFORMATION AND TECHNOLOGY
Penulis:         Jockie Utomo Prasetio, S.Kom.
.

Saat para ahli kesehatan dan epidemiologi berlomba-lomba membuat vaksin maupun obat dan memprediksi mengenai kapan berakhirnya pandemi, masyarakat terus beradaptasi ke dalam sebuah tatanan baru di era pasca pandemi. Salah satu pergeseran kebiasaan yang terjadi akibat pandemic virus Corona ditandai dengan pergerakan transformasi digital yang semakin masif.

Semakin kedepan penggunaan teknologi digital diprediksi akan menjadi semakin fleksibel. Perusahaan yang bergerak dibidang teknologi pun terus berlomba dalam menciptakan fitur yang lebih canggih dalam menyederhanakan kehidupan di masa mendatang. Setidaknya, pasca pandemi ada pergerakan transformasi digital yang terus meningkat dan mulai dirasakan masyarakat yang mana hal tersebut menjadi lumrah. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Pergaulan Digital Semakin Luas

Sebelumnya, di era normal pergaulan dapat dilakukan dengan kumpul bersama kerabat dalam berbagai kesempatan. Maka pada pasca pandemi berkumpul dengan bertatap muka secara langsung secara fisik terasa sedikit sulit untuk dilakukan, mengingat persebaran Covid 19 yang cepat. Ditambah lagi beberapa tempat lain menerapkan kebijakan pembatasan sosial baik itu berskala kecil maupun besar.

Kehidupan dan pergaulan bersama teman, kerabat, dan keluarga akan tetap berjalan, hanya saja ada perbedaan yakni memanfaatkan media sosial. Inilah yang membuat ‘pergaulan digital’ terus semakin meluas.

Jika kita melihat sebuah survei yang dilakukan oleh Kantar berjudul ‘COVID-19 Barometer: Consumer Attitudes, Media Habits and Expectations’ sangat tidak heran jika terjadi pergeseran kebiasaan yang sering dilakukan. Dalam survei tersebut menyatakan bahwa media sosial seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp mengalami peningkatan penggunaan di masa pandemi hingga 50%, sementara, untuk Twitter meningkat menjadi 23% pengguna baru per hari dibandingkan tahun lalu. Bukan tidak mungkin jika di masa mendatang jumlah ini akan terus meningkat sebab masyarakat masih mengandalkan media sosial sebagai tempat baru untuk tetap bercengkerama.

2. Dunia Hiburan Menemukan ‘Ladang Baru’

Hal yang sama juga terjadi pada dunia hiburan, akibat pembatasan sosial yang diberlakukan oleh pemerintah, banyak perusahaan bioskop yang menutup usahanya sehingga masyarakat tidak bisa nonton bioskop dan untuk mengusir kebosanan mereka beralih ke layanan streaming online.

Beberapa perusahaan teknologi yang bergerak dibidang hiburan streaming online seperti Netflix, HBO, dan lainnya mulai menikmati hasil dari ‘ladang baru’ ini. Laporan dari New York Times menemukan jika beberapa media hiburan tersebut mengalami peningkatan, begitu pula dengan situs-situs berita online seperti CNBC, New York Times, Washington Post, hingga Fox News juga mengalami peningkatan dari jumlah penontonnya.

Karena banyak masyarakat menginginkan informasi yang cepat dan akurat, maka media online menjadi solusi di tengah pandemi baik untuk mendapatkan informasi. Begitu juga dengan ranah hiburan. Dari sini, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa masyarakat semakin dimanjakan tanpa harus pergi ke bioskop di masa mendatang. Mereka dapat menghadirkan suasana tersebut di rumah masing-masing.

3. E-Commerce yang Makin Diminati

Selain dunia hiburan, toko dengan layanan daring atau e-commerce juga mengalami peningkatan saat pandemi. Banyak yang mengkhawatirkan bahwa industri ritel akan mati terkena dampak pandemi. Namun, hal itu tidaklah sepenuhnya benar. Sebab, perusahaan ritel yang mampu berinovasi dan berevolusi menggunakan layanan digital mereka akan mampu bertahan, bahkan mengambil kesempatan emas.

Pembatasan sosial berskala besar yang diterapkan di berbagai wilayah, pada akhirnya membuat konsumen beralih untuk membeli produk secara online. Cara seperti ini dinilai sangat efektif baik bagi konsumen maupun perusahaan.

Masyarakat yang melakukan belanja di e-commerce kebanyakan menggunakan perangkat mobile, karena dinilai lebih praktis. Catatan dari ‘PYMNTS’2020 Remote Payments Study’ yang dipublikasikan oleh Forbes menyebutkan ada sekitar 72% konsumen menggunakan perangkat mobile saat berbelanja.

Hal itulah yang membuat pendapatan e-commerce di Amerika Serikat dan Kanada meningkat hingga 146%. Meski nantinya di era pasca pandemi, sebagian ritel tetap membuka toko mereka untuk melayani pembeli secara konvensional, akan tetapi pembelian lewat e-commerce juga tetap menjadi strategi utama dalam mendapatkan keuntungan lebih.

4. Penggunaan Identitas Digital Makin Intensif

Selain kedua sektor di atas, dalam transformasi digital di masa pandemi masyarakat akan semakin menggunakan teknologi identitas digital mereka. Meski masyarakat sebelumnya beranggapan adanya identitas sebagai formalitas belaka dalam melakukan verifikasi platform online.

Di masa pandemi seperti saat ini, teknologi identitas digital akan membantu dalam berbagai hal. Baik bagi pemerintah, perusahaan, bidang bisnis, hingga kepentingan masyarakat luas. Misalnya saja data identitas digital dapat digunakan untuk mendeteksi persebaran Covid 19.

Kemudian di ranah bisnis, transformasi digital terkait identitas digital banyak digunakan untuk kepentingan transaksi. Biasanya, untuk fitur yang digunakan adalah mulai dari identitas digital biometrik seperti face recognition dan tanda tangan digital. Penggunaan dua fitur tersebut diperlukan di masa pandemi karena selain efektif dan efisien juga dapat mengurangi kontak fisik yang berpotensi menjadi sarana penyebaran Covid 19.

Namun, di sisi lain perusahaan dan bisnis sebenarnya memiliki pekerjaan yang tidak kecil dalam rangka transformasi digital pasca pandemi. Perusahaan dan sektor bisnis juga harus mampu melindungi data pribadi maupun identitas digital dari para konsumen dari aksi cybercrime.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan bekerjasama dengan perusahaan penyedia layanan digital yang baik. Selanjutnya, perusahaan dan sektor bisnis juga perlu untuk melakukan update untuk memastikan dan menjamin keamanan data yang ada. Jadi, sudah siapkah bisnis Anda melakukan transformasi digital di masa pasca pandemi saat ini? Saat ini adalah waktu yang tepat untuk perusahaan Anda melakukan proses bisnisnya.

   For Further Information, Please Contact Us!