Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology.

.

27 April 2022
Category: AUDIT
Penulis:         Fiona Melinda Santo, S.E., Ak., CA., CPA., BKP
.

Badai pandemi COVID belum sepenuhnya berlalu, ada beberapa negara di belahan dunia ini masih mengalami beberapa kali gelombang serangan badai COVID. Ada pula beberapa negara di dunia sudah merasa bebas dari pandemi. Setelah bebas dari pandemi banyak tantangan yang tetap dihadapi oleh beberapa bidang pekerjaan. Salah satunya adalah dunia audit yang telah mengalami banyak perubahan pada masa pandemi.

Pada masa pandemi, akuntan profesional ditantang untuk memberikan pedoman dalam penyusunan pelaporan keuangan sehingga memudahkan pelaku usaha dalam menyusun laporan keuangan. Selain penyusunan laporan keuangan, penyelenggaraan audit juga terdampak karena diterapkannya social distancing, sehingga pertemuan dengan klien menjadi terbatas dan perlu pemanfaatan teknologi agar audit tetap dapat dilaksanakan (ICAI, 2020).

Banyak tantangan yang dihadapi oleh dunia audit pada masa pandemi seperti:

1.Perubahan pola audit dari tatap muka dilakukan dengan komunikasi virtual dengan klien.

2.Perubahan pendekatan prosedur audit alternatif misalnya dari stock opname fisik menjadi virtual.

3.Pengumpulan data hardcopy didahului oleh perolehan data softcopy.

4.Penentuan kelangsungan hidup perusahaan.

5.Keterlambatan penerbitan audit report

Walaupun banyak tantangan selama mada pandemi, audit laporan keuangan tetap berpedoman pada tujuan dasar audit yaitu meningkatkan keyakinan pengguna laporan keuangan terkait informasi yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut. Arens dkk. (2008) dan Mulyadi (2002) menerangkan bahwa auditing merupakan suatu proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif terkait pernyataan-pernyataan ataupun informasi yang disajikan mengenai kegiatan dan kejadian ekonomi yang terjadi pada suatu entitas. Evaluasi tersebut dilakukan dalam rangka mencocokkan tingkat kesesuaian informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dengan kriteria yang telah ditetapkan dalam standar akuntansi keuangan (Arens dkk., 2008; Mulyadi dkk., 1998). Pada akhirnya opini yang diberikan auditor atas laporan keuangan yang telah diaudit menjadi jaminan bagi pengguna laporan keuangan (Mulyadi dkk., 1998).

Pemberian opini pada laporan keuangan merupakan cerminan yang menunjukkan auditor telah memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan telah bebas dari salah saji material. Keyakinan memadai tercipta dari pemerolehan bukti audit yang cukup (Arens dkk., 2008). Menurut Wardoyo dan Seruni (2011) pengalaman dan pertimbangan profesional auditor memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas bahan bukti audit yang dikumpulkan. Pamungkas dkk. (2012) menemukan bahwa semakin baik kecukupan bukti audit yang diperoleh maka akan membuat kualitas audit semakin baik.

Apapun kondisi dan situasi yang terjadi profesi akuntan dan proses audit tetap dibutuhkan oleh Stakeholder untuk memberikan keyakinan atas laporan keuangan. Auditor dituntut untuk tetap memiliki skeptisme profesional dan bukti audit yang dapat mendukung opini audit.

Tuntutan ini menjadi tantangan di masa yang akan datang walaupun badai pandemi sudah berlalu. Dengan perubahan pola kerja beberapa perusahaan seperti Social Distancing, Work From Home selama masa pandemi juga akan mempengaruhi masa yang akan datang setelah dunia bebas dari pandemi.

Ada beberapa fokus yang harus diperhatikan oleh auditor setelah badai pandemi berlalu seperti:

1.Pengembangan teknologi IT dalam dunia audit yang sangat dibutuhkan karena dengan berkembangnya teknologi dan pola kerja yang sudah bergeser, hal ini memaksa auditor untuk sadar teknologi dalam hal komunikasi dan yang paling penting adalah analisa data, validasi data karena akan banyak data softcopy dan virtual yang akan digunakan di masa yang akan datang.

2.Perlunya pembaharuan atau modifikasi prosedur audit karena perubahan pola audit yang memungkinkan audit jarak jauh.

3.Pemahaman internal control perusahaan yang lebih mendalam karena bergesarnya pola audit dari tradisional menjadi modern.

Fokus di atas tetap harus mempertahankan tanggung jawab profesional auditor untuk membuat perencanaan dan pelaksaan audit dengan skeptisme profesional.

Auditor tetap dituntut untuk mempertahankan kualitas audit dengan bukti audit yang memadai dengan menjalankan prosedur audit yang benar. Hal ini untuk mengurangi risiko audit ke level yang paling rendah.

   For Further Information, Please Contact Us!