Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology.

.

26 January 2022
Category: INFORMATION AND TECHNOLOGY
Penulis:         Jockie Utomo P, S.Kom
.

Kita ketahui bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir, seluruh negara di dunia termasuk Indonesia masih berjuang menghadapi wabah global ini. Meskipun saat ini kondisi pandemi sudah bisa dikendalikan, namun bukan berarti perjuangan telah berakhir. Hampir seluruh sektor terdampak pandemi Covid-19, mulai kesehatan, sosial, ekonomi, termasuk didalamnya keberlangsungan dunia usaha dan ketenagakerjaan. Mengembalikan hentakan global akibat pandemi ini, tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan, hingga Pemerintah menyampaikan fenomena new normal, dimana kita harus mampu “berkawan” dengan pandemi. Menyikapi fenomena new normal, dimana masyarakat dihadapkan pada kebiasaan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Kebiasaan ini kemudian lambat laun akan menjadi budaya baru dalam kehidupan bermasyarakat.

Sejak mencuatnya pandemi di awal tahun 2020 hingga saat ini sudah banyak perusahaan yang membatasi ruang gerak pegawai, termasuk IT Auditor, untuk melakukan perjalanan keluar daerah. Namun hal ini bukan alasan bagi auditor untuk menghentikan kegiatan audit, dimana kegiatan tersebut masih bisa dilakukan jarak jauh dengan bantuan teknologi. Dalam hal ini seorang Auditor IT harusnya bisa mengambil peran untuk mengoptimalisasi teknologi yang sudah kian maju untuk mendukung pekerjaannya, baik untuk auditor maupun untuk customernya, serta untuk menunjang keberlangsungan perusahaan tempat dia bekerja, yang mana meskipun kondisi pandemi tetap membutuhkan cash flow untuk mendukung operasionalnya.

Memasuki era new normal, kendala audit menjadi lebih serius. Krisis yang menyertai era new normal telah memaksa klien untuk menata ulang prioritasnya. Kondisi organisasi yang terdampak, bukan hanya pada fisik, tetapi juga secara mental. Saat ini klien berupaya untuk melakukan respons yang tepat terhadaptekanan di era new normal. Risiko yang dihadapi beberapa perusahaan berbeda-beda, pada saat menerapkan rencana audit yang telah disusun tahun lalu. Ada risiko yang lebih parah di tengah pandemi ini terutama risiko yang terkait dengan pendapatan, likuiditas, sumber daya keamanan data serta infrastuktur dalam rangka remote working.

Seorang IT Auditor tidak boleh memaksakan pelaksanaan audit yang sudah tidak relevan dengan prioritas manajemen saat ini dan yang mungkin sekali sudah tidak sesuai dengan profil risiko yang dihadapi perusahaan. Respon Auditor terhadap Covid-19 dalam survei tahun ini, para chief (CAE, sebutan bagi kepala auditor) memberikan konfirmasi perlunya melakukan pengabaian atau perubahan total terhadap rencana audit tahunan. Yang menarik, meskipun ada penugasan audit yang dibatalkan, beberapa responden malah menambah penugasan-penugasan baru terutama yang terkait covid-19 atau yang terkait dengan risiko baru yang muncul atau berubah saat era new normal. Penugasan ini bisa berupa advisory atau menjalankan proses manajemen yang berdampak kritis.

Audit teknologi informasi adalah evaluasi secara sistematis dan objektif yang dilakukan oleh seorang auditor teknologi terhadap aset teknologi, untuk mencapai tujuan audit teknologi sehingga memberikan nilai tambah dan meningkatkan kinerja pihak yang dilakukan audit atau pemilik kepentingan. Nilai tambah mencakup semua manfaat yang berguna bagi pihak yang berkepentingan, dan kinerja mencakup aspek proses yang berhubungan aset teknologi. Untuk itu urgensi audit teknologi diperlukan sebagai usaha perbaikan yang berkelanjutan ketika penerapan teknologi yang tidak tepat dapat mengakibatkan dampak buruk karena publik perlu dilindungi dari akibat buruk dalam penerapan suatu teknologi.

Sebagai contoh, aset teknologi yang di perankan oleh auditor ditahun 2020-2021 di tengah pendemi Covid-19 adalah pendekatan melalui remote auditing atau melakukan prosedur auditnya secara jarak jauh (remote). Dengan tersedianya akses ini, maka auditor mestinya sudah dapat melakukan review dokumen dan review analitis di kantor pusat, sebelum mengunjungi klien, auditor bisa lebih fokus melaksanakan sisa sebagian prosedurnya, yakni interview pelaku proses dan observasi pelaksanaan proses dilokasi. Bahkan prosedur interview maupun observasi lapangan pun sebenarnya sudah bisa dilakukan sebelum turun ke lokasi klien, yakni melalui teleconferencing, live streaming, atau pengiriman photo/video. Dan di pandemi Covid-19 ini justru kita bisa mengoptimalkan teknologi aset yaitu remote auditing untuk melakukam review dan anlisis dokumen, interview dan observasi.

Menyikapi era new normal ditahun mendatang, yang sekarang ini masih berada diketidakpastian akibat krisis akibat Covid-19 diberbagai sektor, maka seorang IT Auditor dituntut untuk menunjukan agilitasnya. Sikap ini perlu diambil dengan cepat dan tangkas untuk menunjukkan pentingya peran seorang auditor IT di era new normal.Agilitas remote auditing merupakan bentuk respon yang cepat terhadap situasi pandemi ini agar auditor lebih siap menghadapi era the new normal.

   For Further Information, Please Contact Us!