Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology.

.

18 December 2021
Category: INFORMATION AND TECHNOLOGY
Penulis:         Jockie Utomo Prasetio, S.Kom.
 .

Di era saat ini teknologi informasi sudah menjadi kebutuhan pokok bagi tiap perusahaan untuk menunjang segala aktifitas pekerjaan. Banyak cara yang dapat dilakukan perusahaan dalam menerapkan teknologi informasi yaitu, membeli, membangun sendiri, atau menyerahkan ke konsultan/pihak ketiga untuk pengembangannya. Penerapan teknologi informasi menggunakan EDP (Electronic Data Processing) dapat memberikan dampak terhadap proses auditing dan juga proses pengendalian internal perusahaan. Untuk mengetahui pengendalian internal dalam mengolah data secara elektronik telah dilakukan dengan baik dan benar, maka perusahaan harus menjalankan fungsi audit terhadap sistem tersebut. Fungsi audit dilakukan oleh seorang Auditor, baik itu internal auditor maupun eksternal. Seorang Auditor memiliki standard kertas kerja sendiri, dengan harapan mampu bertindak secara independent dan dapat dipercaya. Dan atas hasil auditnya dapat dimanfaatkan oleh perusahaan sebagai bahan untuk perbaikan sistem dan efektifitas terhadap pengendalian internal.

Auditor harus paham atas sistem informasi komputer, karena memiliki dampak yang besar terhadap cara yang digunakan oleh perusahaan dalam bisnisnya. Sistem yang telah terkomputerisasi bukanlah alat yang baru yang dipergunakan untuk memproses pekerjaan administrasi. Seringkali, sistem pengendalian internal harus disusun kembali, karena karakteristik sistem komputer yang berbeda. Hal itu dapat mengakibatkan kesenjangan pengendalian yang berdampak pada terbukanya risiko baru untuk perusahaan yang telah menggunakan komputer. Dalam menjalankan tugasnya, dan berbasis pada komputerisasi, seorang Auditor harus memiliki responsibility atas segala perubahan yang terjadi di dalam lingkungan auditor dan sistem pengolahan datanya. Penggunaan informasi komputer ini diharapkan mampu membantu tugas auditing berjalan secara efektif dan efisien, serta mampu meminimalisir kemungkinan terjadinya fraud dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada pada lingkungan yang telah terkomputerisasi.

Jika komputer digunakan dalam memproses data akuntansi dan keuangan, maka auditor juga perlu memahami konsep terminology pengolahan data dan pengendalian untuk berkomunikasi dengan personalia EDP mengenai segala aktivitas yang sering dilakukan dan sistem yang telah terkomputerisasi.

Auditor memiliki bahasa audit tersendiri dengan istilah khusus. Agar dapat mudah dipahami, Auditor sebaiknya berinteraksi dengan manajemen keuangan dan teknisi akuntansi, karena memiliki pemahaman bahasa dan terminologi auditing yang sama. Sedangkan pada sistem EDP, Auditor harus berintraksi dengan manajemen EDP dan teknisi komputer. Oleh sebab itu, penting bagi seorang auditor untuk dapat mengerti dan paham akan konsep dari EDP karena merupakan hal yang fundamental untuk pelaksanaan review yang layak dan evaluasi pengolahan yang dikomputerisasi serta penggunaan komputer dalam menunjang pemeriksaan.

Perubahan lainnya adalah kerumitan pada sistem komputer. Karena perkembangan pada “hardware” dan “software” sistem EDP yang kian pesat. Hal ini dapat meningkatkan ataupun mengurangi biaya sistem operasi. Oleh sebab itu, banyak perusahaan memiliki sistem akuntansi dan administrasi yang telah diprogram seperti penyusunan daftar gaji, piutang dan hutang. Perusahaan tersebut telah menerapkan pengendalian manajemen yang lebih kompleks seperti planning produksi, pendapatan, marketing, dll.

Perubahan lingkungan pada auditor juga mempunyai pengaruh terhadap struktur perusahaan, pertanggungjawaban dan khususnya terhadap fungsi-fungsi yang berhubungan dengan pengolahan data. Pengolahan data elektronik memungkinkan banyak tahapan dalam mengelola satu departemen. Misalnya, cara mengolah pesanan pelanggan, analisis kredit, penjadwalan produksi, pengendalian persediaan, pembuatan faktur (billing), analisis penjualan, dan piutang.

Dengan pengendalian internal di lingkungan pengolahan data berbasis EDP, maka kita akan mendapatkan banyak manfaat untuk perusahaan, diantaranya: melindungi aktiva-aktiva perusahaan, memberikan kepastian terhadap akurasi dan reliability data dan informasi, meningkatkan efisensi dan efektifitas kegiatan usaha, penyesuaian dengan kebijakan perusahaan, pengukuran kesesuaian dengan peraturan perusahaan, serta mengurangi risiko dari kegiatan fraud atau pelanggaran lainnya.

Penggunaan teknologi informasi di era new normal sangat dibutuhkan, untuk mengakses informasi dengan mudah dan cepat. Oleh karena itu, seorang Auditor wajib memahami konsep dari EDP agar dapat menunjang hasil dari kerja nya, sehingga harapannya atas hasil audit tersebut dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha sebagai rekomendasi perbaikan sistem dan peningkatan efektifitas dalam pengendalian internalnya.

   For Further Information, Please Contact Us!