Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology.

FUNGSI TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENCEGAH RISIKO FRAUD

27 October 2021
Category: INFORMATION AND TECHNOLOGY
Penulis:         Jockie Utomo Prasetio, S. Kom
FUNGSI TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENCEGAH RISIKO FRAUD

Teknologi informasi sangat berpengaruh terhadap seluruh aspek kehidupan. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi bagi dunia bisnis dewasa ini. Teknologi informasi digunakan untuk menyampaikan informasi sepertilaporan tahunan, laporan CorporateSocial Responsibility,dan lain sebagainya. Pemanfaatan teknologi informasi dalam perusahaan menjadi faktor kunci utama bagi perusahaan untuk memiliki kinerja yang baik. Penguasaan sumber daya teknologi informasi adalah salah satu dari sekian faktor yang menentukan kinerja karyawan didalam perusahaan, untuk meningkatkan perusahaan di mata para stakeholder. Menurut Devaraj dan Kohli (2003): “sumber daya teknologi informasi merupakan pertimbangan para manajer dan stakeholder dalam menilai keberhasilan dan kinerja perusahaan di masa depan”. Kendatipun demikian, perusahaan harus melalui tahapan yang cukup berat dalam penggunaan teknologi informasi, yakni perubahan tata kelola perusahaan seperti kegiatan operasional, perumusan strategi, serta pengambilan keputusan yang berubah dari metode tradisional menjadi modern.

Fraud berupa tindakan pelanggaran, penyembunyian, tipu daya yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan tujuan tertentu dan bisa terjadi dikarenakan oleh 3 motif yang lazimnya disebut sebagai fraud triangle yakni pressure, opportunity, dan rationalization. Dampak dari fraud jelas merugikan banyak pihak seperti perusahaan, bahkan yang lebih parah adalah dalam skala negara. Oleh karena itu, pendeteksian dan pencegahan fraud semestinya dipersiapkan dengan matang untuk meminimalisir terjadinya fraud di masa mendatang. Pencegahan fraud dapat dilakukan dengan dengan kontrol internal, lalu diikuti oleh dua konsep lain yaitu meningkatkan fraud awareness dan fraud risk assesment.

Konsep kontrol internal yang dimaksudkan adalah pengendalian internal perusahaan melalui auditor internal. Auditor internal pada setiap perusahaan diharapkan mampu meningkatkan kompetensi khususnya di bidang teknologi. Apabila auditor mampu dalam mengoperasikan teknologi yang dimiliki perusahaannya dalam melakukan proses audit, maka auditor memiliki nilai lebih, salah satunya yakni pada aspek efektivitas dan efisiensi. Dengan adanya kemudahan dari teknologi, maka auditor internal mampu untuk melakukan proses audit dengan efisien dan menghemat waktu. Semakin tinggi pemahaman auditor terkait dengan teknologi, maka kinerjanya juga semakin membaik, sehingga kualitas audit yang dihasilkan juga akan membaik.

Upaya pencegahan fraud diperlukan adanya pengendalian internal, maka dari itu teknologi informasi dapat menjadi solusi dalam pengendalian internal perusahaan. Teknologi informasi berpengaruh pada pencegahan fraud, yakni memudahkan perusahaan dalam menghasilkan informasi yang tepat dan akurat. Hal ini berdampak positifbagi perusahaan untuk membantu pencegahan terjadinya fraud sekaligus untuk mengambil keputusan mengenai tindaklanjut dari fraud tersebut. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan dari Wilkinson dan Cerullo (1997) menyatakan bahwa implementasi teknologi informasi dapat memenuhi kebutuhan akan informasi bisnis dengan relevan, akurat, cepat, dan tepat waktu sehingga dapat meminimalkan kesalahan atau error.

Pemanfaatan teknologi di era digital sudah menjadi hal biasa, bahkan sudah termasuk kebutuhan sehari-hari setiap orang khususnya bagi perusahaan. Pemanfaatan teknologi yang digunakan perusahaan memiliki tujuan tersendiri yakni sebagai sarana penyampaian informasi, pengambilan keputusan, dan pembuatan kebijakan pada perusahaan. Dalam praktik pelaksanaan operasional perusahaan, diantara masalah yang muncul adalah fraud atau kecurangan yang terjadi di kalangan internal perusahaan. Maka dari itu pendekteksian dini dan pencegahan fraud mutlak diperlukan.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memperbaiki pengendalian internal, dalam hal ini adalah auditor internal. Apabila auditor internal mampu menguasai teknologi informasi, serta didukung oleh faktor lainnya seperti kompetensi, independensi dan profesionalisme, maka pelaksanaan kegiatan audit akan semakin efisien serta dapat meningkatkan kualitas dari auditor. Auditor internal yang berkualitas tentunya akan membantu perusahaan dalam menciptakan pengendalian internal yang baik pula, sehingga pendeteksian dini dan pencegahan dari fraud dapat dilakukan. Apabila kinerja dari pengendalian internal perusahaan sudah baik, maka kualitas dan kinerja perusahaan dapat diakui dan dinilai baik. Sehingga pemanfaatan teknologi dalam perusahaan secara tidak langsung mempengaruhi kualitas dari auditing dan juga membantu perusahaan dalam mendeteksi dan mencegah upaya terjadinya fraud.

   For Further Information, Please Contact Us!