Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology.

PENTINGNYA KESADARAN ADANYA KECURANGAN (FRAUD AWARENESS) DI INDONESIA DI MASA PANDEMI COVID-19

27 October 2021
Category: INTERNAL AUDIT
Penulis:         Drs. Ec. J. Tanzil, Ak, CA, CPA, FBIM, FAIM, CQAR, CRMA, CFC
PENTINGNYA KESADARAN ADANYA KECURANGAN (FRAUD AWARENESS)  DI INDONESIA DI MASA PANDEMI COVID-19

Sejak Pandemi Covid-19 melanda hampir seluruh negara, dimana dampak yang ditimbulkan dari virus ini tidak hanya dari sisi kesehatan namun sudah lintas sektoral seperti perekonomian, bisnis, sosial kemasyarakatan, lingkungan bahkan aktivitas dalam bekerja pun ikut terdampak adanya virus ini. Sebelum adanya virus ini, rata-rata orang yang bekerja akan selalu pergi ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan atau memberikan pelayanan kepada stakeholder. Namun dengan adanya virus Covid-19, dimana penyebarannya sangat cepat melalui interaksi dengan orang/benda yang sebelumnya telah terinfeksi atau terdampak virus, menyebabkan adanya perubahan perilaku ditengah masyarakat. Hal ini juga berkaitan adanya himbauan-himbauan berupa physical dan social distancing, mengurangi aktivitas di luar rumah serta mengurangi ke tempat-tempat yang digunakan untuk berkumpulnya orang salah satunya adalah kantor. Perubahan tatanan sosial kemasyarakatan dalam aktivitas bekerja salah satunya adalah konsep bekerja dalam bentuk Work From Home.

PelaksanaanWFH ini bukan berarti tidak masuk kantor, melainkan dalam menyelesaikan pekerjaan dapat diselesaikan dimana saja dengan menggunakan kecanggihan teknologi dan informasi yang dilakukan secara online (daring), sehingga kita tidak mengetahui kondisi lapangan secara langsung. Atas hal ini tentunya sangat rentan menyebabkan terjadinya fraud.

Bagaimana kondisi di Indonesia?Kami akan membahas masalah fraud didunia usaha.

Menurut suatu survey yang dilakukan oleh ACFE pada bulan April hingga pertengahan Mei 2020, 79% para responden menyatakan terjadinya peningkatan fraud dan diperkirakan kecenderungan kasus-kasus fraud masih akan meningkat seiring dengan situasi yang masih tidak menentu. Hal ini berdampak sangat besar bagi perusahaan-perusahaan yang sudah mengalami kerugian sebagai akibat pandemi Covid-19 ditambah dengan kerugian akibat fraud tersebut.

Menurut keluhan klien kami hampir semuanya mengeluh kondisi usaha seperti ini, dan banyak yang sedang mempertimbangkan untuk menghentikan kegiatan perusahaannya yang mana juga tidak mudah bagi mereka. Menurut suatu survey di Amerika sebanyak 41% dari perusahaan-perusahaan yang disurvey berencana meningkatkan anggaran anti-fraud secara keseluruhan, sementara hanya 13% justru akan menguranginya.

Berapa besar kerugian yang dialami suatu perusahaan yang disebabkan oleh fraud? Menurut suatu laporan dari ACFE jumlah kerugiannya sekitar 5% dari penghasilan brutto.

Di Indonesia fraud korupsi paling besar yakni 65%, sedangkan hasil survey disekitar 1500 perusahaan nilai fraud hanya mencapai 4,2% sudah mencapai hampir Rp. 700 miliar. Sejak pandemic Covid-19 menurut survey diatas jumlah kasus fraud semakin meningkat, sehingga dapat diperkirakan bahwa nilainya kerugian fraud di perusahaan-perusahaan mencapai nilai yang fantastis.

Bilamana dilihat dari aktor-aktor fraudnya dari survey tersebut, 32% merupakan karyawan dengan masa kerja lebih dari 6 tahun, sedangkan Owner/Direksi 30%, sedangkan para Manager sekitar 23%.

Yang sekarang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana mengatasinya? Untuk menghilangkan 100% jelas untuk waktu yang lamapun mustahil, karena perbuatan fraud tersebut. Dalam kebanyakan masyarakat kita, dianggap lumrah. Paling tidak kita harus berjuang untuk menguranginya. Dengan semakin banyaknya dan semakin ketatnya persaingan, kita benar-benar harus berusaha dan berjuang mengurangi potensi terjadinya fraud didalam perusahaan kita. Berbeda dengan Fire fighters yang berusaha memadamkan kalau sudah terjadi kebakaran, fraud fighters harus berusaha untuk mencegah terjadinya fraud seperti didunia kedokteran, orang diberi obat untuk mencegah terjadinya minimal mengurangi risiko sakitnya seperti flu-shot, vaksinasi, diet makanan dan lain sebagainya. Tentunya hal ini tidak dapat dilakukan oleh seorang tetapi oleh semua yang bekerja didalam perusahaan itu.

Kami akan bahas cara-cara fraud fighters ini ditulisan berikutnya.

   For Further Information, Please Contact Us!