Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

POLA AKUNTANSI KREATIF DAN CARA MITIGASI

23 February 2018
Category: ACCOUNTING
Penulis:         Dedik Irawan, S.E.
POLA AKUNTANSI KREATIF DAN CARA MITIGASI

Dalam perkembangan bisnis sekarang ini penerapan akuntansi kreatif pada dasarnya bukan berarti akuntan yang memanfaatkan pemahaman akuntansinya, tetapi pihak-pihak yang memiliki kepentingan seperti manajemen, pemerintah, asosiasi industry dan sebagainya yang biasanya memiliki keinginan berlebih atas laporan keuangan perusahaannya. Faktor yang menyebabkan munculnya akuntansi kreatif adalah adanya kebijakan dari perusahaan yang menyebabkan banyak manajerial mereka melakukan manipulasi data untuk mendapatkan suatu keuntungan. Hal seperti ini didasari banyak pemikiran, yang meliputi:

    1.Bonus Plan

    Manajer seringkali akan berperilaku mengikuti ketentuan pemberian bonus. Jika bonus yang diberikan bergantung pada laba yang akan dihasilkan, kemungkinan besar akuntansi kreatif akan dilakukan untuk meningkatkan atau mengurangi laba yang akan dilaporkan. Mungkin beberapa perusahaan akan menetapkan batas minimal perolehan laba agar manajer mendapatkan bonus, sehingga manajer akan meningkatkan laba pasa batas tersebut. Ada pula yang menetapkan batas atas untuk mendapatkan bonus. Dalam hal ini jika laba melebihi batas atas, maka manajer tidak akan mendapat tambahan bonus. Sehingga manajer akan mengurangi laba yang dihasilkan untuk ditransfer pada perolehan laba periode yang akan datang.

    2.Debt Covenant

    Dalam menyikapi sebuah perjanjian hutang, pada umumnya manajer akan berupaya untuk memilih kebijakan-kebijakan akuntansi yang menguntungkan dirinya. Ada dua kejadian dalam pemilihan kebijakan, yaitu saat diadakannya perjanjian hutang dan saat jatuh tempo hutang.

    3.Political Cost

    Perusahaan yang besar akan lebih banyak mengungkapkan informasi daripada perusahaan yang kecil. Hal ini dikarenakan perusahaan besar menghadapi biaya politis yang lebih besar. Perusahaan besar lebih banyak mendapatkan sorotan dari public secara umum. Contohnya para karyawan berkepentingan melihat kenaikan laba sebagai acuan untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui kenaikan gaji. Sedangkan pemerintah akan melihan kenaikan laba sebagai obyek pajak yang akan ditagihkan. Sehingga perusahaan besar akan memiliki kecenderungan untuk memilih proses akuntansi untuk menampilkan laba lebih rendah dari yang seharusnya.

Pada kenyataannya masih banyak factor lain yang menjadi dasar pemikiran penerapan akuntansi kreatif, berbagai banyak pertimbangan baik yang datang dari internal perusahaan maupun eksternal perusahaan semuanya memiliki andil untuk mempertimbangkan penerapan akuntansi kreatif. Selain itu, berbagai macam pola dapat dilakukan dalam penerapan akuntansi kreatif. Pola tersebut meliputi:

    a.Taking Bath

    Pola ini akan terjadi jika ada tekanan organisasi saat pergantian manajemen baru. Hal ini dilakukan dengan mengakui kegagalan manajemen lama sehingga manajemen baru ini melakukan penghindaran atas kegagalan tersebut.

    b.Income Minimization

    Pola ini akan dilakukan saat perusahaan memperoleh laba yang sangat tinggi, dengan maksud agar tidak mendapat perhatian dari pihak-pihak yang berkepentingan. Pembebanan yang biasa dilakukan adalah untuk biaya iklan maupun riset dan pengembangan. Yang dimaksudkan adalah dengan pembebanan ini hasil operasi perusahaan masih terlihat menarik bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

    c.Income Smoothing

    Pola ini disebut perataan laba. Perataan laba seringkali dilakukan banyak perusahaan untuk mengurangi volatilitas laba bersih. Perusahaan biasanya melakukan perataan laba bersih untuk pelaporan eksternal denga maksud sebagai penyampaian informasi internal perusahaan kepada pasar guna untuk meramalkan pertumbuhan labanya di masa yang akan datang.

    d.Timing Revenue and Expense Recognition

    Pola ini diterapkan dengan membuat kebijakan tertentu yang berkenaan dengan suatu transaksi, seperti halnya pengakuan penjualan prematur.

Pada kenyataanya penerapa akuntansi kreatif berdampak kurang baik terhadap perusahaan baik terhadap pemilik maupu terhadap investor selaku penanam modal. Oleh karena itu penerapan akuntansi kreatif harus secepatnya diketahui dan dicegah. Untuk mengetahui apakah manajemen perusahaan menerapkan akuntansi kreatif atau tidak, maka harus dibuat indikator-indikator kecurangan. Indikator kecurangan akan muncul dalam setiap kecurangan yang terjadi, hal ini dilatar belakangi oleh perilaku tidak etis manajemen dan kecenderungan kecurangan. Lebih bahayanya lagi perilaku ini dapat diturunkan, dan akhirnya menjadi budaya dalam internal perusahaan.

Perilaku tidak etis manajemen dan kecenderungan kecurangan akuntansi yang menjadi racun dalam internal perusahaan dapat dihilangkan jika perusahaan mampu mengefektifkan pengendalian internal, perbaikan sistem pengawasan, serta perbaikan moral dari pengelola perusahaan yang diwujudkan dengan mengembangkan sikap komitmen terhadap perusahaan, negara dan masyarakat. Langkah-langkah tersebut dapat dimulai dengan langkah kecil seperti:

    1.Pembentukan lingkuran organisasi yang memberikan kontribusi terhadap integritas proses pelaporan keuangan.

    2.Pengidentifikasian dan pemahaman atas faktor-faktor yang mengarah pada kecurangan.

    3.Penilaian risiko atas kecurangan perlakuan dan kecurangan pelaporan di dalam perusahaan.

    4.Penyusunan desain dan pengimplementasian internal control yang memadai untuk pelaporan keuangan.

Dari uraian diatas maka dapat diketahui pola apa saja yang biasanya digunakan manajemen dalam penerapan akuntansi kreatif. Setelah itu dapat diambil langkah yang tepat untuk pencegahan penerapan akuntansi kreatif. Jika akuntansi kreatif tidak dapat dicegah maka dapat dipastikan bahwa perusahaan sedang dalam kondisi dengan sistem pengendalian internal yang lemah, bahkan mungkin memang perusahaan tidak memiliki komite audit atau juga memang terdapat hubungan kekeluargaan antara manajemen dengan karyawan perusahaan. Oleh karena itu harus dilakukan pemetaan pola kecenderungan akuntansi kreatif, pemetaan risiko akuntansi kreatif dan penyusunan internal kontrol serta pengimplementasiannya untuk pelaporan keuangan yang lebih etis tanpa kecurangan.

*****

REFERENSI

http://blog-punyaelin.blogspot.com/2010/11/etika-dalam-akuntansi-creative.html

file:///D:/File/Kuliah/SEMESTER%20V/TA/Apakah%20Creative%20Accounting%20Itu%20..%20%20%C2%AB.htm

http://dhaniq.wordpress.com/2007/02/07/accounting-fraud/

http://diaryintan.wordpress.com/2010/11/21/etika-dalam-akuntansi-creative-accounting-fraud-auditing-accounting-dll/

www.fraud-magazine.com

   For Further Information, Please Contact Us!