Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

MEMENANGKAN PERSAINGAN DALAM DUNIA BISNIS

22 September 2017
Category: SECRETARY
Penulis:         Uripi Resti Aisyah
MEMENANGKAN PERSAINGAN  DALAM DUNIA BISNIS

Persaingan, siapa yang tidak mengenal istilah ini. Baik dalam kehidupan pribadi dengan keluarga, rekan kerja, tim kerja bahkan perusahaan. Dalam perang otot maupun perang otak strategi yang dibutuhkan nyaris sama. Hal ini dikarenakan persaingan atau pertarungan akan dimulai di pikiran kita. Seperti pada saat kita mengikuti seleksi karyawan masuk suatu perusahaan, mengikuti tender untuk mendapatkan pekerjaan, mengikuti kuis, mengikuti pertandingan voli, ataupun seorang laki – laki berusaha merebut seorang wanita pujaannya. Persaingan adalah persaingan. Seranglah pikiran lawan anda sehingga dia akan bertarung dengan dirinya sendiri dan pada akhirnya jatuh dihadapan anda.

Untuk menjadi seorang pemenang, kita tidak perlu menjadi seseorang yang terbaik atau terpandai. Kita hanya perlu melakukan hal – hal yang tepat. Baik dalam perang otot maupun perang otak, orang dengan strategi psikologis dan memiliki mental yang siap yang akan keluar sebagai pemenang. Ada beberapa strategi yang harus diperhatikan agar sukes dalam suatu pertarungan atau persaingan:

    1.Jangkar keberhasilan. Jangkar (anchor) sering digunakan dalam hipnotis untuk menghubungan berbagai peristiwa atau sensasi yang berkaitan. Kenapa dalam istilah petarung kita menggunakan jangkar?. Seperti saat kita mencium aroma durian, hal itu akan membuat anda tiba-tiba pusing bahkan mual. Hal ini bisa jadi karena kita pernah memiliki pengalaman buruk tentang dengannya. Atau saat mendengarkan lagu tiba-tiba kita teringat seseorang yang sudah lama tidak bertemu.

    Hal ini bisa kita lakukan dalam untuk meningkatkan kinerja kita, misalnya kita sebagai seorang Sekretaris mendapatkan tuntutan pekerjaan yang menumpuk hari ini. Ingatlah bahwa ada keluarga yang menunggu kita di rumah, maka ketika kita ingin tampil optimal dalam hal itu ulangi dalam pikiran kita momen dengan keluarga itu sekali lagi, maka otak kita akan kembali pada kerangka pikiran yang sama saat sedang berada di tengah mereka dengan begitu pekerjaan akan lebih mudah untuk diselesaikan.

    2.Fokus, apa yang menjadi fokus kita maka itu yang akan kita tuju. Cobalah untuk tidak bertindak dalam keadaan takut atau gegabah. Yakinkan bahwa setiap persaingan adalah hal penting, sehingga mau tidak mau kita harus siap dengan kemungkinan yang terjadi. Disamping itu kita harus memperhatikan medan perang atau kompetitor kita, gali lebih banyak informasi tentang mereka, paling tidak kita sudah semaksimal mungkin dalam mencapai tujuan perusahaan.

    3.Jaga Sikap, mungkin untuk meningkatkan motivasi kerja kita harus memiliki “pembanding”. Pembanding disini adalah rekan kerja kita yang dianggap lebih dan menjadi panutan oleh rekan lainnya. Namun kita tidak boleh terlalu vulgar memperlihatkan bahwa ia adalah lawan kita. Tetap menjaga sikap dan mempelajari hal positif dari lawan sehingga tetap menjaga silaturahmi dan tidak merugikan orang lain.

    4.Berlatih secara mental. Coba kita berimajinasi, gunakan pikiran kita untuk mendapatkan gambaran yang sempurna tentang hal yang semestinya. Seperti apa kita semestinya, kedengaran atau kelihatannya?, apa reaksi orang lain? bagaimana mereka melihat kita?. Mulailah untuk melihat diri kita sukses dalam benak kita dulu sebelum kita melihat dengan mata kita.

5.Selalu memiliki rencana B. rencana cadangan bukan berarti anda takut gagal, namun anda mempersiapkan peluang keberhasilan semakin besar. Dan tentu saja jangan terlalu cepat meninggalkan rencana awal anda. Tapi untuk antisipasi jika rencana awal tidak berjalan dengan baik.

Sebagai ringkasan, seorang pejuang Sun Tzu, mengatakan bahwa kalau bisa, lakukanlah sesuatu yang tak terduga dan tanpa didahului peringatan. Muslihat dan kejutan merupakan prinsip kunci untuk mengacaukan lawan. “Dengan bertindak tanpa pola, maka inilah saat yang tepat untuk menyerangnya dengan telak”. Karena memang ketika seseorangtidak fokus maka kita akan memiliki peluang untuk menyerang, menyerang adalah tindakan dinamis, bertahan adalah tindakan pasif. Ketika menyerang jangan ragu, lakukan dengan gencar, kita bisa mulai dari mengalahkan mentalnya, dengan serangan gencar maka lawan akan letih karena mental dan fisiknya terkuras. Lakukanlah, tantangan dan percobaan untuk menilai kekuatan kita, jangan pikirkan kesulitan yang mungkin terjadi namun mulailah berkawan dengan resiko dan berpikir optimis, karena persaingan dan pertarungan tidak hanya di meja tinju atau lapangan sepakbola. Namun dengan sekeliling kita, akan tetapi perlu ditekankan persaingan bukanlah memacu konflik melainkan bersaing untuk berstrategi dan menggunakan akal sehat guna mencapai target yang kita inginkan.

   For Further Information, Please Contact Us!