Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

PENTINGNYA OPINI AUDITOR INTERNAL

22 June 2017
Category: INTERNAL AUDIT
Penulis:         Galih Ivan Christyansah, SE.
PENTINGNYA OPINI AUDITOR INTERNAL

Pentingkah opini dari auditor internal itu? Kalau dalam pekerjaan auditor eksternal yang berasal dari Kantor Akuntan Publik, kita sering melihat opini dari hasil pekerjaan auditor eksternal dalam menilai kewajaran suatu laporan keuangan yang disajikan manajemen, maka kita tidak pernah melihat hasil audit berupa opini dari pekerjaan auditor internal. Opini yang dihasilkan oleh seorang auditor bukanlah opini bebas melainkan opini yang dibangun berdasarkan sumber bukti, kriteria, pengetahuan, dan judgement secara professional. Opini tersebut dipandang mempunyai harga tinggi karena diberikan oleh pihak yang sudah professional, independen dan objektif dari pembuat laporan keuangan, yaitu auditor eksternal.

Opini dari seorang auditor eksternal atas laporan keuangan memiliki pengaruh yang besar dalam pengambilan keputusan dari berbagai pihak, baik pada sektor swasta maupun pemerintahan, terlepas dari masalah pemahaman perbedaan konsep antara pengguna opini dengan praktisi. Karena itu, audit atas laporan keuangan tanpa hasil seperti opini merupakan hal yang janggal. Audit eksternal tanpa opini saja sudah merupakan hal yang aneh, bagaimana dengan auditor internal?

Sesuai dengan pengertian dari audit internal, audit internal berfungsi sebagai penolong dari organisasi dalam mencapai tujuannya sehingga bentuk praktik dari good corporate governance organisasi dapat dicapai. Unit auditor internal dianggap sangat berharga bagi organisasi karena posisinya yang independen dalam organisasi serta profesionalitasnya. Keberadaan dari unit internal audit ini juga berfungsi membantu tugas pengawasan jajaran manajemen tertinggi organisasi. Dewan komisaris serta jajaran direksi mengharapkan informasi yang objektif dari hasil kerja auditor internal, selain informasi tersebut jajaran manajemen juga mengharapkan laporan langsung dari bawahannya. Dengan memiliki sifat kerja yang professional, independen, dan objektif seharusnya auditor internal mampu juga memberikan opini layaknya auditor eksternal.

Penerapan opini dari auditor internal selama ini memang belum semaju dan sebanyak dari opini auditor eksternal. Penyebab dari tidak terdapatnya opini seorang auditor internal ada bermacam-macam. Salah satu nya adalah auditor internal merasa khawatir bahwa mereka harus berupaya keras untuk menjelaskan dan menyampaikan kesimpulan dari hasil kerja mereka kepada jajaran manajemen. Kemudian juga dalam pekerjaan sehari-harinya seorang auditor internal tidak memiliki metodologi penilaian yang terstruktur.

Beberapa hambatan dari seorang auditor internal dalam menyampaikan opini kepada manajemen merupakan tantangan nyata bagi mereka. Namun sebenarnya tantangan tersebut dapat diatasi dengan merancang pengumpulan bukti yang memadai, mengomunikasikan metodologi dengan efektif dan menerapkannya secara konsisten, serta mengembangkan metodologi penilaian berkolaborasi dengan klien untuk menyesuaikan ruang lingkup pekerjaan.

Selain hambatan-hambatan diatas, terdapat pendapat yang mengatakan hanya rekomendasi yang menjadi fokus dari audit internal. Opini yang dikeluarkan audit internal menjadi tidak penting karena fokus audit internal adalah mendukung pencapaian tujuan organisasi yang tercermin dari rekomendasinya. Rekomendasi atas masalah-masalah atau temuan yang terdapat dalam suatu unit auditee adalah kunci sukses auditor internal. Dengan begitu, terdapat anggapan yang mengatakan bahwa rekomendasi lah prioritas utama auditor internal, bukan opininya.

Dalam mendukung kinerja auditor internal yang membantu organisasi mencapai tujuannya, opini juga diperlukan untuk melengkapi rekomendasi yang dikeluarkan oleh auditor internal. Opini dan rekomendasi sama-sama dibutuhkan oleh jajaran manajemen. Manajemen membutuhkan opini agar memperoleh gambaran kualitas dari baik atau buruknya kinerja manajemen yang diaudit secara umum, sedangkan rekomendasi diperlukan untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang telah ditemukan.

Manajemen sesungguhnya tak hanya ingin mengetahui masalah-masalah yang ada secara parsial, mereka ingin memahami dan yakin akan kondisi perusahaan secara keseluruhan. Gambaran nyata secara keseluruhan tersebut hanya dapat diperoleh jika auditor internal menyatakan opininya secara jelas. Tanpa terdapat opini yang jelas, manajemen memerlukan usaha ekstra untuk menerjemahkan sendiri hasil audit internal yang diterimanya. Pendapat yang berasal dari auditor independen memberikan keyakinan yang memadai kepada manajemen karena sejatinya itu merupakan esensi auditor dalam fungsi assurance. Dengan demikian, adanya pernyataan opini audit internal pada hakikatnya merupakan wujud berjalannya fungsi assurance audit internal yang efektif.

Pemberian opini dari audit internal atas berbagai unsur yang terdapat dalam organisasi merupakan hal yang penting karena jajaran pimpinan organisasi membutuhkan gambaran dari kualitas pekerjaan dari berbagai macam elemen. Opini yang diberikan auditor internal dapat menjadi petunjuk kepada pimpinan organisasi dalam mengetahui area-area yang mempunyai tingkat risiko tinggi atau rendah. Dari opini tersebut para petinggi organisasi dapat lebih mudah mengidentifikasi unit-unit mana saja yang memerlukan perhatian khusus. Keuntungan dari adanya opini audit internal adalah juga dapat mendorong terciptanya budaya persaingan kerja yang sehat dari para pemangku kepentingan pekerjaan dengan saling berlomba untuk memperoleh opini yang baik dari auditor internal.

   For Further Information, Please Contact Us!