Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

BUILDING DISRUPTIVE LEADERS THROUGH COACHING

27 February 2017
Category: HUMAN RESOURCE
Penulis:         Dra. I. Novianingtyastuti, Psi.
BUILDING DISRUPTIVE LEADERS THROUGH COACHING

Dalam dunia bisnis VUCA kita sampai pada pemahaman “the new normal” era. Bahwa yang disebut “normal” dalam era baru adalah perubahan. Yang mengganggu kemapanan sebuah usaha bukan lagi pesaing yang selama ini dikenal. Pesaing usaha terbesar di era ini berasal dari arah yang tidak disangka-sangka, yang dalam waktu singkat bisa mendisrupsi bisnis kita. Dan yang membuat kita sulit menirunya adalah karena mereka mempunyai model bisnis yang sangat berbeda dengan yang selama ini ada.

Mengapa perlu disruptif? Perkembangan teknologi yang luar biasa telah mengobok-obok business model dari perusahaan yang sekarang ada. Melakukan sustaining innovation saja tidak cukup. Jika tujuan perusahaan masih pada level memproduksi barang/ jasa yang lebih baik, meningkatkan profit margin, menambah jumlah customer, membidik customer potensial; maka evaluasi kembali apakah cara-cara ini masih relevan dilakukan dan masih relevan untuk menjadi pioneer di kelasnya.

Sustaining innovation adalah tentang bagaimana perusahaan bertahan atau menempatkan posisinya dalam industri dengan menjadi lebih baik daripada kompetitor, untuk memberikan pelayanan atas kebutuhan customer. Pendekatan ini membuat perusahaan berfokus pada apa yang bagus dari brand yang kita miliki, apa yang dilakukan kompetitor lebih baik, serta apa yang dibutuhkan oleh customer. Cara demikian masih membuat kita berpikir di dalam kotak. Dalam era disruptive technology, upaya-upaya yang kita lakukan untuk tujuan tersebut seringkali kurang bisa mengimbangi kecepatan dari perubahan yang terjadi. Kecepatan perubahan sendiri telah mendorong customer makin menuntut karena perubahan dari kondisi yang terjadi yang mempengaruhi cara seseorang bertindak, berkomunikasi dan mengambil keputusan.

Dalam kondisi demikian, pendekatan inovasi apa yang lebih tepat untuk dilakukan? Beberapa perusahaan melakukan low cost disruption dengan membuat penawaran yang lebih baik, merubah bisnisnya menjadi low cost business model atau melalui targets over-served customer (mencari ceruk pasar baru) .

Cara lain adalah melalui new market disruption, yaitu membuat profit yang lebih rendah dari per unit yang terjual, menargetkan customer yang selama ini belum pernah disentuh oleh para pemain yang ada serta membuat strategi memberikan harga lebih rendah bagi customer saat ini dan harga lebih tinggi bagi non-customer.

Dalam kondisi dimana banyak dituntut kecepatan dan ditemui ketidakpastian, peran leader dirasa makin penting. Tantangan perubahan sangat besar karena leader akan memimpin lebih banyak orang pintar. Hirarki menjadi berkurang, sehingga tiap orang bisa leluasa mengekspresikan isi pikirannya secara langsung dengan Pimpinan. Leader tidak boleh gagal mengapresiasi ide mereka yang kadang datang bertubi-tubi. Perubahan ini membuat leader juga harus lebih sering menyampaikan visi secara jelas untuk memastikan bahwa eksekusi dan inovasi yang dilakukan dalam segala aspek berjalan “on the track”. Leader harus lebih banyak menciptakan kesempatan bagi teamnya untuk tumbuh dan mendorong inovasi. Leader menjadi katalisator perubahan. Peran leader bukan hanya mampu mencapai hasil yang baik dalam performa bisnis, tetapi juga untuk secara efektif mengelola manusia dalam aspek perubahan.

Tidak dapat ditawar, leader perlu memiliki ketrampilan coaching. Ketrampilan coaching dibutuhkan dalam menghadapi perubahan tersebut. Riset menunjukkan bahwa melakukan coaching secara professional membawa pengaruh luar biasa pada pertumbuhan organisasi, antara lain bahwa coaching membawa perspektif baru dalam melihat tantangan, meningkatkan ketrampilan pengambilan keputusan, efektifitas interpersonal dan kepercayaan diri yang lebih tinggi. Mereka yang melakukan coaching juga terbukti produktifitasnya meningkat, memiliki kepuasan dalam kehidupan personal maupun pekerjaan serta tercapainya beberapa tujuan yang relevan.

Berapa banyak leader yang dimiliki organisasi memiliki kemampuan tersebut? Peluang bisnis masih terbuka lebar dan tentunya perusahaan akan mempergunakan peluang tersebut. Langkah mendasar yang perlu dilakukan adalah membekali mereka dengan ketrampilan coaching yang memadai. Jika mengalami kesulitan dalam menjalankan sendiri dengan sumber daya yang ada di perusahaan, kami siap membantu dalam memberikan bantuan professional “Empowering Coaching Skill”. Hubungi kami untuk konsultasi atau penjelasan lebih lanjut tentang hal tersebut melalui email: novi.ers@jtanzilco.com atau kontak ke: 031-5671713.

   For Further Information, Please Contact Us!