Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

Affair Sekretaris Dengan Bos?

22 November 2016
Category: SECRETARY
Penulis:         Elyzha Restri
Affair Sekretaris Dengan Bos?

Berpenampilan menarik, mengenakan baju yang cantik, bersepatu hak tinggi, dengan make up yang tebal, kira-kira seperti itulah gambaran orang terhadap sosok sekretaris. Seringkali sekretaris dianggap negative dan miring karena hal tersebut, apalagi ketika sosok sekretaris dikaitkan dengan hubungan dekatnya dengan sosok atasannya. Seringkali kita mendengar affair antara Bos dan Sekretarisnya, karena tidak dapat dipungkiri kaitan atasan dengan sekretaris sangat erat.

Dalam perusahaan seorang atasan memang sangat membutuhkan sosok asisten atau yang biasa dikenal dengan Sekretaris. Sosok sekretaris sering kali bertugas untuk mengurus segala urusan dari atasannya dari hal yang sepele seperti membuatkan kopi sampai yang paling berat urusannya seperti menggantikan posisi atasan ketika tidak bisa menemui relasinya. Oleh karena itu sekretaris masa kini tidak hanya membutuhkan kecantikan saja namun kemampuan dalam membawakan diri dan memiliki pengetahuan yang luas juga sangat dibutuhkan.

Seorang sekretaris juga dituntut untuk bisa selalu bersikap kooperatif dengan bosnya. Berawal dari sinilah terkadang kerjasama antara atasan dan sekretaris berlanjut dengan hubungan emosional yang lebih jauh. Karenapenampilan menarik sekretaris tidak jarang membuat bos menjadi jatuh hati padanya, tentu saja hal ini akan terjadi jika atasan anda berjenis kelamin pria. Sosok atasan yang affair dengan sekretarisnya seringkali mencari alasan untuk mengajak kencan sekretarisnya. Mungkin atasan bisa berdalih dengan mengajak keluar untuk kebutuhan perusahaan seperti meeting atau bertemu dengan relasi, namun berujung dengan mengajak untuk “kencan” atau hanya makan malam bersama. Tapi jika atasan anda sudah sangat “kesemsem” pada sekretarisnya bukan tidak mungkin dia akan mengajak untuk blind date atau mengajak bepergian yang jauh seperti keluar kota.

Seringkali sosok atasan yang juga menarik dan tentu saja mapan akan membuat sekretaris pun akan jatuh hati, dan sulit untuk menolak ajakan dari atasannya. Dan karena terlalu intensif pertemuan antara sekretaris dan bos ikatan emosi mereka menjadi semakin erat. Akhirnya ketika sedang jalan bersama pembicaraan pun tidak lagi melulu masalah pekerjaan, dan akan berlanjut pada pembicaraan pribadi, sehingga mereka pun akan lupa pada status masing-masing.

Tanpa disadari seiring dengan intensnya hubungan antara atasan dan sekretarisnya ada banyak bahaya yang mengintai mereka. Ketika hubungan mereka diketahui oleh khalayak umum, maka kredibilitas perusahaan pun akan dipertanyakan, profesionalisme mereka pun akan terbengkalai. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa hubungan yang baik antara Atasan dan Sekretaris memang dibutuhkan, namun hubungan tersebut harus dalam lingkup profesionalisme dan bukan hubungan pribadi. Karena pada dasarnya atasan yang baik tidak akan memperkerjakan sekretarisnya diluar tanggung jawab pekerjaannya, dan juga sebaliknya. Hubungan kerjasama antara atasan dan sekretaris adalah hubungan kerja dimana harus ada rasa saling menghormati satu sama lain, dan harus saling memahami batasan-batasan lingkup hubungan pekerjaannya.

Disinilah profesionalisme sekretaris akan diuji, seberapa jauh sekretaris menghormati atasannya tanpa melihat kedudukannya. Dalam menghindari presepsi buruk dari orang-orang maka sekretaris hendaknya bersikap wajar sesuai batasan kedudukannya, menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan tidak menggoda sehingga menghindari presepsi masyrakat yang kurang baik pada sekretaris. Dan jika sekretaris sudah benar-benar merasakan getaran perasaan dengan atasannya coba kontrol emosi supaya tidak terbawa suasa nyaman dengan hubungan yang tidak baik itu. Kalau Atasan memiliki 1001 alasan untuk mendekati sekretaris, maka sekretaris pun memiliki 1001 alasan untuk bisa menghindar. Berikut ini cara yang bisa ditempuh oleh sekretaris untuk dapat menghindari affair dengan Atasannya:

    1.Menempatkan posisi, seorang sekretaris harus menyadari posisinya, dan juga harus paham batasan-batasan hubungannya dengan satasan.

    2.Tidak ikut campur, hindari terlalu ikut campur dalam segala hal yang berhubungan dengan atasan anda. Apalagi jika itu masalah pribadi, walapun terkadang atasan anda meminta pendapat dari anda, usahakan untuk bisa menjaga jarak dan lebih baik menghindar jika sudah ada hubungannya dengan permasalahan pribadi.

    3.Tetap bersikap profesional, selalu ingat tujuan utama anda bekerja disuatu perusahaan. Tentu saja kita mencari pekerjaan dengan tujuan utama untuk mendapatkan penghasilan, sehingga ketika atasan anda mulai bersikap berlebihan maka anda harus bisa bersikap lebih profesional. Jangan mudah terbuai dengan perhatian berlebihan yang diberikan oleh atasan anda sehingga membuat anda lupa akan tanggung jawab utama anda dipekerjaan.

    4.Menjaga jarak dengan Atasan, usahakan untuk tidak berada dikantor hanya berduaan saja dengan atasan anda. Karena hal tersebut bisa menjadi peluang bagi atasan untuk mencari jalan supaya bisa lebih dekat sekretarisnya. Berpakaianlah yang sopan dan wajar, karena ketika kita berpakaian sopan maka siapapun yang melihat anda pasti akan lebih respect.

    5.Coba ungkapkan ketidaknyamanan Anda, jika anda sudah merasa sangat risih dan terganggu dengan sikap yang diberikan atasan anda, coba ungkapkan secara terus terang kepadanya bahwa anda merasa canggung dan tidak nyaman atas sikapnya yang berlebihan. Coba berikan tanggapan yang sederhana jangan berlebihan menunjukan sikap penolakan, karena hanya akan memperburuk hubungan anda dengan atasan anda.

    6.Jangan tanggapi pembicaraan yang kurang baik, ketika Atasan Anda mulai berbicara hal-hal yang berada diluar koridor pekerjaan dan sifatnya kurang sopan dan pribadi cobalah untuk tidak menanggapi dan alihkan pembicaraan atasan anda kearah yang lebih membahas terkait dengan pekerjaan, kecoh pemikiran atasan anda kearah pembicaran yang sifatnya lebih profesional dan positif.

    7.Ambil tindakan ketika mulai berlebihan, saat keadaan semakin terasa sulit untuk dikendalikan segera ambillah tindakan. Jika dirasa sudah tidak mungkin untuk melanjutkan bekerja ditempat itu anda bisa mengambil tindakan untuk mengundurkan diri. Namun jika dirasa anda masih merasa nyaman untuk tidak mengundurkan diri maka anda bisa mengambil tindakan untuk berkomunikasi atau meminta pendapat dari rekan kerja anda seperti dengan HRD yang ada di perusahaan dimana anda bekerja. Anda bisa meminta agar dapat dipindahkan ke posisi lain guna menghindari berkomunikasi atau berinteraksi dengan atasan anda.

Dengan tidak memberikan tanggapan pada atasan anda, itu akan membuat atasan anda menjadi lelah dan mulai paham maksud dari sekretarisnya. Dan mulai merasa bahwa usahanya selama ini hanya menjadi nihil. Sehingga perlahan dia mulai menghentikan segala usaha untuk menarik perhatian sekretarisnya. Dengan begitu anda bisa menjaga harga diri anda dan tentu saja harga diri dari atasan anda. Juga harus selalu diingat jangan pernah mengumbar kisah Anda dengan Atasan Anda kepada orang-orang dikantor Anda kecuali jika memang anda sudah berapa dibatas membutuhkan pendapat dari orang lain, itu pun Anda harus melihat siapaorang yang kira-kira pantas Anda mintai pendapat.

Namun selalu ingat bahwa Atasan Anda tepatlah sebagai pemimpin Anda, jadi tetaplah hormati dia dan hargai dia. Jagalah selalu kewibawaan Atasan Anda dengan menyimpan dengan rapih kisah Anda dan Atasan Anda. Jika Atasan Anda memberikan sikap sentimen setelah Anda memberikan sikap penolakan maka jangalah terpancing. Cobalah untuk memahami keadaan tanpa meninggalkan sikap profesional anda. Namun jika keadaan semakin memburuk itu berarti atasan anda memang kurang bijaksana. Dan keputusan yang bisa sekretaris ambil adalah dengan mengundurkan diri namun tetap dengan ketentuan yang sudah ada di perusahaan anda. Atau kata lainnya adalah mengundurkan diri dengan baik-baik.

   For Further Information, Please Contact Us!