Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

Peranan Sistem SNI/ISO 9001:2015 Bagi Produk Industri Di Indonesia Dalam Perkembangan Ekspor & Impor

25 October 2016
Category: PRODUCTIVITY AND QUALITY
Penulis:         Rhetsby Nordiandi, ST
Peranan Sistem SNI/ISO 9001:2015 Bagi Produk Industri Di Indonesia Dalam Perkembangan Ekspor & Impor

Selaras dengan percepatan pembangunan nasional standardisasi, sebagai salah satu unsur penunjang dalam pembangunan, sangat penting dalam upaya optimalisasi pendayagunaan sumber daya dalam kemampuan efisiensi produksi dan produktivitas dalam peningkatan jaminan mutu yang pada gilirannya akan menunjang daya saing perdagangan dalam negeri dan internasional. Kemampuan ini perlu terus ditingkatkan sehingga manfaatnya dapat lebih dirasakan oleh semua pihak, untuk itu perlu dorongan dan kebijakan dari pemerintah Depperindag sebagai salah satu instansi teknis mempunyai peran yang sangat strategis meningkatkan mutu produk dan produktivitas bagi masyarakat dunia usaha maupun lembaga pemerintah melalui penerapan standar Sistem Manajemen Mutu yang berlaku secara nasional maupun internasional. Dalam penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), perusahaan harus memiliki sistem dokumentasi manajemen mutu untuk memperoleh sertifikat Produk Tanda SNI. Disatu sisi, kemampuan dunia usaha maupun lembaga pemerintah dalam penerapan standar sistem manajemen mutu belum seperti yang diharapkan, disisi lain tuntutan dunia internasional terhadap penerapan sistem manajemen mutu semakin meningkat.

Sistem sertifikasi yang menggunakan ISO 9001:2015 sebagai dasar pelaksanaannya, telah dilakukan oleh lebih dari 40 negara dan banyak negara saat ini sedang mempersiapkan sistem penerapan ISO 9001:2015 dinegaranya masing-masing, pemerintah Indonesia dalam hal ini Badan Standardisasi Nasional bekerjasama dengan Departemen Perindustrian dan Perdagangan juga terus berupaya untuk mempersiapkan infrastrukturnya.

Sejalan dengan pembangunan nasional bidang standardisasi, berbagai lembaga telah mengalami pertumbuhan dalam mengembangkan kegiatan standardisasi. Untuk itu perlu dilakukan kerjasama yang sinergik antara berbagai lembaga yang bergerak dibidang standardisasi, instansi teknis terkait, dunia usaha dan konsumen. Kebijakan nasional di bidang standardisasi antara lain mengembangkan dan menetapkan satu standar yaitu SNI dan satu sistem standardisasi nasional.

Salah satu kegiatan standardisasi adalah perumusan standar yang mempunyai tujuan antara lain tersedianya sarana penunjang kebijakan pemerintah dibidang ekonomi, social dan budaya, terlindungnya kesehatan, keselamatan dan keamanan konsumen serta kelestarian lingkungan hidup. Standar dapat digunakan untuk mengangkat kemampuan produsen dalam usaha menghasilkan produk bermutu.

SNI yang sudah disusun tidak ada gunanya apabila tidak diterapkan oleh dunia usaha dalam kegiatan yang menggunakan SNI yang sangat erat kaitannya dengan kegiatan pemberlakuan standar, akreditasi, sertifikasi, metrologi, pembinaan dan pengawasan penerapan standar.

Melalui penerapan SNI bagi para produsen antara lain memungkinkan melakukan penyederhanaan operasi proses pada semua tingkat, pengurangan jenis dan ragam persediaan bahan baku, komponen dan produk akhir serta peningkatan efisiensi dan produktivitas. Sedangkan bagi konsumen dengan penerapan SNI akan mendapatkan seperangkat perlindungan dalam bentuk jaminan mutu barang dan/ atau jasa.

Peluang meningkatnya ekspor sangat besar karena berkembangnya interdepensi antar kawasan-kawasan ekonomi di dunia, seperti antara Amerika Utara dengan negara-negara di Asia Pasifik, antara negara-negara di Eropa dengan negara-negara di Amerika Utara, begitu pula antara negara-negara di Eropa dengan negara-negara di Asia, utamanya ASEAN, RRC dan Jepang.

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh perusahaan dalam menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 antara lain:

  • Menjamin konsistensi mutu produk melalui pengendalian terpadu di semua lini perusahaan.
  • Menguatkan hubungan baik antara produsen dan konsumen.
  • Merupakan dasar untuk meningkatkan mutu secara berkesinambungan.
  • Menghilangkan ketergantungan pada satu orang.
  • Melembagakan pelatihan.
  • Mempertebal kepercayaan pelanggan.
  • Mampu meng-handle resiko-resiko perusahaan

Manfaat penerapan sistem manajemen mutu di perusahaan seperti yang telah kami sampaikan, akan tercapai apabila pimpinan puncak dari perusahaan memiliki komitmen yang kuat terhadap mutu dan didukung oleh seluruh karyawan. Karena pelaksanaan penerapan sistem manajemen mutu tersebut memerlukan kekompakan seluruh personil. Keuletan dan pengorbanan dari seluruh personel di perusahaan untuk melakukan persiapan dari pencapaiannya di lapangan.

Dengan demikian tanpa adanya dorongan dan semangat dari pimpinan puncak tidak akan mungkin tercapai penerapan sistem manajemen mutu di perusahaan tersebut.

   For Further Information, Please Contact Us!