Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

DARIMANA JASA AUDIT BERASAL?

29 September 2016
Category: AUDIT
Penulis:         Julian Lukito, S.E., Ak, CA., CPA
DARIMANA JASA AUDIT BERASAL?

Proses audit telah dimulai sejak abad ke XV

Pada sekitar awal abad ke XV jasa auditor telah mulai digunakan di Inggris. Meskipun pengauditan telah lahir sejak beberapa abad yang lalu, namun perkembangan yang pesat baru terjadi pada abad ini.

Pengauditan independen sebelum tahun 1990

Fungsi pengauditan dimulai di negara Inggris. Kemudian Inggris memperkenalkannya di benua Amerika pada abad pertengahan XV. Para auditor di Amerika Utara mengadopsi bentuk laporan dan prosedur audit persis seperti yang berlaku di Inggris. Perusahaan-Perusahaan publik di Inggris pada waktu itu harus tunduk pada Undang-Undang yang disebut Companies Act. Menurut Undang-Undang tersebut semua Perusahaan publik harus diaudit. Ketika fungsi audit mulai diterapkan di Amerika Serikat, bentuk laporan model Inggris turut diadopsi pula meskipun peraturan yang berlaku di Amerika Serikat tidak sama dengan yang berlaku di Inggris. Keharusan untuk diaudit datang dari badan yang mengatur pasar modal yang disebut Exhange Commision, serta dari pengakuan umum mengenai manfaat pendapat auditor atas laporan keuangan.

Perkembangan di Abad XX

Perkembangan di abad ke-20 sangatlah pesat karena revolusi Industri di Inggris telah memasuki usia yang ke 50 tahun. Perusahaan di Inggris mulai merasakan manfaat dari jasa audit itu sendiri, Namun di kalangan pemegang saham terjadi kesalahpahaman dengan apa fungsi audit itu. Profesi auditor di Amerika berkembang pesat setelah berakhirnya Perang Dunia I. Sementara itu kesalahpahaman tentang fungsi pendapat auditor masih terus berlangsung, sehingga pada tahun 1917 Federal Reserve Board menerbitkan Federal Reserve Buletin yang memuat cetak ulang suatu dokumen yang disusun oleh American Institute of Accountant (yang selanjutnya berubah menjadi American Institute of Certified Public Accountants atau AICPA pada tahun 1957) yang berisi himbauan tentang perlunya auditorsi yang seragam, tetapi tulisan tersebut sesungguhnya lebih banyak menguraikan tentang bagaiman mengaudit neraca. Pernyataan teknis ini merupakan penyataan pertama yang dikeluarkan Profesi Auditorsi di Amerika Serikat dari sekian banyak pernyataan yang dikeluarkan selama abad ke-20

Pengembangan Profesi Auditor di Indonesia

Profesi Auditor di Indonesia masih tergolong baru. Pada masa penjajahan Belanda, jumlah Perusahaan di Indonesia belum begitu banyak, sehingga auditor dengan sendirinya hampir tidak dikenal. Perusahaan-Perusahaan milik Belanda yang beroperasi di Indonesia pada waktu itu mengikuti model pembukuan seperti yang berlaku di negaranya. Situasi seperti itu berlangsung hingga Indonesia merdeka. Profesi auditor baru mulai dikenal di Indonesia setelah tahun 1950-an, yaitu ketika semakin banyak Perusahaan didirikan dan sistem audit Amerika mulai dikenal, terutama melalui pendidikan di Perguruan Tinggi.

Perkembangan proses audit di Indonesia terjadi pada tahun 1973 yaitu ketika Ikatan Auditor Indonesia (IAI) menetapkan prinsip-prinsip Auditor di Indonesia dan Norma Pemeriksaan Auditor (NPA). Selain itu perkembangan yang terjadi dalam dunia perbankan sejak tahun 1998 semakin menuntut dilakukannya audit atas laporan keuangan bagi Perusahaan-Perusahaan yang akan mengajukan permohonan kredit ke Bank. Pada tahun 1995 lahir Undang-Undang Perseroan Terbatas yang mewajibkan suatu Perusahaan menyusun laporan keuangan dan jika Perseroan merupakan Perusahaan Publik, maka laporan keuangannya wajib diaudit oleh Auditor Publik. Pada tahun yang sama Undang-Undang Pasar Modal pun lahir juga.

Seiring perkembangan di Indonesia, IAI telah banyak melakukan penyempurnaan peraturan yang berlaku di Indonesia. Yang mana Indonesia saat itu berkiblat pada peraturan yang dibuat oleh Amerika Serikat. Pada tahun 1994 IAI melakukan penyusunan ulang prinsip auditorsi dan standar audit yang disebut Standar Auditorsi Keuangan (SAK) dan Standar Profesional Auditor Publik (SPAP). Sejalan dengan itu Dewan Standar Auditorsi yang dibentuk IAI secara terus menerus menerbitkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).

Seperti terjadi di Amerika Serikat seratus tahun lalu, fungsi pengauditan di Indonesia memasuki abad ke-21 ini masih belum dipahami masyarakat. Banyak kesalahpahaman yang terjadi atas laporan auditor, karena fungsi audit tidak dipahami dengan benar. Maka dari itu Pemerintah mulai memperkenalkan profesi auditor mulai dari SMA dan pengenalan audit dilakukan di Perguruan Tinggi.

   For Further Information, Please Contact Us!