Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

Social Media Profesional Untuk Kebutuhan Rekrutmen Perusahaan

22 August 2015
Category: HUMAN RESOURCE
Penulis:         Lovika Romnuriani, S. Psi
Social Media Profesional Untuk Kebutuhan Rekrutmen Perusahaan

Rekrutmen menjadi prioritas utama organisasi atau perusahaan tahun 2015 ini untuk menjaring talent – talent potensial perusahaan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Linkedin mengenai “2015 Global Recruiting Trend” yang dirilis Oktober 2014, didapatkan proyeksi bahwa tahun ini pemberi kerja (dalam hal ini organisasi atau perusahaan) akan mengalokasikan lebih banyak dana dan bersiap-siap untuk merekrut lebih banyak talent. Menurut survey tersebut, karyawan yang akan direkrut oleh perusahaan akan bertambah, baik secara volume maupun budget meski masih terdapat gap dari peningkatan keduanya. Dengan banyaknya kebutuhan talent, maka perusahaan mulai mencoba beberapa cara, antara lain pembentukan talent pool, mempekerjakan konsultan rekrutmen yang handal maupun investasi pada brand perusahaan.

Dalam mencari talent-talent potensial, menurut riset, sebesar 66% sumber utamanya adalah berasal dari social professional network. Sebanyak 51% lowongan pekerjaan berasal dari internet, 38% referral, dan sisanya 36% adalah database pribadi perusahaan. Hal ini membuat banyaknya penggunaan social media professional oleh konsultan rekrutmen sebagai penyetor talent untuk perusahaan kliennya.

Tidak hanya dari sisi jumlah, sosial media professional juga disebut sebagai salah satu sumber talent-talent yang berkualitas. Hal ini penting sebagai bahan pertimbangan perusahaan jika mereka ingin membuat proses rekrutmen menjadi lebih optimal dan efisien. Terlebih lagi, 54% dari para leader yang bertugas dalam program staffing mengaku belum berhasil mengembalikan return on investment dalam hal rekrutmen ini.

Selain sosial media, cara kedua yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menjaring lebih banyak competent talent adalah dengan mengasah brand/citra perusahaan di mata pencari kerja. Sebanyak 70% perusahaan yang disurvey mengaku bahwa brand yang mereka miliki dapat mempermudah mereka dalam mengembangkan bisnis. Brand dinilai penting karena empat alasannya yakni, meningkatnya kompetisi, meningkatnya kebutuhan klien, kebutuhan untuk menciptakan general awareness, dan alasan ke-4 adalah kesadaran bahwa brand memberikan dampak tertentu terhadap proses bisnis.

Tunggu apa lagi untuk mendapatkan talent profesional di organisasi Anda?

   For Further Information, Please Contact Us!