Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

PENGARUH GENDER TERHADAP PROFESI INTERNAL AUDIT

02 December 2019
Category: INTERNAL AUDIT
Penulis:         Ricky Richard Bua, SE., MM.
PENGARUH GENDER TERHADAP PROFESI INTERNAL AUDIT

Internal audit merupakan salah satu pekerjaan yang bersifat mengontrol, memastikan system pengendalian intern dalam suatu perusahaan telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan atau tidak? Sehingga sesuatu yang menjadi kendala perusahaan dalam mencapai tujuannya sesegera mungkin dapat ditindaklanjuti oleh manajemen yang ada. Untuk dapat menjalankan fungsinya tersebut, seorang auditor internal tidak hanya bekerja dengan berpatokan pada data yang ada dalam suatu laporan saja, melainkan harus turun ke lapangan melakukan pengamatan secara langsung dan mempelajari setiap proses bisnis guna melihat sejauh mana kepatuhan seluruh karyawan terhadap standar perusahaan yang telah ditetapkan dan juga dapat melihat sesuatu yang mungkin saja dapat menjadi potensi masalah bagi perusahaan dalam mencapai tujuannya.

Dari penjelasan diatas tidaklah heran jika profesi auditor internal atau yang lebih dikenal dengan Satuan Pengawas Intern (SPI) lebih didominasi oleh kaum pria. Dengan perbedaan komposisi antara auditor pria dan wanita yang sangat signifikan. Sehingga secara tidak langsung banyak yang meragukan kemampuan perempuan dalam profesi ini. Sehingga tidaklah heran banyak opini diluar sana yang menyatakan bahwa profesi auditor merupakan salah satu bidang yang tidak terlepas dari diskriminasi gender, dimana yang selama ini lebih menonjolkan peran laki-laki.

Tentunya pernyataan diatas merupakan pernyataan yang keliru. Dalam profesi ini tidak terjadi suatu kesenjangan atau diskriminasi gender antara pria ataupun wanita. Hanya saja kondisi pekerjaan dari seorang auditor internal cukup berat sehingga kualifikasi untuk menjadi seorang auditor internal lebih banyak dimiliki oleh kaum pria daripada kaum wanita.

Berikut beberapa alasan kenapa kualifikasi untuk menjadi seorang auditor lebih banyak dimiliki oleh kaum pria daripada kaum wanita:

    1.Lingkungan yang kurang safety

    Auditor erat kaitannya dengan yang namanya perjalanan dinas yang mengharuskan kita untuk mengunjugi cabang atau unit usaha lainnya yang berada pada suatu daerah terpencil dan sangat sulit untuk dijangkau. Tidak hanya itu saja perjalanan yang jauh ke suatu daerah bisa menjadi hal yang paling melelahkan atau pun membahayakan apabila kita datang ke daerah yang masih rawan perampok, pemerkosaan, dan beberapa tindak kejahatan lainnya, namun itu adalah resiko dari pekerjaan sebagai auditor.

    2.Sex role stereotype

    Dihubungkan dengan pandangan umum bahwa pria lebih berorientasi pada pekerjaan objektif, independen, agresif, dan pada umumnya mempunyai kemampuan lebih dibandingkan wanita dalam pertanggung jawaban manajerial. Wanita di pihak lain dipandang lebih pasif, lembut, orientasi pada pertimbangan, lebih sensitif, dan lebih rendah posisinya pada pertanggung jawaban dalam organisasi dibandingkan dengan pria

   For Further Information, Please Contact Us!