Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology.

TOP 7 EMPLOYEE EMPOWERMENT STRATEGIES

26 July 2019
Category: HUMAN RESOURCE
Penulis:         Rizki Faradila, S. Psi
TOP 7 EMPLOYEE EMPOWERMENT STRATEGIES

Employee Empowerment atau pemberdayaan karyawan merupakan istilah yang sering didengar dalam konsep kepemimpinan. Pemberdayaan karyawan adalah filosofi dan strategi yang digunakan perusahaan untuk memberi kesempatan bagi karyawannya mengambil keputusan dan berperilaku sesuai tujuan perusahaan. Strategi tersebut cukup membentuk rasa bangga dalam diri karyawan dan rasa kepemillikan (sense of belonging) terhadap pekerjaannya, Adanya kesempatan untuk mengambil keputusan secara mandiri juga turut mendukung karyawan untuk berpikir lebih kreatif dan inovatif.

Sebuah studi menunjukkan bahwa karyawan yang diberdayakan oleh perusahaan akan memiliki tingkat kepuasan 50% lebih tinggi. Sayangnya perusahaan saat ini terlalu fokus pada pencapaian target dan pemberdayaan customer sehingga kecenderungannya justru mengabaikan karyawan yang ada didalamnya. Alih-alih mendorong karyawan dengan membatasi tools dan informasi yang ada, perusahaan harus mulai untuk mempercayakan pada karyawan untuk menentukan langkah-langkah yang perlu diambil. Berikut ini adalah beberapa strategi yang dapat dilakukan perusahaan dalam upaya pemberdayaan karyawannya.

1.Demonstrate that You Value People

Tunjukkan rasa menghormati dan menghargai karyawan dalam semua tindakan, kata-kata, termasuk ekspresi wajah maupun gesture yang Anda tampilkan dihadapan mereka. Apresiasi setiap tugas-tugas yang berhasil dituntaskan sesuai dengan target yang ditetapkan. Apapun yang dilakukan oleh karyawan, menghargai karyawan sebagai seorang manusia harus selalu diterapkan secara terus menerus.

2.Share Leadership Vision

Ciptakan suasana yang membuat karyawan merasa mereka menjadi bagian penting dari organisasi. Hal ini dapat dilakukan dengan menyampaikan secara terbuka visi, misi serta strategic plan perusahaan sehingga karyawan pun memahami langkah-langkah relevan yang perlu dilakukan.Jika memungkinkan, libatkan karyawan dalam penetapan tujuan dan perencanaan strategis yang akan ditempuh divisi masing-masing. Ketika perusahaan membagikan gambaran tentang goals dan menyampaikan makna dibalik tujuan serta arah bisnis perusahaan, tentu akan menunjang mereka dalam memetakan arah mereka sendiri tanpa perlu pengawasan secara intensif.

3.Trust People

Berikan kepercayaan kepada karyawan untuk melakukan suatu hal yang benar serta membuat keputusan meski mungkin tidak serupa dengan pandangan Anda. Sampaikan pada mereka hasil yang ingin dicapai, kemudian beri kesempatan bagi mereka untuk menangani suatu proyek dengan pendekatan mereka pribadi. Menurut survei dari Harvard, kesempatan untuk mengambil keputusan di tempat kerja dapat meningkatkan kepuasan karyawan, menumbuhkan motivasi dan mendorong performa lebih tinggi.

4.Provide Frequent Feedback

Memberikan feedback atau masukan serta saran secara rutin terkait hal-hal yang selama ini telah mereka kerjakan, baik dalam hal yang sudah terpenuhi maupun dalam hal-hal yang perlu dikembangkan. Idealnya, feedback yang diberikan disertai dengan penghargaan serta pengakuan atas kontribusi yang telah karyawan berikan. Serta pelatihan ataupun agenda improvement coaching yang memfasilitasi karyawan untuk semakin memperkaya dan mengembangkan, baik hard skills maupun soft skills.

5.Assume the Problem is the System, Not the Person

Ketika karyawan mengalami suatu persoalan, cobalah Anda mengubah mindset bahwa faktor yang menyebabkan terjadinya kendala adalah sistem kerja yang diterapkan, bukan sosok/karyawan yang melakukan. Asumsikan bahwa kemungkinan penyebab masalah adalah mekanisme kerjanya, sehingga pertanyaan yang sebaiknya diajukan adalah “Apa yang salah dengan sistem kerja sehingga muncul persoalan?”. Namun jika memang ketika ditelisik persoalan muncul disebabkan oleh individu, cobalah menyelesaikannya terlebih dulu dengan karyawan tersebut, sebelum akhirnya mengarahkan pada tim HRD.

6.Maintain the Credibility

Selain ingin terus berkembang, karyawan juga ingin berkompetisi secara sehat. Untuk itu, perusahaan harus mampu menciptakan lingkungan yang kompetitif, baik untuk menunjukkan performa dan kredibilitas dari masing-masing karyawan. Dalam hal ini, kredibilitas menyangkut cara manajer memandang karyawan sebagai partner kerjanya. Anda juga perlu memberikan dorongan untuk peningkatan target karyawan di semua pekerjaannya. Disisi lain, Anda juga harus mampu menciptakan perubahan untuk meningkatkan kredibilitas individu karyawan.

7.Encourage Transparency in Communication

Banyak perusahaan yang menerapkan komunikasi berdasarkan hierarki top-down. Untuk para eksekutif, mungkin sistem seperti ini terasa natural. Namun bagi karyawan yang berada di lini bawah, hal tersebut membuat mereka merasa tidak memiliki andil dalam menentukan keberhasilan perusahaan. Meski para eksekutif memiliki lebih banyak pengalaman, bukan artinya mereka mengabaikan masukan dan pendapat dari karyawan pada lini bawah. Perusahaan harus menyediakan solusi supaya pendapat dari karyawan tertampung dan dapat didengar para lini atas. Berikan imbalan, feedback, serta terima masukan dari mereka, maka semangat karyawan akan selalu tumbuh dan mengantarkan pada kemajuan perusahaan.

Strategi pemberdayaan karyawan dapat menjadi taktik untuk menumbuhkan motivasi secara halus namun efektif. Selain menambah produktivitas perusahaan, karyawan juga akan merasa lebih puas. Terlepas dari strategi yang akan diterapkan, upaya-upaya tersebut tetap krusial dalam memberi pengalaman memuaskan, baik bagi karyawan maupun konsumen. Dan pada akhirnya mampu memberikan dampak positif pada kemajuan bisnis perusahaan.

   For Further Information, Please Contact Us!