Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

PROKRATINASI SEBAGAI PENGHAMBAT KINERJA

17 May 2019
Category: HUMAN RESOURCE
Penulis:         Indah Yani, S. Psi
PROKRATINASI SEBAGAI PENGHAMBAT KINERJA

Prokrastinasi berasal dari bahasa latin yaitu “pro” yang artinya “maju”, ke depan, lebih menyukai, dan “crastinus” yang berarti “besok” (Steel, 2006). Jika ditinjau dari asal katanya prokrastinasi berarti lebih suka melakukan tugasnya besok. Aktivitas ini dikenal dengan istilah kebiasaan menunda. Sedangkan orang yang melakukan “penundaan” / prokrastinasi disebut sebagai prokrastinator.

Prokrastinasi itu sendiri adalah upaya melakukan penundaan kegiatan yang seharusnya dilakukan, walaupun mengetahui bahwa penundaan tersebut dapat menghasilkan dampak buruk. Seorang yang sering melakukan prokrastinasi, dapat dikatakan bahwa iapun lemah dalam memanage waktunya, tidak efektif dalam membuat skala prioritas, dan tidak displin.

Penundaan/ prokrastinasi bisa saja berbentuk:

  • Penundaan untuk memulai menyelesaikan tugas yang dihadapi. Baru akan memulai suatu pekerjaan, sudah menunda sehingga aktivitas/ langkah awal untuk memulai pekerjaan belum dilakukan.
  • Sudah melakukan pekerjaan, namun ditengah pengerjaannya lebih memilih melakukan hal lain. Biasanya keterlambatan dalam menyelesaikan tugas, dikarenakan melakukan hal-hal lain yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
  • Kesenjangan waktu antara rencana yang ditetapkan dan kinerja aktual
  • Melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan daripada tugas yang harus dikerjakan (seperti ngobrol, belanja online, browsing hal-hal diluar pekerjaan, nonton, mendengarkan musik, jalan-jalan, dll)

Dalam psikologi, prokratinasi berarti tindakan mengganti tugas berkepentingan tinggi dengan tugas berkepentingan rendah, sehingga tugas penting menjadi tertunda. Perilaku ini sebagai mekanisme untuk mencakup kecemasan yang berhubungan dengan memulai atau menyelesaikan tugas atau keputusan apapun.

Schraw, pinard, wadkins, dan olafson menetapkan tiga kriteria bahwa suatu perilaku dapat dikelompokkan sebagai prokratinasi, jika: ada unsur kontraproduktif, melakukan aktivitas lain yang kurang perlu, dan menunda-nunda. Sikap yang terlihat bisa saja bentuknya ‘iya-iya, tetapi tidak’, di mana seseorang seolah setuju untuk mengikuti perintah, namun menunda-nunda dalam pelaksanaannya.

Prokratinasi sendiri bisa mengakibatkan stress, rasa bersalah, terbengkalainya pekerjaan, dan kehilangan produktivitas pribadi, Meski dianggap normal karena sebagai salah satu upaya untuk menghilangkan kebosanan. Banyak orang mungkin beralasan break dari pekerjaan untuk bisa refresh dan menghasilkan pekerjaan yang lebih baik. Namun terus menerus teralihkan dari pekerjaan dan menunda waktu bisa menyebabkan terbengkalainya pekerjaan, yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja seseorang.

Bukan saja menjadi tugas pemimpin, tetapi kita sendiri secara pribadi, harus sadar bahwa norma dan mindset kita harus diarahkan pada kinerja yang produktif. Hal ini berarti, kegiatan menunggu danmenunda sesuatu adalah gejala yang negative dan tidak menguntungkan,yang tentunya akan berdampak pada kinerja. Kita perlu mengembangkan sikap berani menegur bila seseorang tidak mencapai deadlinenya.

Berikut ada beberapa cara untuk meminimalkan prokrastinasi

    a.Tidak ada waktu untuk menunda

    b.Lebih cepat bertindak, akan lebih cepat belajar

    c.Lakukan sekarang, jangan tunda besok. Karena “sekarang”lah yang memberi niai positif.

    d.Jadilah “pemain” bukan “penonton”

    e.Jadikan pengalaman “penyesalan” dampak/ akibat dari prokratinasi sebagai pemacu untuk bertindak

    f.Buatlah skala prioritas, rincilah tugas secara spesifik dan detail

    g.Jangan hanya “membayangkan” dalam pikiran, namun susunlah langkah yang spesifik serta mulailah bergerak/ bertindak

    h.Jika memang ada keinginan menunda, jangan biarkan larut dan tetapkan batasannya

    i.Hindari lakukan “rasionalisasi” mencari alasan untuk membenarkan diri

    j.Berikan penghargaan atas kemajuan yang dicapai

   For Further Information, Please Contact Us!