Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

Cara Mengatur Piutang Agar Usaha Tidak Rugi

10 May 2019
Category: ACCOUNTING
Penulis:         Nathania Angela Lomban, S.E.
Cara Mengatur Piutang Agar Usaha Tidak Rugi

Piutang adalah hal biasa dalam sebuah usaha atau bisnis. Kenyataan yang yang terjadi sekarang, tidak sedikit dari usaha ataupun perusahaan yang melakukan pembayaran secara kredit. Hal ini dilakukan karena beberapa alasan, salah satunya adalah untuk meningkatkan daya beli konsumen. Walaupun sebenarnya pengusaha lebih ingin pembayaran dari penjualannya dilakukan secara tunai, karena tidak mau dipusingkan dengan adanya kemungkinan piutang tidak lancar, namun piutang dinilai cukup efektif untuk meningkatkan penjualan atau keuntungan bisnis. Piutang dapat diolah dengan baik, agar pengusaha tidak mengalami kerugian. Berikut tips untuk mengolah piutang agar tidak rugi.

    1.Hal penting yang harus diperhatikan dari piutang

    Piutang usaha merupakan jumlah pembelian kredit dari konsumen yang timbul karena terjadinya penjualan barang atau jasa. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dari piutang usaha, sebagai berikut:

    a.Tanggal Jatuh Tempo Piutang

    Piutang usaha memiliki tanggal jatuh tempo. Tanggal jatuh tempo piutang usaha biasanya diukur menggunakan beberapa pengukuran, dua jenis yang paling sering digunakan adalah hari dan bulan. Perusahaan mengharapkan konsumen dapat membayarkan piutang sebelum tanggal jatuh tempo agar menghindari denda.

    b.Nilai Jatuh Tempo Piutang

    Sejalan dengan Tanggal jNilai jatuh tempo adalah biaya yang timbul sebagai akibat keterlambatan dalam pembayaran. Jadi, semakin lama piutang tidak terbayarkan, maka nilai jatuh tempo piutang usaha akan semakin tinggi.

    c.Bunga Yang Berlaku

    Bunga adalah salah satu konsekuensi yang harus ditanggung oleh konsumen sebagai akibat memilih transaksi secara kredit. Besaran bunga yang harus ditanggung oleh konsumen tergantung pada kebijakan yang ditetapkan oleh perusahaan yang menyediakan kredit.

    2.Cara mengelola piutang usaha

    Piutang usaha dapat mendukung meningkatnya omzet atau keuntungan bagi perusahaan, namun perusahaan harus dapat mengelola piutang usaha dengan baik. Hal ini dikarenakan, selain memberikan keuntungan bagi perusahaan, piutang juga dapat menimbulkan kerugian apabila tidak dikelola dengan baik. Terdapat beberapa cara untuk mengelola piutang dengan baik dan benar, sebagai berikut:

    a.Rencanakan jumlah dan pengumpulan piutang

    b.Kendalikan piutang usaha

    Perusahaan haruslah mengendalikan piutang usaha, dengan cara menyaring konsumen mana yang akan diberikan kredit. Selain itu perusahaan juga harus menentukan risiko kredit, dan ketentuan lainnya guna menghadapi konsumen yang kemungkinan akan menunggak. Setelah merumuskan ketentuan-ketentuan tentang piutang usaha, perusahaan juga harus melaksanakan administrasi yang berhubungan dengan penarikan kredit.

    c.Perusahaan harus memperhitungkan perputaran piutang usaha untuk menilai apakah pengumpulan piutang sudah efisien. Perputaran piutang adalah periode waktu terikatnya dana piutang. Apabila rata-rata hari pengumpulan piutang lebih lama dibanding dengan batas pembayarannya, maka cara pengumpulan yang diterapkan oleh perusahaan masih kurang efisien.

    3.Cara memperkecil risiko piutang usaha

Risiko piutang adalah risiko konsumen tidak membayar kredit yang sudah ditetapkan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut, salah satunya dengan menerapkan 5C sebagai dasar pemberian kredit:

1.) Character, menilai karakter atau sifat konsumen. Jika konsumen jujur, pastinya akan selalu berusaha memenuhi kewajibannya.

2.) Capacity, menilai secara subyektif mengenai kemampuan konsumen. Perusahaan dapat mengukurnya dengan mempertimbangkan histori kredit sebelumnya atau melakukan survei ke tempat usaha konsumen.

3.) Capital, perusahaan dapat menilai dengan menggunakan analisis rasio finansial untuk mengukur sisi finansial konsumen.

4.) Collateral, menimbang aktiva yang dijadikan jaminanuntuk menilai keamanan piutang

5.) Conditions, memperhatikan pengaruh langsung dari tren ekonomi terhadap perkembangan perusahaan. Tren ekonomi dapat berpengaruh terhadap kemampuan konsumen dalam membayar piutangnya.

Selain menerapkan konsep 5C di atas, perusahaan juga dapat melakukan sejumlah langkah berikut untuk meminimalkan risiko piutang yang tidak tertagih:

    1.Tentukan besarnya risiko yang akan ditanggung oleh perusahaan berdasarkan histori tahun sebelumnya.

    2.Pertimbangkan kemampuan debitur dalam memenuhi kewajibannya. Perusahaan dapat mengukur kemampuan ini melalui likuiditas dan rentabilitas.

    3.Lakukan seleksi calon konsumen dengan menggunakan histori kredit sebagai dasar untuk menetapkan plafon kredit yang ditambahkan, diturunkan, atau tetap.

    4.Buat klasifikasi kredit terhadap setiap konsumen dengan memanfaatkan daftar analisis piutang untuk mengetahui sejarah kredit masing-masing konsumen perusahaan.

   For Further Information, Please Contact Us!