Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

Mengenal Perilaku Biaya (Cost Behavior)

12 April 2019
Category: MANAGEMENT SYSTEM
Penulis:         Angelina Hutomo Chandra, S.E.
Mengenal Perilaku Biaya (Cost Behavior)

Ketika terjadi perubahan dalam sektor manufaktur dan jasa di dunia bisnis maka akuntansi manajemen juga ikut berubah dan menyesuaikan. Salah satu penyesuaian yang signifikan adalah perkembangan manajemen berdasarkan aktivitas. Pengaruh model manajemen berdasarkan aktivitas atas akuntansi manajemen sangatlah besar, yaitu adanya praktek konsep-konsep aktivitas dalam kerangka yang terintegrasi dan komprehensif.

Selanjutnya dalam sebuah perusahaan, estimasi biaya juga membantu manajemen untuk memprediksi berapa besarnya biaya pada level aktivitas yang direncanakan termasuk menyusun perencanaan kegiatan dan menyusun anggaran. Untuk keperluan perencanaan dan pengendalian biaya, manajemen harus mengetahui pola perilaku masing-masing biaya yang muncul dalam aktivitas bisnis kita.

Perilaku biaya (cost behavior) merupakan istilah untuk menjelaskan perubahan biaya seiring dengan perubahan output atau suatu pola yang menggambarkan bagaimana jumlah biaya bervariasi atas perubahan aktivitas bisnis.

Beberapa jenis perilaku biaya antara lain :

  1. Biaya Variabel ( Variable Cost )
    Biaya variable adalah Biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan aktivitas dan volume produksi, sementara jumlah perunitnya tidak berubah. Berdasarkan definisi di atas dapat ditekankan bahwa :
    • biaya variabel total berubah proporsional dengan perubahan aktivitas
    • biaya variabel per unit tidak berubah walaupun aktivitas berubah
  1. Biaya Tetap ( Fixed Cost )
    Biaya yang jumlah totalnya tidak terpengaruh oleh tingkat aktivitas dalam kisaran relevan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dinyatakan bahwa :
    • Jumlah biaya tetap total tidak berubah dalam kisaran relevan tertentu meski tingkat aktivitas berubah
    • biaya tetap per unit berubah dengan berubahnya tingkat aktivitas

Metode Penentuan Pola Perilaku Biaya

Terdapat tiga pendekatan dalam menentukan Pola Perilaku Biaya :

  1. Pendekatan Intuisi

Merupakan pendekatan yang didasarkan intuisi manajemen.
Intuisi tersebut bisa didasari atas surat-surat keputusan, kontrak-kontrak kerja dengan pihak lain dan sebagainya. contoh : Manajemen menetapkan bahwa biaya penyusutan merupakan biaya tetap, biaya komisi merupakan biaya variable dan lain sebagainya.

  1. Pendekatan Analisis Engineering

Yang didasarkan pada hubungan fisik yang jelas antara masukan (input) dengan keluaran (output).
Misalnya: sebuah perusahaan yang memproduksi mobil, maka sebuah mobil secara fisik dapat diketahui bahwa akan memerlukan sebuah mesin, 4 buah ban, dan lain sebagainya. Dengan demikian harga ban merupakan harga yang membentuk biaya variable. Insinyur dan atau tenaga kerja yang terlibat langsung dengan pengolahan fisik mobil tersebut, biaya gaji atau upah mereka merupakan biaya variable.

  1. Pendekatan Analisis Data Biaya Masa Lalu.
    Pendekatan ini berasumsi bahwa biaya dimasa yang akan datang sama perilakunya dengan biaya di masa yang lalu. Data biaya masa lalu dianalisis untuk mengetahui perilaku masing-masing biaya.

Untuk dapat mengklasifikasikan biaya sesuai dengan perilakunya maka diperlukan berbagai pertimbangan atas dasar:

  1. Waktu

Menentukan apakah suatu biaya merupakan biaya tetap atau biaya variable bergantung pada batasan waktu, tetapi batasan ini bersifat subjektif, tergantung dari perspektif tiap-tiap manajer. Dalam ilmu ekonomi dalam jangka panjang semua biaya merupakan biaya variabel sedangkan dalam jangka pendek minimal ada satu biaya tetap.

Contoh : perbedaan perspektif manajemen terhadap biaya tenaga kerja, ada yang memandang sebagai biaya variabel karena dapat memberhentikan dan mempekerjakan karyawan sesuai dengan kenaikan atau penurunan output. Tetapi ada juga yang dipandang sebagai biaya tetap karena adanya kontrak yang membuat pihak manajemen tidak bias seenaknya memberhentikan karyawan.

  1. Sumber daya dan ukuran output

Setiap aktivitas memerlukan sumber daya, sumber daya ini kemudian digabungkan dan diolah untuk menghasilkan output. Salah satu bentuk untuk mengukur output adalah frekuensi dilakukannya aktivitas tersebut. Semakin sering frekuensi melakukan aktivitas, semakin besar pula biayanya.

Istilah lain untuk pengukuran output adalah penggerak. Untuk dapat memahami perilaku biaya perlu menentukan aktivitas yang dilakukan dan penggerak yang terkait, yang berfungsi sebagai pengukur kapasitas atau penggerak aktivitas.

Penggerak aktivitas ini dibagi menjadi :

    -Penggerak tingkat produksi (tingkat unit) adalah perubahan dalam biaya ketika unit yang diproduksi berubah. Contoh: biaya pemakaian bahan baku.

    -Penggerak tingkat non unit adalah perubahan dalam biaya ketika factor-faktor lain selain unit berubah. Contoh: biaya penyusutan mesin

   For Further Information, Please Contact Us!