Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

PENERAPAN AUDIT MUTU INTERNAL DALAM PENDIDIKAN TINGGI

10 January 2019
Category: INTERNAL AUDIT
Penulis:         Lucky Adhitya, S.E.,Ak.,CA.
PENERAPAN AUDIT MUTU INTERNAL DALAM PENDIDIKAN TINGGI

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mewajibkan untuk semua perguruan tinggi untuk dapat audit mutu internal dengan menjalankan Sistem Pengendalian Mutu Internal (SPMI). Landasan hukum Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam menjalankan audit mutu internal DIkti adalah UU. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, hal ini terdapat pada Bab III Penjaminan Mutu Pasal (1) Penjaminan mutu Pendidikan Tinggi merupakan kegiatan sistemik untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan. Pasal (2) Penjaminan mutu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian dan peningkatan standar Pendidikan tinggi. Sedangkan landasan SPMI Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi terdapat pada permenristekdikti No.62 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, pasal 5 ayat (1) menjelaskan bahwa SPMI memiliki siklus kegiatan yang terdiri atas : (a) Penetepan Standar Pendidikan Tinggi, (b) Pelaksanaan Standara Pendidikan Tinggi, (c) Evaluasi Pelaksanaan Standar Pendidikan Tinggi, (d) Pengendalian pelaksanaan Standar Pendidikan Tinggi dan (e) Peningkatan Standar Pendidikan Tinggi. Pasal 5 ayat (2) evaluasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf c dilakukan melalaui audit mutu internal. Audit mutu internal merupakan bagian dari siklus SPMI.

Audit mutu internal menurut Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi adalah suatu proses pengujian yang sistematik, mandiri dan terdokumentasi utuk memastikan pelaksanaan kegiatan di PT (Perguruan Tinggi) sesuai prosedur dan hasilnya telah sesuai dengan standar untuk mencapai tujuan institusi tersebut sendiri. Audit mutu yang diterapkan di Pendidikan tinggi ini bukanlah merupakan asesmen/penilaian melainkan untuk dilakukan pencocokan atas kesesuaian antara pelaksanaan dengan suatu perencanaan suatu kegiatan/program yang telah disusun oleh perguruan tinggi

Tujuan Pendidikan tinggi melakukan audit mutu internal : (1) memastikan implementasi sistem manajemen sesuai dengan sasaran/tujuan, (2) mengidentifikasi peluang perbaikan sistem manajemen mutu, (3) mengevaluasi efektivitas penerapan sistem manajemen mutu, dan (4) memastikan sistem manajemen memenuhi standar/regulasi. Dalam penerepan audit mutu internal sangat membantu organisasi dalam mencapai tujuannya dengan cara mengevaluasi dan mendorong adanya peningkatan melalui proses sebagai berikut :

    1.Mengkomunikasi tujuan dari pendirian PT (perguruan tinggi), standar Dikti yang ditetapkan PT dan nilai-nilai yang telah ditetapkan

    2.Memantau pencapaian kesesuaian tujuan degan standar

    3.Mengukur akuntabilitas dari pelaksanaan standar

    4.Mengurangi risiko PT antara lain Risiko Kualitas, risiko hukum, risiko keuangan, risiko strategic, risiko kepatuhan, risiko operasional, dan risiko reputasi.

Prinsip-prinsip dasar dalam audit mutu internal meliputi :

    1.Integritas (Integrity), auditor dalam melaksakan tugasnya harus bersikal jujur, rajin dan bertanggungjawab serta dapat memahami peraturan baik intern maupun ekstern dan berkompeten.

    2.Memaparkan dengan apa adanya (fair presentation)

    LHA harus disampaikan dengan data sesungguhnya dan apa adanya

    3.Dilakukan dengan professional (due professional care)

    4.Menjaga Kerahasian (Confidentialy)

    Auditor harus bijaksana dalam menggunakan segala informasi yang didapat pada saat melakukan audit

    5.Pendekatan berdasarkan bukti (evidence based approach)

    Audiitor harus dapat memverifikasi bukti-bukti yang ada sebagai sampel dari audit.

    Auditor dalam melakukan audit mutu internal harus mengetahui semua scope audit sebagai persyaratan sistem penjaminan mutu internal yang jika tidak dilaksakan akan dapat berpengaruh terhadap mutu pelayanan dikti, scope audit antara lain mencakup : dokumen siste mutu, organisasi, komitmen (tanggungjawab ) manajemen, sumber daya (SDM, insfratruktur, keuangan, lingkungan dan alat ukur), proses dan pengendaliannya serta evaluasi dan perbaikan.

    Jika seluruh perguruan tinggi menerapkan suatu audit mutu internal dengan baik, maka seluruh program yang telah direncanakan oleh manajemen perguruan tinggi akan berjalan secara konsisten dan proses pembelajaran akan sesuai dengan kurikulum dan silabus yang telah ditetapkan serta keberlangsungan hidup perguruan tinggi di mata stakeholder serta masyarakat umum akan dipandang baik.

   For Further Information, Please Contact Us!