Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology

DO’S AND DON’T’S : HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM HUMAN RESOURCE (HR)

11 July 2018
Category: HUMAN RESOURCE
Penulis:         Aini Nadiva, M. Psi
DO’S AND DON’T’S : HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM HUMAN RESOURCE (HR)

Dewasa ini, tidak sedikit perusahaan yang telah menyadari pentingnya peran Human Resource dalam meningkatkan profit. Berbeda dengan kondisi terdahulu, hanya fungsi-fungsi tertentu seperti Marketing dan Keuangan yang menjadi posisi utama dalam keberlangsungan perusahaan. Perbedaan kondisi ini juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti adanya perubahan generasi sehingga perusahaan pun ikut merubah arah strategi mereka, kemudian perkembangan teknologi yang lambat laun semakin canggih sehingga memudahkan masyarakat dalam melakukan segala aktivitas. Mungkin perbedaan kondisi tersebut tidak begitu tampak efeknya kepada perusahaan. Akan tetapi, jika kita telaah lagi, ketika adanya perubahan generasi, baik dari segi founder serta karyawan sekalipun, ada banyak perbedaan gaya kerja dan budaya yang dibawa. Apabila hal ini tidak terfasilitasi dengan tepat, pastinya akan berpengaruh pada kondisi perusahaan. Dan HR-lah yang menjadi peran dapat dalam memfasilitasi penyesuaian budaya kerja tersebut.

Selanjutnya, perkembangan teknologi yang kian canggih membawa perubahan kondisi bisnis yang tentunya dirasakan oleh perusahaan-perusahaan konvensional. Contohnya saja, awalnya Indonesia memiliki perusahaan transportasi Taxi Blue Bird yang dapat menduduki posisi teratas dalam bisnis transportasi. Era kejayaan tersebut telah digantikan oleh perusahaan startup yang berhasil menggerus pangsa pasar taxi Blue Bird, yaitu Go-Jek. Siapa yang tidak kenal Go-Jek? Dan, siapa yang tak lebih suka menggunakan Go-Jek? Semua penduduk Indonesia sudah sangat terfasilitasi dengan adanya Go-Jek. Artinya, Era digital-lah yang menguasai trend dan apabila perusahaan tidak segera merubah strategi mereka, tentu akan menjadi kendala untuk keberlangsungan dunia bisnis kedepan.

Mengutip informasi dari Viva.co.id, pada tahun 2025-2035 Indonesia akan dikuasai oleh sejumlah kelompok usia produktif daripada jumlah anak dan orang tua. Hal ini sudah tercium oleh beberapa perusahaan, dan mulai mengikutsertakan peranan HR dalam mengubah strategi bisnis mereka, yaitu dengan menarik dan mempertahankan talenta terbaik. Mengikutsertakan peran HR juga perlu memperhatikan beberapa hal, agar fungsi dari HR sendiri dapat dijalankan secara maksimal. Dibawah ini terdapat penjelasan terkait apa saja hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan di dalam fungsi HR:

  1. Lakukan dengan hati-hati dan bertahap ketika menyusun perencanaan kegiatan recruitment supaya perusahaan tidak salah dalam memilih kandidat, dan mendapatkan potential candidate untuk bergabung
  2. Jangan berasumsi bahwa karyawan yang bertahan di perusahaan kita karena mereka engaged. Perusahaan perlu menerapkan beberapa fasilitas yang harus diterapkan baik secara UU Ketenagakerjaan, ataupun fasilitas lainnya. Hal ini merupakan bagian dari strategi dalam mengikat karyawan
  3. Kembangkan competency model untuk segala proses yang ada di human resource management system. Mengapa demikian? Perusahaan perlu memiliki dasar, yang dikatakan karyawan perform dan talented itu seperti apa. Dan kompetensi merupakan salah satu alat yang dapat menunjukkan hal tersebut
  4. Jangan beranggapan bahwa karyawan high-potential dapat menguasai segala hal dan mau bertahan selama-lamanya di perusahaan. Para karyawan dengan high-potential sangat paham akan kondisi dan posisi perusahaan. Dan mereka tetaplah seorang manusia yang memiliki bakat dan passion masing-masing. Jadi, perlu kita maintain dengan tepat supaya dapat menciptakan “Right Man in The Righ Competence”
  5. Ciptakan program penilaian kinerja secara objective seperti dengan menerapkan sistem Key Performance Indicator dan penilaian berbasis Kompetensi. Kedua hal ini adalah kaki-kaki yang bisa menopang atau membantu karyawan dalam menunjukkan kemampuannya. Apabila program tersebut kurang terkelola dengan tepat, karyawan akan cenderung bekerja seadanya saja, meski mereka memiliki potensi untuk menunjukkan lebih
  6. Do manage energy, not time. Tidak selamanya karyawan yang bekerja dari pukul 8 pagi-5 sore adalah karyawan teladan. Bisa jadi mereka hanya bekerja sekedarnya saja, tanpa menghasilkan pengembangan bagi perusahaan. Sebaliknya, jika karyawan yang bekerja hingga lembur, artinya mereka kurang bisa mengatur waktu dengan tepat sehingga harus diselesaikan melebihi jam kerja. Maka, perusahaan perlu mengelola energy karyawan dengan pengembangan program yang lebih tepat, efektif, dan efisien.

Perubahan era memang telah membuat gejolak bagi dunia bisnis saat ini. Akan tetapi, jangan mudah panik terlebih dahulu dan mulai rencanakan untuk merubah strategi bisnis, salah satunya dengan melibatkan HR. Selanjutnya, perusahaan-pun butuh bekal dalam melibatkan HR sebagai strateginya dan 6 (enam) poin yang telah dipaparkan dapat dijadikan bekal. Dengan demikian perusahaan dapat dengan mudah mendapatkan aset non-profit yang bertalenta dan menciptakan perusahaan yang profitable atau menguntungkan.

   For Further Information, Please Contact Us!